
Di sebuah klinik dokter Obgyn Arandita sedang memeriksa kan kandungan nya, walau sebenarnya ia pun masih tak percaya dengan kehamilan nya itu.
namun arandita tetap berusaha untuk menjaga janinnya, walau harus merahasiakan nya terlebih dahulu dari semua anggota keluarga.
"Janin dalam kandungan anda baik dan sehat kini usia janin baru tiga Minggu" Dokter obgyn itu pun mulai menjelaskan gambar yang berada di layar monitor.
sembari mendengarkan detak jantung janin yang terdengar lembut di telinga arandita, Arandita tersenyum mendengar nya, namun Marissa menatapnya dengan tatapan aneh.
"Dok, dokter yakin titik itu adalah bayi, dokter tidak sedang bercanda kan" tanya Marissa dengan wajah polosnya.
kemudian dokter itu pun tersenyum dan menjelaskan bagaimana janin tumbuh di dalam rahim sebelum lahir ke dunia.
setelah mendengar penjelasan sang dokter Marissa pun mengangguk tanda mengerti.
setelah arandita selesai melakukan pemeriksaan nya, dokter pun menyarankan arandita untuk mengkonsumsi vitamin dan makanan yang bergizi agar janin bisa berkembang dengan baik.
setelah mendengarkan saran dari dokter, arandita dan Marissa pun keluar dari klinik itu.
namun saat dalam perjalanan menuju tempat parkir arandita dan marissa melihat dosen angga dan vinia yang berjalan memasuki klinik tersebut.
__ADS_1
"Itu vinia kan sa"
"Iya sama dosen angga''
"ngapain ya mereka kesini" arandita mulai bertanya-tanya dalam hatinya.
"Mungkin mau periksa kehamilan sama seperti kamu" Jawab Marissa sekenanya.
"Huss.. ngawur kamu mereka baru akan menikah dua hari kemudian, mana mungkin mereka akan memeriksa kandungnya" ucap arandita mengingatkan .
"Ya bisa aja kali ran"
"Yasudahlah biarkan saja, ayo lebih baik kita makan aku sudah sangat kelaparan ini" arandita pun langsung menarik tangan sahabatnya.
khusus hari ini saja
"Jadi kita mau kemana?" Tanya Marissa saat mereka sudah berada di dalam mobilnya.
"restoran yang baru buka beberapa waktu lalu aja sa, katanya di sana seafood nya enak"
__ADS_1
"Owh hallo Zivanya arandita sejak kapan kamu bisa makan seafood, yang ada nanti gue pulang kena omel ibu."
"sudah berapa kali ibu bilang jangan bandel, jangan makan aneh-aneh"ucap Marissa yang menirukan suara ibu.
"Plis sedikit aja sa lagi pengen banget ini, emang nggak kasihan apa sama si baby" arandita mulai memakai tampang melownya.
"Iya deh iya, tapi aku angkat tangan kalau sampai alergi nya kumat."
"terimakasih aunty canti, ayo let's go" arandita pwbuh dengan semangat.
setelah beberapa saat kemudian mereka berdua pun sudah sampai di restoran yang diinginkan oleh arandita.
dengan wajah penuh cerita khas arandita , mereka berdua pun langsung duduk di bangku.
"Selamat siang nona-nona, silahkan mau pesan apa?'' tanya pelayan restoran utu dengan ramah.
Dengan cepat arandita pun mulai memesan makanan yang ia inginkan saat ini.
"Arandita kamu yakin mau pesen itu semua," Marissa merasa sangat heran tidak seperti biasanya arandita membeli banyak makanan untuk dirinya, karena yang Marissa tahu arandita adalah wanita yang selalu mementingkan kesehatan nya.
__ADS_1
"Yakin lah masa enggak!" ucap arandita yang duduk manis menunggu makanan yang kalian ledan sidah habis.
tak berapa lama pelayan pun datang untuk memberikan pesanan yang arandita pesan saat ini.