Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 90


__ADS_3

"bu nanti kita bicarakan di rumah aja ya" arandita berbisik pada ibunya. "nanti ibu boleh marahin Aran sepuasnya deh" bujuk arandita lagi.


"Oke, ibu tagih janji mu nanti" ibu winda menatap sengit pada putrinya, kemudia ibu mulai tersenyum kepada semua orang yang sedang menatap aneh ke arah mereka.


"Ini semua gara-gara kamu" arandita menatap Marissa dengan tatapan sengitnya.


"sorry bestie keceplosan" tanpa merasa bersalah Marissa tertawa cekikikan.


ingin sekali arandita mencakar wajah menyebalkan sahabatnya itu namun ia urungkan, karena ini bukan kesalahan Marissa sepenuhnya.


"sabar aran" arandita menarik nafas nya panjang lalu menghembuskan nya secara perlahan.


acara wisuda pun berjalan dengan lancar, kini arandita sudah mendapatkan ijazah dan gelar sarjana hukum nya ia merasa sangat bangga dan bahagia dengan pencapaian prestasi yang telah ia dapat.


"sayang terimakasih sudah hadir dalam hidup mama, sehat-sehat kamu di dalam perut mama" arandita mengelus perutnya yang masih datar dengan penuh kasih sayang.


"Hallo arandita, selamat ya akhirnya kita akan berpisah sayang sekali bukan" vinia datang bersama dengan dua temannya.


"hmm.." arandita hanya menjawab dengan dehaman saja.

__ADS_1


"jangan lupa datang ke acara pernikahan ku nanti malam" bisik vinia di samping telinga arandita.


arandita hanya tersenyum terlihat biasa saja, "kau tenang saja aku pasti datang"


"Hai trio somplak sedang apa kalian disini mengganggu pemandangan saja" Marissa muncul di balik punggung sahabatnya.


"hei yang somplak itu lu bukan kita" kesal Jesica dan di angguki oleh siska.


"oyeah.. masa sih? terus ngapain kalian disini jauh-jauh sana sepet bange gue liat wajah kalian yang biasa aja." Marissa memasang wajah menyebalkan nya dan, mengibas-ngibaskan tangannya pada ketiga wanita yang selalu membuat onar di kampus nya.


"kau dasar gadis payah" kesal siska.


"coba lihat deh kuku punyaku cantik kan" Marissa memamerkan kukunya.


"dasar kampungan" ucap vinia sambil berlalu meninggalkan Marissa di sana.


"Apa hubungan nya kampungan sama kuku aku yang cantik ini, iya kan ran" Marissa mulai mencari pembelaan dari sahabatnya.


"udah nggak usah di layanin pulang yuk, pegel nih kaki" ajak arandita.

__ADS_1


"yaudah yuk''


"tunggu dimana ibu" arandita celingukan mencari keberadaan ibunya yang tiba-tiba hilang di antara mereka.


di sebrang jalan dua orang pria sedang memperhatikan gerak-gerik antara arandita dan Marissa "Dia memang gadis bar-bar yang menyebalkan namun terkadang ah..." vino tidak melanjutkan perkataannya.


sedangkan pria di samping vino menatap kagum dan penuh kerinduan pada arandita istri nya, dalam hati ingin sekali ia berlari memeluk dan memberikan selamat pada istrinya namun rasa gengsi yang besar membuat revan mengurungkan niatnya.


"Ayo jalan" titah nya pada vino.


"Kenapa, bukankah kau ingin menemui istri mu?" tanya vino terheran dengan sikap revan.


"Aku sudah melihat nya, sekarang ayo kita kembali ke kantor"


dengan pasrah vino pun melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu, berpapasan dengan mobil revan pergi arandita melirik ke arah dimana mobil revan berada tadi.


"Kamu liat apaan sih ran" tanya Marissa yang juga ikut melihat ke arah pandang sahabatnya.


"Nggak ada apa-apa, ayo kita cari ibu" ajak arandita meninggalkan tempat itu dan mulai mencari keberadaan ibunya.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2