Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 18


__ADS_3

"Sudah jangan terlalu banyak bicara, sekarang kau pergilah ke ruangan itu, aku hanya minta kau donorkan sedikit darahmu untuk gadis itu.


Vino pun menurut saja, namun sebelum tranfusi, ia menatap Arandita yang masih belum sadarkan diri, terlihat dari wajahnya yang nampak pucat dan lebam di beberapa bagian tangannya.


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa aku tidak tahu apapun?'' gumam vino dalam hati.


Sekilas Revan melihat wajah pucat Arandita yang terbaring di brankar pasien, sebelum Revan pergi meninggalkan rumah sakit itu.


Kini Vino sudah selesai dengan transfusi darahnya untuk Arandita, iya berjalan mencari big bos nya kemana-mana namun ternyata big bos sedang asyik duduk seorang diri di taman rumah sakit sambil mengisap rokok nya.


Vino menghela nafasnya kasar, melihat revan hanya diam dengan tenang seperti tak terjadi apapun.


Setelah menunggu dua jam lamanya, Arandita mulai membuka mata nya perlahan, ia melihat sekelilingnya tidak ada siapapun di sana. Arandita merasa haus dan kerongkongan nya yang terasa kering.


Ia ingin mengambil gelas namun tangannya tidak sampai, gelas pun terjatuh membangunkan vino yang tertidur di luar ruangan Arandita.


Vino setengah berlari masuk ke ruangan Arandita, "Nona apa kau membutuhkan sesuatu?"


"Aku haus " ucap arandita lirih ia masih begitu lemas dan tak bertenaga saat ini.


"Tunggu sebentar, biar aku ambilkan minum untukmu." Vino pun langsung bergehas mengambilkan air minum untuk Arandita, dan menyodorkan sebotol air mineral yang sudah ia buka untuk Arandita.


"Terimakasih,'' Arandita langsung meneguk habis air tersebut.


"Apa kau masih memerlukan sesuatu yang lain?''

__ADS_1


"Tidak, terimakasih.''


"Sebaiknya anda kembalilah tidur dan beristirahat, agar anda cepat pulih nona."


"Tidak, aku harus pulang sekarang juga aku yakin ibu pasti sedang cemas menungguku saat ini." Ucap Arandita yang langsung membuka paksa jarum infus yang tertancap di tangannya.


"Kau tidak perlu khawatir nona, ibu anda sedang dalam perjalanan kemari. Jadi saya mohon beristrahatlah."


"Tapi"


"Tunggu aku akan memanggil dokter untuk memeriksa keadaanmu.'' Ucap Vino yang langsung memencet tombol darurat untuk memanggil dokter.


Sedangkan Arandita kembali berbaring di ranjang pasien VIP, karena revan sudah meminta para perawat untuk memindahkannya agar Arandita merasa nyaman disana.


"Arandita kau baik-baik saja nak?'' Ucap ibu sambil berjalan memasuki ruangan yang Arandita tempati.


"Ibu, Aran baik. Ibu jangan khawatir putri ibu ini kan jagoan."


"Dasar anak nakal, selalu saja buat ibu khawatir!" Ucap Bu Winda yang langsung menarik kecil telinga putrinya.


"Maaf bu." Arandita langsung memeluk ibunya dengan erat.


Vino yang melihat keakraban antara ibu dan anak itu pun, tersenyum melihat cara mereka berinteraksi satu sama lain.


"Ini sudah malam kalian tidurlah, saya akan tidur di luar jika anda membutuhkan sesuatu panggil saja saya"

__ADS_1


Saat Vino akan pergi ke luar. Bu Winda menghentikan langkah kakinya Vino pun langsung berbalik dan menanyakan apa yang mereka butuhkan. Namun Bu Winda hanya menggeleng dan mendekati Vino.


"Siapa nama mu nak?"


"Saya vino nyonya''


"Panggil ibu saja jangan nyonya, karena saya hanyalah orang biasa''


Vino hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Nak Vino di luar sangat dingin, lebih baik kau tidur lah di sana.'' Ucap bu winda menunjuk pada sofa yang terlihat empuk.


"Itu tidak perlu bu saya akan menunggu di luar saja.'' Tolak Vino secara halus.


"Sudah jangan malu-malu ayo tidur lah disana, kami tidak akan menggangu mu.


Istirahatlah."


"Dan terimakasih sudah membantu Aran." Ucap bu Winda lagi.


Vino tersenyum dan mau tidak mau, Vino pun mengikuti perintah ibunya Aran, karena memang benar adanya jika ia tidur di luar udaranya sangat dingin dan menusuk tulang.


Hari sudah semakin larut. Namun Arandita tak bisa memejamkan matanya kembali, kini pandangan matanya terus tertuju pada pintu. Hatinya menunggu seseorang yang datang, namun ia sendiri pun tak tahu siapa yang dia tunggu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2