
di sebuah apartemen vino sedang kesal dengan saudara sepupunya yang memintanya untuk mempersiapkan pesta pernikahan dengan cara mendadak.
tak hanya pada revan saja vino juga kesal pada gadis yang berada di hadapannya kini.
"hei pria mesum cepat bukakan pintu nya untukku aku ingin pulang" teriak marissa tepat di telinga vino.
karena sedari tadi vino hanya diam saja tak berkata sepatah kata pun. telinga vino terasa berdenging mendengar suara cempreng marissa yang langsung masuk ke dalam gendang telinga nya.
"apa kau sudah tidak waras ya aku ini belum tuli, aku bisa gila jika berlama-lama bersama dengan wanita barbar seperti mu" kesal vino
"aku tidak perduli" ucap Marissa dengan nada tengilnya.
"dasar gadis barbar"
"Dasar pria aneh, mesum dan tidak waras"
"ya jika aku sudah tidak waras kau mau apa?" ucap vino sambil menggenggam tangan Marissa dan menariknya hingga menabrak dada bidang milik vino membuat tak ada celah di antara mereka, wajah mereka kini hanya berjarak lima sentimeter saja hembusan nafas pun terasa di wajah masing-masing.
"sebenarnya apa mau mu kenapa kau selalu saja mengganggu dan mengusik ketenangan ku" kesal marissa. ia merasa sedikit risih karena kini tubuh nya menempel dengan sempurna di tubuh vino.
__ADS_1
"karena aku suka membuat mu kesal" jawab vino, Marissa pun langsung mendorong dada bidang vino dengan sekuat tenaga sampai vino terjatuh dan karena kurang keseimbangan Marissa pun ikut roboh menimpa tubuh vino.
kini ia pun mulai bertatapan mata satu sama lain ada perasaan aneh saat marissa melihat sorotan mata vino.
"ada apa dengan dadaku"
"Ahhh kau berat sekali" keluh vino.
dengan cepat marissa pun langsung beranjak dari tubuh vino dengan raut wajah yang tak bisa di artikan.
"salah mu sendiri kenapa kau menarikku" jawab marissa dengan santainya.
dengan cepat marissa pun akan keluar dari ruangan itu namun sayang nya vino menguncinya dan menyembunyikan kunci apartemen miliknya di saku jas.
vino terseyum sinis mendengar ancaman dari Marissa, "dengar aku tidak ada waktu untuk menculik gadis barbar seperti mu.
"lalu untuk apa kau membawaku kemari"
"untuk menyiapkan pesta pernikahan" jawab vino dengan santainya.
__ADS_1
"aku tidak mau menikah dengan mu" tolak Marissa.
mendengar jawaban dari marissa vino pun langsung tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.
"Kenapa kau itu sangat percaya diri sekali" ucap vino yang masih menertawakan Marissa.
membuat Marissa malu dengan apa yang vino katakan namun ia masih tetap diam tak mengatakan apapun lagi.
setelah puas vino pun langsung mengganti ekspresi wajah dengan cepat, membuat Marissa tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"begini aku membawamu kemari untuk membantu ku menyiapkan pesta pernikahan sahabat mu, kau pasti tahu apa yang di sukai oleh arandita dan karena itulah aku mengajakmu kemari" ucap vino menjelaskan.
mendengar penjelasan vino Marissa pun benar-benar merasa sangat malu karena sudah salah menilai vino. "kapan pestanya akan di gelar" tanya Marissa untuk menetralkan rasa malunya.
"besok" ucap vino singkat.
"what! apa kau sudah tidak waras mana mungkin bisa begitu" Marissa sungguh tak percaya dengan apa yang sudah ia dengar.
"bukan aku yang tidak waras tapi Revan karena dialah yang memerintahkan hal itu"
__ADS_1
"the power of sultah mah beda" ucap marissa sambil mengacungkan jempol nya.
bersambung