Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 148


__ADS_3

dengan mata yang sangat mengantuk Marissa pun ikut masuk ke dalam gedung yang sedang di dekorasi oleh beberapa pendekor.


"selamat malam tuan dan nyonya vino" ucap kepala pendekor itu menyapa Marissa dan vino yang baru masuk ke gedung itu.


"permisi pak maaf saya bukan istrinya jadi saya bukan nyonya vino" tegas Marissa dengan nada tidak sukanya dan menahan kekesalan pada pria paruh baya yang kini berada di hadapannya.


"owh maaf jika saya salah nona" pria itu pun langsung sedikit membungkukkan badannya untuk meminta maaf kepada Marissa.


Marissa merasa tidak enak hati melihat pria yang berada di hadapannya memperlakukan nya seperti itu, karena pria itu lebih tua darinya.


"hmm tidak perlu seperti itu pak" ucap marissa sambil memundurkan langkahnya. sedangkan vino cuek dan tak perduli dengan apa yang terjadi di hadapannya.


vino meninggalkan tempat itu dan melihat bagaimana para pendekor itu bekerja, sedangkan marissa sudah tidak kuat lagi menahan rasa kantuknya.


Marissa lebih memilih mencari tempat yang aman untuk nya tidur dari pada harus mengikuti kemana vino pergi, Marissa tak perduli lagi dengan apapun yang akan vino lakukan di tempat itu.


"hmm.. akhirnya ketemu sofa juga, mbak sof numpang tidur ya" Marissa menepuk-nepuk sofa sebelum ia naik dan tertidur pulas di sana.

__ADS_1


di tempat lain vino yang dibuat sibuk untuk memberikan instruksi kepada para pendekor itu dan memastikan keamanan nya, "tolong letakkan bunga ini di pojokan sana susun secara tapi dan jangan lupa taruh yang ini juga"


"baik tuan"


"sepertinya semua hampir selesai" ucap vino sambil mencuci tangannya dan memindai seluruh ruangan yang kini sudah mulai terlihat megah dan mewah walaupun baru delapan puluh persen saja.


"kemana gadis itu pergi" vino baru menyadari bahwa Marissa tidak berada di sampingnya sedari tadi, dengan cepat ia pun mulai mencari keberadaan Marissa di seluruh ruangan itu.


kini pandangan nya terhenti Melihat Wanita yang sedang tertidur pulas dengan posisi duduk di sofa.


vino mulai menatap wajah cantik Marissa yang kini sedang tertidur dengan pulas nya.


"ternyata kau cantik saat sedang tidur" karena mengantuk vino pun ikut tertidur pulas bersama dengan Marissa.


tanpa mereka sadari bahwa ada seseorang yang sudah memotret momen itu sambil tersenyum penuh arti.


*

__ADS_1


*


"selamat pagi sayang" revan tersenyum cerah melihat arandita baru membuka matanya.


"pagi juga" arandita membalas sapaan dan senyuman yang di berikan oleh suaminya. arandita meregangkan otot-otot tubuhnya sebelum ia pergi meninggalkan tempat tidur.


"sayang kau mau kemana" tanya revan saat melihat istrinya pergi meninggalkan nya begitu saja.


arandita mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan konyol suaminya, "ke kamar mandilah mau kemana lagi"


"ikut" ucap revan dengan nada manjanya.


"stop disana jangan ikut masuk ke dalam" arandita malu jika sampai suaminya juga ikut masuk ke dalam kamar mandi dan menyaksikan ritual paginya.


"tapi yank"


"tidak, tidak, tidak Titik nggak pake koma" arandita pun langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi dan menguncinya dari dalam agar revan tidak ikut masuk bersama nya.

__ADS_1


__ADS_2