Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 32


__ADS_3

Setelah selesai mengobati luka arandita, revan pun akan pergi untuk menyimpan kembali kotak obat yang berada di tangannya, namun baru saja revan berdiri ia mendengar suara perut arandita yang berbunyi nyaring di telinga nya.


Revan tersenyum miring dan pergi meninggalkan Arandita tanpa sepatah kata pun. Sedangkan arandita menutup wajahnya karena merasa sangat malu ingin sekali ia menghilang dari sana.


*


*


Bell pintu berbunyi menyadarkan Arandita dari lamunannya.


"Siapa yang bertamu malam malam begini?''


Arandita berdiri akan membuka pintunya, namun Revan mencegahnya dan menyuruhnya untuk duduk di tempatnya.


Tanpa banyak komentar Arandita pun hanya diam mengiyakan saja, karena rasa laparnya ia tak berminat untuk bertengkat dengan Revan saat ini. Kini Arandita meletakkan kepalanya di meja dan berusaha memejamkan matanya.


Tak berselang lama kemudian Revan pun kembali dengan membawa paper bag di tangannya, dan membuka isi di dalamnya dan tercium wangi harum masakan yang masuk ke indra penciuman Arandita.

__ADS_1


"Wangi ayam bakar! kalau begini ceritanya aku benar-benar tidak bisa tidur malam ini. Ibu tolonglah anakmu ini sangat kelaparan sekarang." Arandita terus berbicara tanpa membuka matanya.


Sedangkan Revan yang melihat tingkah laku Arandita pun hanya tersenyum samar dan menggelengkan kepalanya.


"Ini makan lah!" Revan menyodorkan piring berisi makanan di hadapan Arandita, sontak Arandita pun langsung membuka matanya.


Ia merasa sangat senang. Matanya berbinar melihat beberapa makanan kini sudah tersaji di hadapannya, dengan cepat ia pun langsung memakan makanan tersebut sampai habis.


Sedangkan Revan tidak memakan makanannya ia terus menatap Arandita yang memakan makanan dengan lahapnya,


"Apa masih kurang?" tanya Revan saat melihat piring istrinya sudah bersih tanpa sisa sedikit pun.


Revan terkejut dengan apa yang dilakukan Arandita begitu pula dengan Arandita yang malu atas perbuatannya, karena kebiasaan nya Arandita lupa bahwa bukan ibunya yang berada di sampingnya saat ini.


Dengan cepat Arandita langsung berlari menuju kamarnya dan hampir terjatuh. Sedangkan Revan merasa terkejut dengan ulah istri kontraknya itu, bagi Revan ini adalah pertama kalinya dia si kecup oleh seorang wanita.


Ya walaupun Revan punya kekasih di masa lalu, namun revan selalu menjaga batasannya karena revan menginginkan saat itu terjadi maka harus setelah adanya hubungan pernikahan. itulah prinsip seorang Revan Alexander.

__ADS_1


Di dalam kamar Arandita merutuki kebodohannya sendiri.


"Haduhh dia marah gak ya kira-kira, kau memang ceroboh Arandita. Bikin malu aja!'' Arandita langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang king size yang empuk milik suami kontrak nya dan menyelimuti seluruh tubuhnya.


Berbeda dengan Arandita kini di meja makan revan masih terdiam dan mengusap bekas kecupan Arandita, ada perasaan aneh di dalam hatinya namun ia menepis perasaannya dan berjalan menuju kamar tamu untuk beristirahat.


Selama mama Elisa pergi ke luar kota Revan dan aranedita tidak pernah satu kamar, mereka akan berada di satu ruangan jika ada mama Elisa atau ibu Winda saja.


Saat ini revan masih membatasi dirinya agar tidak terjatuh terlalu dalam, pernikahan nya dengan arandita hanya sebatas kontrak sampai kekasih nya kembali dari luar negri.


Karena merasa sangat lelah, kini mereka pun tertidur di kamarnya masing masing.


Di tempat lain, seseorang sedang menunggu informasi dari pesuruh nya, untuk terus memata-matai Arandita dan juga Revan Alexander.


Terdapat banyak foto-foto mereka dari awal mereka berdua bertemu hingga sampai saat ini, tak lama kemudian dering ponselnya berbunyi dia langsung mengangkat sambungan teleponnya dengan begitu elegan.


"Hallo bagaimana perkembangan mereka?"

__ADS_1


"di antara mereka masih ada jarak yang begitu membatasi hubungan mereka!"


"Baiklah pantau terus, lalu berikan informasi nya padaku." Sambungan telepon pun di tutup.


__ADS_2