Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 33


__ADS_3

Hari berganti dengan sangat singkat, adzan subuh berkumandang Arandita bangun untuk menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim, setelah selesai ia pun bersiap-siap untuk pergi ke pasar tradisional menggendarai motornya.


Arandita membeli semua bumbu dapur dan berbagai macam sayuran serta lauk pauk, dan beberapa macam buah-buahan. Setelah selesai Arandita pun pulang ke mansion dengan beberapa kantong plastik besar yang ia bawa.


''Sepertinya sebanyak ini cukup untuk satu minggu lebih," gumam Arandita yang menatap beberapa kantong plastik hitam di tangannya.


"Ya ampun berat juga ternyata!" Ucapnya sambil terus membawa semua barang-barang nya ke dalam mansion.


Dengan cekatan Arandita membuka semua plastik yang berisi bahan makanan dan sayur mayur yang ia beli, dan mencucinya lalu memasukkan nya ke dalam kulkas.


Setelah selesai Arandita pun mulai memasak makanan untuk sarapan pagi karena hari ini adalah hari libur, ia memasak lebih banyak karena Revan juga pasti akan makan di rumah pikirnya.


Revan terbangun setelah mencium bau harum masakan yang Arandita masak. Revan pikir mama Elisa dan para koki sudah kembali, kini ia pun berjalan menuju dapur karena perutnya yang minta diisi setelah mencium wangi masakan tersebut.

__ADS_1


Namun saat sampai di dapur yang ia lihat bukanlah mama nya melainkan istri kontraknya yang sedang berkutat dengan bahan makanan yang sedang Arandita masak. Sejenak Revan terpukau melihat cara Arandita memasak.


Revan terus memperhatikan Arandita yang tengah pokus pada pekerjaan nya, tanpa sadar kini ia pun tersenyum. Namun Revan kembali sadar dan melangkahkan kakinya meninggalkan dapur sebelum Arandita menyadari keberadaan nya.


Saat ini Revan menelpon Vino agar datang ke rumahnya, walaupun ini hari libur namun Revan tidak menyia-nyiakannya waktu nya hanya untuk bersantai di rumah.


Sedangkan di dapur Arandita sudah selesai memasak dan menyiapkan semua makan yang sudah ia buat ke meja makan. Dan menunggu sampai Revan keluar dari kamarnya.


Setelah beberapa menit berlalu, namun Revan tidak kunjung datang membuat Arandita sedikit kesal. "Apakah aku harus sesabar ini menunggu nya! andai saja aku bisa, ingin sekali aku memaki nya saat ini."


Tokk.. Tokk.. Tokk..


Revan pun membuka pintu kamar dengan masih menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.

__ADS_1


"Ada apa?" ucapnya dengan nada ketus.


Sedangkan Arandita langsung memalingkan wajahnya, saat melihat perut sispek di hadapannya.


"Tuan ayo kita sarapan, aku sudah


memasak untuk kita!"


"Itu tidak perlu. Kau makan saja sendiri, aku tidak berselera dengan masakan mu dan pergi lah!" jawab Revan yang langsung menutup pintunya sedikit kencang.


Lain di mulut lain juga di hati, sebenarnya Revan merasa sangat lapar mencium bau makanan yang di buat Arandita hanya saja ia terlalu gengsi untuk mengakui nya.


"Dasar sombong sekali dia! ingin sekali aku memberikan pelajaran berharga untuk nya. Belum tahu saja siapa Arandita yang sebenarnya." Ucap Arandita yang langsung menendang udara.

__ADS_1


Arandita pun langsung pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke meja makan dan memutuskan untuk menyantap sarapannya sendiri.


"Lihat saja akan aku habiskan semua ini dan tak akan menyisakan untuknya sedikit pun!'' Arandita terus mengumpat Revan dalam hatinya dan pokus pada makann yang sedang ia makan hingga ia tak menyadari seseorang datang menyapanya, dan membuat Arandita tersendak makanan yang sedang ia makan.


__ADS_2