Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 27


__ADS_3

Setelah hari itu revan dan Arandita pun tak pernah bertemu lagi, karena mama Elisa tak mengijinkan mereka pergi ke kantor. Hanya Vino saja lah yang datang ke kantor setiap harinya.


Hari demi hari berlalu dengan sangat cepat, namun tidak ada keputusan apapun yang di ambil oleh Revan sehingga Arandita hanya pasrah dengan penikahan mendadak nya.


Arandita hanya berharap apapun keputusannya saat ini adalah jalan yang terbaik untuknya, dan tak menyakiti siapapun terutama hati ibunya yang sangat Arandita sayangi.


Kini Arandita telah di rias dengan sederhana, sesuai permintaan mempelai pria, tak ada kata mewah ataupun resepsi pernikahan, layaknya pernikahan para sultan.


hanya acara ijab qobul yang di hadiri oleh kerabat terdekat dan para tetangga saja. Karena Revan menolak keras untuk mengadakan acara pernikahan yang mewah.


Awalnya mama Elisa kecewa dan tidak setuju dengan persyaratan yang di minta oleh putranya, namun Revan menjelaskan alasan yang masuk di akal pada namanya. Karena itulah mama Elisa setuju dengan persyaratan yang diberikan oleh putranya.


Kini dua calon pengantin sudah duduk berdampingan menghadap pada bapak Penghulu dan wali nikah dari Arandita yaitu adalah pamannya sendiri.


Saat acara yang akan berlangsung Arandita mendengar bisik-bisik para tetangga yang mencela dirinya. Mereka menyangka bahwa arandita telah hamil di luar nikah karena hanya melakukan ijab qobul saja.


Tidak ada acara resepsi pernikahan atau pun yang lainnya, Arandita yang mendengar para tetangga yang saling berbisik dan mencela dirinya. Namun ia berusaha untuk tetap tegar dan menerima semua ejekan dan cemoohan dari para tamu undangan nya.

__ADS_1


Arandita mengepalkan tangannya. ''Apakah sehina itu diriku di mata mereka.'' Batin Arandita menangis saat ini. dan mencengkram kuat tangannya, hingga kuku-kukunya menancap dan melukai dirinya sendiri. Arandita menahan rasa kesal, marah dan sedih dalam hatinya.


"Sabar Arandita, entah semua ini awal dari pe deritaan atau awal dari kebahagiaan semuanya akan sama saja bukan?" gumamnya dalam hati.


Sedangkan Revan yang berada di sampingnya hanya diam, dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Kini acara ijab qobul pun di mulai. Dengan satu tarikan nafas, akhirnya Arandita sudah sah menjadi nyonya Alexander.


Disinilah perjalanan cinta Arandita akan di mulai. Menjalani kehidupan pernikahan dengan pria yang tidak mencintainya adalah sebuah mimpi buruh bagi Arandita, namun ia hanya bisa pasrah saja dengan hal ini.


"Apa ibu senang sudah mengusir Aran sekarang?" Arandita langsung memeluk ibunya dengan erat sambil menangis haru.


"Dasar anak konyol, mana mungkin ibu mengusir putri kesayangan ibu ini. Kau sudah menjadi istri sekarang, ingat kau harus patuh pada suamimu dan menuruti apa pun perintahnya maka kamu akan mendapatkan ridho alloh."


"Aran akan berusaha bu.''


Kini ibu beralih ke pada Revan dan memberikan nasihat nasihat yang baik untuk mereka.

__ADS_1


"Nak Revan, sekrang ibu titipkan putri ibu padamu, jaga dan sayangilah istrimu, jika kau bosan kau hanya perlu mengembalikan nya pada ibu."


Revan hanya mengangguk dan tersenyum pada ibu lalu memeluk ibu mertua nya.


"Selamat untuk kalian berdua, semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian!" seru mama Elisa yang tak kalah hebohnya. Kini mama Elisa pun memeluk Arandita dan Revan srcara bersamaan.


"Terimakasih ma," jawab Arandita dan Revan serempak.


Vino yang menyaksikan pernikahan mereka pun mengabadikan momen pernikahan big bos nya.


"Menurut mu apa pernikahan mereka berdua akan berlangsung dengan baik?'' ucap seseorang yang berada di sampingnya.


''Entahlah, lalu bagaimana mana menurut mu"


"Aku harap semua akan baik-baik saja, jika tidak maka akulah yang orang yang pertama, yang akan menghukumnya. Lalu orang itu pun pergi meninggalkan vino, yang masih berdiri di tempatnya, dengan perasaan aneh dan bercampur bingung. Vino hanya mengangkat kedua bahunya, tanda tak perduli yang di katakan oleh orang tersebut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2