Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 104


__ADS_3

Ingin sekali vino tertawa saat melihat reaksi wajah pucat dokter indra saat ini "Bagaimana apa kau sudah mengerti dimana letak kesalahan mu sekarang tuan dokter" tanya vino sedikit meledek dokter indra.


"Minta maaflah pada nya setelah itu temui aku di ruang kerja" setelah mengucapkan itu revan langsung meninggalkan dokter indra tanpa ingin membantu nya berdiri terlebih dahulu.


sedangkan vino hanya menatapnya tak perduli "Sekarang cepatlah minta maaf pada nyonya muda" usir vino.


"Baiklah" dengan langkah gontai dokter indra pun menghampiri arandita yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya.


"Hmm.. nyonya muda maafkan kesalahan saya sudah berlaku tidak sopan pada anda"


Arandita menatap pria yang sedikit acak-acakan di hadapannya, "Baiklah aku akan memaafkan mu dan jangan ganggu aku lagi pergilah sebelum aku berubah pikiran" ucap arandita dengan nada dinginnya. lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.


setelah mendapatkan maaf dari istri sahabatnya dokter indra pun meninggalkan arandita yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, "pasangan suami istri itu sangat cocok sama-sama mengerikan" gumam dokter indra.

__ADS_1


setelah selesai dengan perdebatan mereka dokter indra pun mulai dengan mode seriusnya sebagai seorang dokter ia memeriksa revan di ruang kerjanya, dan mendengarkan konsultasi dengan apa yang revan keluhkan selama tiga bulan terakhir ini, "aku rasa kau mengalami sindrom couvade coba kau bawa istri mu ke dokter Obgyn saja untuk memastikan nya."


"Apa maksud dari sindrom couvade dan apa hubungannya dengan istriku" revan tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh dokter indra padanya.


dokter indra menghela nafas panjang dengan sabar ia pun mulai menjelaskan apa yang di maksud dengan sindrom couvade, "sindrom couvade adalah bentuk kehamilan simpatik ketika suami mengalami gejala kehamilan yang di rasakan oleh istri"


"Jadi maksud mu istriku hamil" revan sangat kegirangan saat mendengar penjelasan dokter indra.


"Ya kemungkinan besar tapi sebaiknya kau mengajak istrimu untuk menemui dokter Obgyn agar bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut" jelas dokter indra.


senyuman revan membuat dokter indra merinding karena baru kali ini ia melihat bongkahan es meleleh seperti terkena hangatnya sinar mentari.


"sekarang kau pergilah aku akan mentransfer uang saku ke rekening mu" usir revan pada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Apa kau mengusir ku" tanya dokter indra menatap tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Pergilah atau uang saku aku di batalkan" ancam revan, dengan perasaan kesal akhirnya dokter indra pun meninggalkan revan bersama dengan asisten nya di sana.


namun sebelum dokter indra keluar revan memberi peringatan penting untuk nya, "dengar saat melewati istriku kau harus bersikap sopan"


"Baik tuan muda" jawab dokter indra dengan nada yang sedikit kesal.


kini di ruangan kerja itu hanya ada


vino dan dirinya revan pun mulai membicarakan apa yang sudah ia ketahui pada vino, kini vino pun mulai bernafas lega bahwa usahanya untuk membongkar kebenaran selama ini tidak sia-sia.


vino juga sangat berterima kasih kepada arandita karena setelah penjelasan dokter indra Revan menjadi lebih bersemangat, dan mulai menelusuri penyebab kematian kakaknya "Wah rupanya ide tante elisa sudah membuahkan hasil" gumam Vino dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2