Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 85


__ADS_3

Revan dan ibu mertua nya kini asyik dengan obrolan mereka berdua hingga ia melupakan keberadaan arandita di sana.


"Aku heran anak ibu itu aku atau si menyebalkan itu sih " arandita merasa kesal karena hanya menjadi obat nyamuk di antara ibu dan suaminya itu.


revan tersenyum puas melihat wajah kesal istrinya, karena merasa bosan arandita pun pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.


arandita berjalan ke taman belakang mansion untuk menenangkan pikiran yang sedang kesal, seperti biasa jika arandita di sana ia akan memejamkan matanya untuk menghirup udara segar di sekitar taman.


"Hmmm .. udara di sini memang sangat menenangkan."


lalu arandita mulai berjalan-jalan melihat tanaman yang tumbuh di sana, kini tatapan arandita berhenti di pohon mangga yang sedang berbuah sangat lebat.


dengan tatapan mata yang berbinar arandita Mulai menghampiri pohon mangga, "kenapa aku baru melihat nya sekarang ya, prasaan kemarin tidak ada pohon mangga disini" gumam arandita sambil terus mengelilingi pohon itu, tanpa pikir panjang ia pun memanjatnya dengan sangat lihai.


Bukan soal sulit bagi arandita untuk memanjat pohon, karena ia dan Marissa sangat hobi memanjat pohon jambu biji milik ibunya.

__ADS_1


disisi lain Revan sedang bingung mencari keberadaan istrinya yang entah pergi kemana, setelah mama elisa kembali revan baru bisa meninggalkan ibu mertua nya di sana dan mulai mencari keberadaan arandita.


"Kemana dia pergi aku yakin tadi aku melihatnya berjalan ke taman, tapi dimana dia" gumam revan lirih sambil terus memindai seluruh penjuru teman itu.


namun nihil ia tidak menemukan arandita di sana, revan pun kembali ke mansion dan menyuruh semua pengawal untuk mencari istri nya.


"Ada apa revan" tanya mama Elisa yang melihat kepanikan di wajah putranya.


sekilas revan melihat ibu mertua nya yang sedang santai menikmati teh nya.


"tidak ada apa-apa ma" revan lebih baik menyembunyikan masalah nya, karena ia tidak ingin mama dan ibu mertua nya ikut panik.


"Arandita hilang!" teriak dua wanita paruh baya bersamaan.


ibu winda dan mama Elisa pun langsung menatap tajam ke arah revan, sedangkan revan ingin sekali menendang pengawalnya itu.

__ADS_1


"Kemana arandita" tanya ibu dengan wajah menyelidik.


"biasalah putri mu itu selalu mengajak ku main petak umpet bu"


"Kau pikir ibu ini bodoh, dengar aran bukan gadis berusia lima tahun yang suka dengan permainan petak umpet, cepat cari dia" teriak ibu pada menantunya.


seteh melihat menantunya pergi dengan santai ibu kembali duduk dan menyeruput teh nya, dan mengajak sahabat nya kembali duduk di sampingnya.


mama elisa merasa heran dengan kelakuan sahabatnya itu karena rasa penasaran ia pun mulai bertanya kepada ibu winda.


"Win, aran hilang kok kamu santai gini sih"


"Dia itu sudah besar tidak mungkin hilang, iyakan!"


mendengar jawaban dari sahabatnya, mama elisa pun hanya diam dan mengiakan saja dan mulai meneruskan percakapan mereka yang sempat tertunda.

__ADS_1


sedangkan revan dan para pengawalnya masih sibuk mencari keberadaan arandita di seluruh mansion, "Aran aku tahu kau disini ayo cepat keluar jangan membuat aku cemas, kau boleh marah dan memukul ku sesuka hati mu dan kau boleh meminta apapun yang kau mau," teriak revan di taman itu.


bersambung...


__ADS_2