Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 128


__ADS_3

Arandita kesulitan bernapas karena ulah suaminya, "bernafas lah sayang"


"kau itu menyebalkan" ucap arandita sambil memanyunkan bibirnya.


revan terkekeh geli melihat ekspresi wajah istrinya kini ia melihat bibir mungil istrinya yang sedikit bengkak karena ulahnya.


"maafkan aku sayang" ucap revan sambil membelai rambut istrinya dengan sangat lembut.


namun arandita hanya diam saja dia masih sangat kesal Dengan suaminya, revan pun semakin gencar menggoda istrinya itu.


tiba-tiba terdengar suara ruangan nya di ketuk dari luar, "tuan revan apa kau di dalam" tanya vino.


"Kami di dalam kak" jawab arandita.


"revan jawab aku cepat buka pintunya acaranya sudah akan di mulai"


"sebentar kak"


"percuma saja sayang vino tidak akan pernah mendengar suaramu"


"kenapa apa aku harus berteriak agar kak vino mendengar ku" Jawab arandita dengan polosnya.

__ADS_1


revan hanya tersenyum mendengar Jawaban dari istri nya lalu mengecup kening istrinya dengan lembut.


"ruangan ini kedap suara jadi walau pun kau berteriak sekeras apapun tidak akan pernah ada yang bisa mendengar suara mu"


"lalu jika aku terkunci sendiri di ruangan seperti ini bagaimana"


"revan cepatlah keluar semua tamu sudah menunggu mu di bawah" ucap vino.


"manusia ini mengganggu saja" Revan pun mengancingkan bajunya dan memakai jas-nya sambil berjalan membuka pintunya karena vino terus saja berteriak.


ceklek..


sedangkan vino hanya cengengesan tanpa merasa bersalah sedikit pun, Arandita pun ikut keluar setelah memperbaiki riasannya yang hancur karena ulah suami tampan nya.


"kak vino dimana Marissa" tanya arandita karena ia tidak melihat keberadaan sahabatnya bersama vino.


"aku tidak tahu"


arandita langsung meneliksik wajah vino, "bukankah kau tadi bersamanya kak lalu dimana dia sekarang"


"aku, aku hmm dia pergi setelah kami selesai berdansa" jawab vino semakin gugup.

__ADS_1


arandita menghela nafasnya "kalian itu selalu saja tidak pernah akur" ucap arandita sambil berjalan melewati vino yang berdiri di sana di ikuti revan yang berjalan menyusul istri nya.


vino pun menghela nafas panjangnya karena ia masih malu dan merasa sangat bersalah kepada Marissa dengan apa yang sudah ia lakukan di lantai dansa.


"Kau memang bod*h vin" ucap vino pada dirinya sendiri lalu ia pun ikut keluar dari ruangan itu.


suasana pesta malam itu semakin meriah kembang api pun mulai bertaburan di langit malam saat menyambut kedatangan big bos dan istrinya hadir di tengah-tengah pesta itu.


"terimakasih untuk para tamu yang hadir mari kita mulai acara puncak dari malam ini" ucap revan dengan penuh wibawa.


semua tamu pun bertepuk tangan dengan sangat meriah, tiba-tiba mama Elisa dan ibu winda pun berjalan ke arah putra-putri mereka dengan anggun membawakan kue yang akan di potong.


"Ibu" arandita merasa sangat senang karena ibunya juga hadir di sana.


"ibu" arandita langsung memeluk ibunya dengan sangat erat, ''aran kangen ibu''


"ibu juga kangen makanya ibu datang ke pesta ini" ucap ibu winda sambil melerai pelukannya.


revan pun datang menyambut ibu mertua dan mamanya, pesta pun berlangsung sangat meriah malam itu dengan berbagai kejutan istimewa untuk arandita.


sedangkan marissa diam di toilet untuk terus membersikan bibirnya, "dasar pria gila aku sangat membencimu Pinokio" teriak Marissa

__ADS_1


__ADS_2