Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 71


__ADS_3

Arandita merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, ia terus menatap punggung revan yang menghilang di balik pintu kamar mandi.


Dengan perasaan kesalnya Arandita pun keluar dari kamarnya, dan membating keras pintu kamar itu.


"dia pikir dia itu siapa, yang seenaknya saja membuangku setelah dia tidak membutuhkan ku" arandita terus saja mengomel tidak jelas, dan melewati vino begitu saja.


"Arandita ada a.." belum juga vino menyelesaikan perkataannya, arandita sudah membuat vino bungkam.


"Diamlah! semua pria sama saja" ucap arandita sambil berlalu pergi meninggalkan mansion.


"Dia itu kenapa, tidak seperti biasanya arandita bersikap seperti itu, apa dia sudah tertular penyakit somplak sahabatnya itu"


vino pun mengingatkan kembali sosok gadis yang selalu membuat nya kesal, lalu kemudian ia bergidik ngeri saat mengingat wajah menyebalkan Marissa.


Arandita kini melajukan sepeda motor nya menuju kantor polisi untuk menemui, polisi yang bernama zayn Pradipta.


namun saat sudah sampai di sana ternyata polisi zayn sudah tidak ada di kantor nya karena pergantian waktu bekerja.

__ADS_1


lalu arandita mencoba untuk meminta alamat polisi zayn, namun polisi yang bertugas saat ini tidak ada seorang pun yang berani memberi tahu alamat rumah pribadinya.


arandita menghembuskan nafasnya, "berpikir arandita" arandita memutar otaknya agar tetap mendapatkan alamat rumah polisi zayn dengan cara apapun.


Keberuntungan mungkin sedang berpihak pada arandita, polisi zayn kembali ke kantor polisi untuk mengambil barangnya yang tertinggal di sana.


"permisi Komandan ada yang mencari anda di sana" seorang polisi menunjukkan ke arah arandita yang sedang duduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Baiklah terimakasih" ucap polisi zayn pada rekannya, lalu ia pun mulai melangkahkan kakinya mendekati arandita, karena penasaran siapa perempuan yang mencarinya itu.


"permisi apa anda mencari saya" tanya polisi zayn pada arandita yang sedang duduk melamun di sana.


"owh ternyata kau ada apa, apa ada yang tertinggal di sini" tanya zayn ramah.


Arandita sedikit gugup, lalu mengembuskan napasnya perlahan, "Pak Zayn Pradipta apa anda mengenal Zia Andara"


deghhh

__ADS_1


benar saja apa yang sudah di pikirkan arandita, setelah mendengar pertanyaan dari arandita raut wajah Zayn berubah sendu dan juga marah.


lalu zayn memegang tangan arandita membawanya pergi keluar dari kantor polisi, setelah sampai di tempat parkir zayn melepaskan tangan arandita dan menyuruhnya untuk pulang.


namun arandita bersikukuh dengan pendiriannya untuk membantu zia mendapatkan keadilan, "Saya mohon sebentar saja" ajak arandita, dengan sedikit memaksa akhirnya zayn mau ikut dengan arandita menaiki motornya.


arandita membawa zayn ke sebuah taman terdekat, dan arandita pun memilih tempat yang tidak terlalu ramai agar ia bisa berbicara dengan lebih leluasa dengan zayn.


sedangkan zayn seperti tidak ingin membahasnya lebih jauh lagi karena, akan terus mengingatkan sebuah penghianatan yang sudah lama ia lupakan.


"Kenapa kau mempertanyakan wanita itu padaku" Tanpa basa-basi Zayn langsung betanya pada arandita dengan nada sinisnya.


Arandita yang mengerukan keningnya melihat perubahan wajah Zayn yang tidak bersahabat.


"Bukankah dia kekasih mu'' arandita mulai menggali informasi lebih dalam lagi.


"Dia penghianat, aku tidak ingin mendengar namanya lagi" Zayn sedikit membentak arandita.

__ADS_1


namun arandita masih tetap tenang melihat zayn kini yang sedang tersulut emosi dan memukul batang pohon di hadapannya.


bersambung...


__ADS_2