Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 13


__ADS_3

Setelah bekerja keras seharian kini Arandita sudah berada di rumah nya, merendam kakinya dengan air hangat karena lelah seharian berdiri dengan high heels yang cukup tinggi membuat kakinya kram dan ia pun merasa sakit karena harus naik turun tangga darurat hingga tiga kali.


"Dasar pria menyebalkan baji**n, suatu saat nanti aku akan membalas perbuatan mu padaku , ahhh kaki ku sakit sekali ingin rasanya aku mencekiknya tadi" Arandita terus mengumpat Revan, ia merasa kesal karena Revan sudah mengerjainya habis habisan.


"Baiklah tuan menyebalkan ini bukan seberapa, aku adalah Zivanya arandita tidak takut dengan ancaman atau tingkah konyol mu, aku akan buktikan kalau aku pun bisa, kau akan menjadikan aku pacar settingan mu kan, lihat saja aku yang akan membuat mu jatuh cinta padaku" Ucap Arandita, dengan samangat yang berkobar, dan mengepalkan tangan nya ke atas. Namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu di iringi suara nyaring ibu.


"Arandita, apa yang terjadi di dalam"


Arandita langsung membuka pintu sambil tersenyum memperhatikan gigi putih nya.


"Ada apa kamu teriak teriak ibu kira kamu kesurupan tadi"


"Hehe, ibu kok ngomong nya gituh sih, Aran lagi latihan bu buat acara tujuh belas agustusan nanti merdeka.. merdeka gitu bu" Arandita pun langsung membacakan puisi dadakan nya di depan ibu agar ibunya tak bertanya lagi padanya.


Setelah ibu pergi dari kamarnya, Arandita merasa sangat lega dan masih terus berlanjut memaki Revan.


Sedangkan di tempat lain di dalam kamar apartemen yang cukup mewah Revan sedang meneguk segelas wine di tangannya. Ia masih sangat merindukan kekasihnya yang sudah pergi meninggalkan nya berbulan-bulan demi menggapai mimpi dan cita-citanya menjadi model internasional.

__ADS_1


Kini ponsel Revan berdering dengan begitu nyaring. Revan melihat siapa yang menelepon nya dan sedikit malas untuk menjawabnya, pasalnya jika sudah berbicara pasti akan ada keributan yang terjadi.


Ponselnya terus berdering, Revan pun mau tak mau menjawab panggilan tersebut.


"Hallo ma.."


"Revan besok pulanglah mama akan memperkenalkan calon istri buat kamu, dia baik dan cantik"


"Tidak perlu ma, Revan sudah punya pilihan sendiri"


"Baiklah kalau begitu besok bawa dia datang ke mansion" Wanita yang di panggil mama itu pun langsung mematikan sambungan teleponnya begitu saja.


"Baik tuan muda" Jawab suara parau nya, karena sangat kelelahan vino sudah tertidur lebih awal dari biasanya.


Setelah mendapatkan panggilan telepon dari Revan, kini Vino pun langsung menghubungi Arandita tanpa melihat ke arah jam terlebih dahulu. "Halo ada apa kau menelpon ku di jam begini?" Tanya Arandita dengan suara khas bangun tidur.


"Maaf jika aku mengganggu mu nona Arandita, tapi besok datang lah ke butik mawar aku akan menunggu mu disana jam satu siang, jika tida.."

__ADS_1


"Baiklah aku mengerti" Belum sempat vino menjelaskan arandita sudah menyahuti nya lebih dulu, karena ia sudah tahu apa yang akan vino katakan untuk mengancamnya.


"baiklah nanti aku akan kirim lokasi nya''


setelah itu Vino pun langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.


"sekertaris sama big bos sama sama Menyebalkan, untung saja besok hari libur"


Arandita pun mulai merebahkan tubuhnya kembali dan melanjutkan mimpinya yang sempat tertunda.


*


*


Keesokan harinya Arandita sudah terbangun di pagi hari ia meregangkan otot dan berlari kecil di sebuah taman tak jauh dari tempat tinggalnya, namun di tengah aktifitasnya tiba tiba seorang pria yang selalu ia hindari selama ini.


"Arandita kamu disini juga?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2