Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 83


__ADS_3

Walau merasa sangat lelah Marissa terus berlari dari pengejaran para preman itu, namun tanpa sengaja Marissa terjatuh karena tersandung kakinya sendiri.


"Aww.." Marissa meringis merasakan sakit di lututnya karena terjatuh dengan cukup keras.


"Owh sayang sekali kau terjatuh ya, sini coba lihat mana yang sakit ck..ck..ck" kemudian preman itu pun tertawa terbahak-bahak melihat Marissa yang sudah tidak berdaya.


aku mohon seseorang selamat kan aku.


Marissa berdoa di dalam hatinya.


"Jangan pernah mendekat padaku" teriak Marissa.


"Aku sudah katakan padamu jangan berteriak di depanku" bentak preman itu dengan penuh emosi.


karena merasa sangat kesal pada Marissa yang selalu berteriak padanya kemudian preman itu akan memukul Marissa, dengan cepat marissa pun menutupi wajahnya.


brakkk bukk gubrakkk


suara seseorang jatuh di hadapannya namun Marissa masih menutupi wajahnya karena merasa ketakutan.


teriakan kesakitan dari para preman itu membuat rasa penasaran Marissa hingga ia membuka matanya, dan melihat apa yang sedang terjadi di hadapannya saat ini.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja" tanya seorang pria yang berada di hadapannya.


melihat siapa yang berada di hadapannya dengan cepat Marissa pun memeluk pria itu.


"Tolong jangan Tinggalkan aku, bawa aku pergi dari sini" ucap marissa penuh ketakutan dan menangis sesenggukan di pelukan pria itu.


flashback


setelah vino sampai di apartemen nya vino merasa sangat tidak tenang dan masih selalu terbayang-bayang Marissa saat membuka kap mobil.


"Kenapa gadis menyebalkan itu selalu membuat aku kesal saja"


dengan cepat vino mengambil kunci mobil nya dan memutuskan untuk kembali ke tempat dimana mobil Marissa berada, namun saat vino sampai di tempat itu ia tidak melihat keberadaan Marissa di sana.


"Apa mungkin dia sudah pergi dengan seseorang" tanya vino dalam hati.


karena merasa sia-sia vino mengkhawatirkan gadis yang selalu membuat nya kesal dan marah secara bersamaan, vino pun memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu.


namun setelah beberapa puluh meter meninggalkan tempat dimana mobil Marissa berada, vino pun melihat gadis yang ia kenal sedang di kejar oleh tiga pria itu terjatuh dan menutupi wajahnya karena ketakutan.


"sial"

__ADS_1


dengan cepat vino berlari menghampiri nya dan memukuli para preman itu, untuk menolong gadis yang selalu membuat nya naik darah setiap mereka bertemu.


perkelahian tak seimbang pun berlangsung akibatnya vino mendapat beberapa pukulan di bagian wajah dan perutnya, walau akhirnya para preman itu pergi setelah mendapat serangan balik dari vino.


setelah para preman itu pergi meninggalkan mereka berdua di tempat itu, barulah vino menghampiri Marissa yang sedang merasa sangat ketakutan.


"Apa kau baik-baik saja?"


flashback end


vino merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Marissa, dengan sedikit ragu-ragu vino pun mulai membalas pelukan Marissa pada nya.


"tenanglah semuanya baik-baik saja"


Dengan cepat vino pun membawa Marissa ke klinik terdekat untuk mengobati lukanya, setelah selesai vino pun mengantarkan Marissa ke apartemen nya.


"Mobil mu sudah aku bawa ke bengkel, aku akan menghubungi mu jika sudah selesai"


"Terimakasih" ucap Marissa tulus.


vino hanya tersenyum dan pergi begitu saja meninggalkan Marissa di sana, Marissa menatap punggung vino yang semakin jauh dari pandangan nya.

__ADS_1


sedangkan di mansion Alexander sedang heboh karena kedatangan seseorang.


bersambung...


__ADS_2