Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 146


__ADS_3

Marissa menatap wajah tampan vino dengan sangat intens Marissa begitu takjub dengan keahlian memasak yang dimiliki oleh vino.


"sepertinya kemampuan memasak ku kalah oleh pria menyebalkan itu, tapi kalau di lihat-lihat dia sangat tampan saat memasak"


Marissa terus berkata-kata dalam hatinya, setelah puas memandangi wajah tampan vino kini pandangan nya turun ke bibir eksotis vino Marissa merasakan jantungnya berdetak lebih cepat saat mengingat dua kali sudah ia merasakan manisnya bibir eksotis milik vino.


"risa sadar risa" ucap marissa yang memegangi dadanya ia merasa sangat kegerahan saat mengingat kembali kecupan demi kecupan yang pernah mereka lakukan.


"ada apa dengan ku" ucap marissa sambil mengelap keringatnya.


"ayo kita makan" ucap vino mengejutkan Marissa.


"hey kau itu kenapa jangan takut aku tidak akan marah padamu soal tadi aku minta maaf padamu dan aku memang sudah salah dan berbuat tidak sopan pada mu"


namun Marissa tidak mengatakan apapun tatapan mata hanya pokus pada bibir vino, vino menyuapkan makanan ke dalam mulut Marissa karena sejak tadi Marissa hanya diam dan tak mengatakan hal apapun seperti sebelumnya.


"aku bisa makan sendiri" ucap marissa dengan nada ketusnya, untuk mengurangi rasa gugup dan detakan jantung nya yang tidak beraturan.

__ADS_1


vino hanya mecebikkan bibir nya saat melihat tingkah aneh Marissa, "setelah makan kita datang ke lokasi untuk melihat mereka mendekorasi gedung pesta"


mendengar perkataan vino Marissa langsung menghentikan makannya, "apa! apa kau sudah tidak waras lihatlah ini sudah larut malam tuan vino" ucap Marissa menunjuk pada jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11:35 malam.


"memangnya kenapa" tanya vino dengan santainya. "owh iya satu lagi mandi lah terlebih dahulu"


"tidak mau, aku tidak membawa pakaian ganti" ucap marissa beralasan.


"itu soal gampang aku akan memberikan pakaian ku untuk mu"


"tidak mau" tolak Marissa dengan cepat.


sedangkan Marissa pun hanya pasrah saja dengan apapun yang vino minta karena ia tahu vino tidak pernah main-main dengan ancaman nya.


"aku sudah selesai sekarang mana pakaian ganti untuk ku" tanya Marissa.


"mandilah terlebih dahulu nanti aku akan siapkan pakaiannya, kau tidak perlu khawatir aku tidak akan mengintipmu" vino langsung meneruskan kalimatnya sebelum marissa menyelanya.

__ADS_1


Marissa menghentakkan kakinya, "tunjukkan dimana kamar mandi nya" tanya Marissa dengan nada juteknya.


"ikut aku"


Marissa pun mengikuti vino di belakangnya tanpa berkata apapun lagi karena percuma saja bagi Marissa jika dia protes pun tidak akan pernah menang dari ancaman vino.


setelah Marissa masuk ke dalam kamar mandi vino membuka lemarinya dan mengambil kaos dan celana training untuk Marissa pakai, "aku ingin tahu bagaimana reaksinya jika harus memakai pakaian seperti ini di malam hari" kekeh vino dengan sejuta ide jahilnya.


Aaaaaaa....


teriakkan marissa dari dalam kamar mandi membuat vino terkejut, "risa ada apa" ucap vino sedikit berteriak.


namun Marissa masih menjerit ketakutan dan tidak perduli dengan pertanyaan vino.


"Marissa"


tak berapa lama Marissa pun keluar dan langsung berlari ke dalam pelukan vino, membuat vino terkejut dengan apa yang ia lihat di hadapannya.

__ADS_1


glekkk..


__ADS_2