
Revan langsung mengejar istrinya yang yang pergi begitu saja meninggalkan dirinya sendirian di sana, "sayang tunggu aku" teriak revan menghiraukan para tamu yang sedang melihat kearahnya.
"menyesal aku sudah berkata seperti itu padanya"
"sayang" revan mulai merayu istrinya yang sedang merajuk.
"pergilah" usir arandita.
"sayang" ucap revan kembali sambil meletakkan kepalanya di pangkuan sang istri.
ia pun kini mulai mengusap perut istrinya dengan penuh kasih sayang kemudian mengecupnya, ada perasaan hangat yang mengalir dalam hatinya membuat revan ingin terus menerus memeluk perut istrinya yang sedikit membuncit itu.
"sayang apa kau masih marah padaku?"
"tentu saja aku kesal padamu yang selalu berbuat seenaknya padaku" ucap arandita sambil mencebikan bibirnya.
cup
revena mengecup bibir manis istrinya yang kini sudah menjadi candu baginya "maaf" revan kembali meletakan kepalanya di pangkuan sang istri.
__ADS_1
"Kapan acara ini selesai aku ingin pulang kakiku sudah lelah ingin beristirahat"
namun saat itu juga tubuhnya melayang ,ya! siapa lagi kalau bukan karena suaminya. revan menggendong istrinya ala bridal style dan membawanya keluar dari pesta itu.
"vin ayo pulang ajak mama dan ibu mertuaku juga" perintahnya pada vino.
"siap tuan muda"
"wah mereka manis sekali ya"
"momen langka ini lihat lah Betapa bucinnya tuan muda Alexander" bisik-bisik pun terdengar lagi di teringa Arandita, ia melihat beberapa gadis sedang menatap kagum pada suaminya.
"para betina itu"
Arandita melihat tingkah laku Beberapa gadis yang sedang mencuri-curi pandang pada suaminya, namun ia hanya bisa pasrah dan diam saja karena memang arandita tak memungkiri bahwa suaminya sangatlah tampan.
"panggil aku dengan benar sayang atau aku tidak akan melepaskan mu malam ini" ucap revan sambil menaik turunkan alisnya.
"aku lupa tadi" revan pun langsung bergegas membawa istrinya masuk ke dalam mobilnya, dan keluar meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"sayang apa kau ingin sesuatu lagi" tanya revan pada istrinya, namun arandita diam tak menjawab pertanyaan suaminya.
karena sangan penasaran revan pun akhirnya menoleh kepada istrinya dan melihatnya sudah tertidur pulas.
"kau pasti sangat lelah melewati hari ini" ucap revan sambil membelai rambut istrinya.
setelah beberapa menit kemudian mobilnya pun sampai di halaman mansion, Revan langsung keluar dari mobilnya dan dan menggendong istrinya sampai ke kamar mereka.
Berbeda dengan Arandita kini Marissa sedang bingung harus mencari taksi di malam hari namun ia tak menemukan nya, Batrai ponselnya pun sudah habis ia tidak bisa menghubungi siapapun.
"pake mogok segala sih dasar mobil tua" kesal Marissa" rasa lelah dan mengantuk pun tiba hingga Marissa tertidur pulas di dalam mobilnya sendiri.
kemudian ia terbangun saat lampu mobil lain menyorot ke arahnya, "hei kau menghalangi jalan mundurkan mobilmu" teriak seorang dari dalam mobilnya.
"emangnya gue Samson Betawi otot kawat tulang besi bisa dorong mobil mati begini" Marissa mengumpat pria yang sedang memaki nya dari dalam mobilnya.
"Ah biarkan saja aku tidak perduli" ucap Marissa cuek.
brakkk brakkk brakkk
__ADS_1
kaca mobil Marissa pun di gedor dengan sangat brutal, "cepat buka dan singkirkan mobilmu"
"hei apa kau tidak punya sopan santun saat berbicara dengan seorang perempuan"