Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 68


__ADS_3

Arandita kini sudah berada di taman belakang, mansion Alexander bersama dengan vino dan juga mama elisa, untuk membahas tentang masa lalu Shella.


Arandita merasa terpesona dengan keindahan alam yang berada di hadapannya, Arandita menutup matanya dan menghirup udara segar di taman itu.


semilir angin sepoi-sepoi meniupkan harum nya bunga mawar yang mama Elisa tanam di taman itu, sejenak arandita lupa niat nya datang ke mansion.


"Apa kamu suka nak?" perkataan mama Elisa menyadarkan arandita, pada misinya datang ke mansion Alexander.


"suka ma" arandita tersenyum dan ikut duduk bersama mama mertua nya.


"dimana suamimu" tanya mama Elisa berbasa-basi.


raut wajah ceria arandita kini berubah sedih, saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan mama mertuanya.


"Mama pasti tahu dimana dia berada saat ini" arandita kini menatap wajah mama Elisa, dan menggenggam tangan mama mertua nya dengan penuh kasih.

__ADS_1


"maafkan mama arandita, mama tidak bisa mencegah nya, karena wanita itu sangat licik sekali." raut wajah mana Elisa pun kini berubah menjadi sedih dan merasa sangat bersalah.


"mama tidak perlu minta maaf mama tidak salah apapun" arandita menjeda perkataan nya, kemudian mengusap air mata mama Elisa dengan penuh kelembutan.


"Jangan nangis ma, tolong cerita kan apa, yang sebenarnya terjadi"


mama Elisa menghela nafas panjang, lalu ia melirik ke arah vino yang sedari tadi hanya diam, dan menjadi pendengar yang baik saja, dan vino menganggukkan kepalanya.


"Dulu zia dan Shella adalah sahabat baik, hingga suatu hari mereka menyukai pria yang sama, namun pria itu lebih memilih zia, Shella tidak terima jika cintanya di tolak begitu saja dan nekat mencelakai mereka."


Zia adalah seorang gadis periang dan suka dengan hal baru, tak hanya itu zia pun suka memotret pemandangan, dan apapun yang menurutnya Indah dan menarik.


hari ini adalah hari Minggu Shella dan zia pergi ke sebuah tempat taman bermain yang indah, karena terlalu pokus melihat gambar-gambar yang ia ambil memakai kameranya.


Zia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria tampan dengan senyum manis dan lesung pipi yang menghiasi wajahnya, hampir saja zia terjatuh jika tidak di tangkap oleh pria itu.

__ADS_1


Zia merasa sangat terpesona dengan keindahan yang berada di hadapannya, lama mereka terhanyut dalam suasana.


"maaf nona tadi saya tidak melihat anda disini. ucap pria itu dengan penuh sopan santun.


"Jangan me minta maaf, saya yang salah" mereka berdua pun mulai bercakap-cakap, memperkenalkan diri masing-masing.


Shella yang baru kembali dari toilet, sama seperti Zia Shella pun sama terpesona dengan ketampanan pria yang sedang bersama dengan sahabatnya.


Dan setelah hari itu zia semakin dekat dengan pria yang bernama zayn Pradipta, seiring waktu cinta pun tumbuh di antara mereka berdua, namun Shella merasa sangat iri dan dengki dengan kebahagiaan zia.


berbagai macam cara untuk memisahkan mereka, namun cinta mereka sangatlah kuat, hingga membuat hati Shella cemburu dan penuh dengan api dendam kemarahan pada zia.


Shella dan zia terlibat pertengkaran sengit, Shella menginginkan agar hubungan antara zayn dan zia berakhir, namun zia tidak terima, hingga shella pun nekat untuk mencelakai zia dengan cara mencopot rem mobil zia.


Shella pikir setelah zia tiada maka ia akan dengan mudahnya, untuk mendekati zayn.

__ADS_1


dengan senyuman penuh kemenangan, Shella melihat mobil yang di tumpangi zia melayang ke jurang melewati pembatas jalan.


__ADS_2