Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 154


__ADS_3

namun"sayang kenapa kau malah melamun" tanya recan pada dang istri.


"tidak apa-apa mas" arandita pun tersenyum manis pada suaminya.


cup


"senyuman ini hanya untuk ku dan kau tidak boleh memperlihatkan nya pada orang lain" ucap revan.


arandita memutar bola matanya saat mendengar perkataan yang di lontarkan oleh suaminya.


"selamat ulang kalian berdua" ucap mama elisa pada anak dan menantunya.


"terimakasih ma" arandita terseyum tulus pada mama elisa


namun kini raut wajahnya langsung berubah menjadi murung seketika saat mengingat kembali bahwa ibunya sudah di panggil oleh sang Khaliq dan sahabatnya akan pulang ke negara ayahnya berasal.


"kebahagiaan ini tidak lengkap tanpa kalian berdua" ucap arandita dalam hatinya.


"sayang kenapa kau sedih" tanya mama elisa dengan lemah lembut.


"aran hanya ingat pada ibu ma"


"ikhlaskan ibu mu sudah bahagia di alam sana bersama dengan ayah mu, mereka berdua pasti sedang melihat ku di sini nak"


"terimakasih ma, mama mau menerima aran sebagai menantu mama" arandita langsung memeluk mama mertuanya dengan sangat erat.

__ADS_1


para tamu undangan pun sangat terharu melihat apa yang sedang mereka lakukan saat ini.


"ma dimana vino kenapa dia belum terlihat sama sekali" tanya revan sambil memindai mencari keberadaan sepupunya di seluruh ruangan itu, namun revan tak menemukan keberadaan sepupunya itu.


sedangkan vino sedikit menjauh dari Acara yang sedang berlangsung saat ini untuk mencari keberadaan seseorang, namun tiba-tiba lampu nya padam membuat suasana di ruangan itu menjadi gelap gulita membuat suasana sedikit riuh.


tiba-tiba satu lampu menyorot ke arah seorang wanita yang berdiri membelakangi mereka semua dengan rambut yang terurai.


"dengan mu takkan pernah habis waktu, semua gelombang rasa hanya dengan mu, denganmu romansa tetap menggebu, percikan awal pesona, engkau terindah.''


suara alunan merdu di iringi musik pun menambah suasana romantis malam ini, riuh tepuk tangan para tamu undangan yang hadir di pesta itu pun terdengar sampai ke telinga gadis yang kini sedang bernyanyi membelakangi semua orang.


vino terlihat heran bahwa seingatnya ia tidak memesan orang untuk membawa lagu untuk acara pembuka ataupun penutup resepsi pernikahan sepupunya ini.


gadis itu pun tersenyum dan menghampiri pasangan pengantin yang berdiri di atas panggung pernikahan, sorot lampu itu tidak terlalu memperlihatkan siapa yang sedang berjalan sambil bernyanyi saat ini membuat vino merasa sangat penasaran dan mengikuti kemana gadis itu pergi.


sedangkan arandita terseyum menyambut gadis penyanyi itu, gadis itupun memberikan mic kepada arandita dan kini mereka berdua bernyanyi bersama-sama.


"engkau dan aku akan selalu menyatu, takkan pernah tergantikan, kisah kita kan tetap abadi, engkau dan aku akan selalu menyatu, takkan pernah tergantikan, kisah kita kan tetap abadi untuk selama-lamanya.


dua wanita itu kini bernyanyi sambil saling berpelukan dengan suara merdu mereka, membuat revan sedikit tak percaya bahwa istrinya juga bisa bernyanyi.


setelah lagu selesai lampu pun kembali menyala memperlihatkan dua sahabat yang kini saling berpelukan.


"Marissa terimakasih untuk semuanya" ucap arandita dengan suara seraknya.

__ADS_1


"ini adalah malam yang berkesan untukmu Bestie tapi aku tidak bisa menemani mu sampai akhir acara ini, karena sebentar lagi aku harus pergi maafkan aku aran aku harap kau bahagia untuk selamanya suatu hari nanti aku akan datang untuk menengok keponakan ku ini'' ucap marissa sambil mengelus-elus perut sahabatnya.


"tuan revan aku titipkan sahabat terbaikku padamu sebelum aku pergi meninggalkan negara ini, semoga kalian bahagia" ucap marissa dengan penuh ketulusan.


revan hanya mengangguk dengan wajah datarnya, kini Marissa pun menatap ke arah vino dan terseyum.


"hey tuan menyebalkan terimakasih sudah selalu membuatku kesal, aku pasti akan merindukan mu nanti" canda Marissa.


vino hanya diam saja mencerna semua perkataan yang keluar dari mulut Marissa.


"Tante Marissa pergi dulu ya" pamit Marissa pada mama elisa.


"hati-hati di jalan sayang jika ada waktu datanglah kemari jangan sampai putus kontak dengan kami"


"siap tante" Marissa langsung mengacungkan jempol nya.


"ayo kita berangkat sekarang" ajak zayn meninggalkan tempat itu.


Marissa terseyum dan melambaikan tangannya pada semua orang yang berada di sana.


...selesai...


terimakasih untuk semua dukungan kalian maaf jika masih banyak typo.


jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul "SETELAH 11 TAHUN PERNIKAHAN"

__ADS_1


TERIMAKASIH SAMPAI JUMPAđź‘‹đź‘‹


__ADS_2