Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 51


__ADS_3

Arandita menurut mulut nya dengan kedua tangannya sendiri, ia terkejut dengan apa yang ia lihat di hadapannya.


"Oh ya ampun apa aku yang melakukan semua itu, memalukan sekali" arandita memijit pelipisnya yang tiba-tiba saja pusing karena malu melihat ulahnya sendri.


sedangkan penselnya terus berbunyi, dengan malas ia melihat siapa yang menelepon nya lalu mengangkat panggilan telepon nya, "Hallo sa"


mendengar ocehan sahabatnya di sebrang sana, arandita memukul keningnya sendiri, "iya tunggu sebentar" arandita langsung bergegas menuju kamar mandi.


Namun saat ia akan melangkahkan kakinya, ia merasa sakit di bagian intinya, "Oh ya ampun arandita, apa kau sudah tidak gadis lagi sekarang, sekarang aku sangat malu dengan diriku sendiri."


Arandita berbicara sambil terus berjalan tertatih menuju kamar mandi, itu semua tidak luput dari pandangan mata revan, ingin sekali revan membantu nya.


Namun revan mengurungkan niatnya, terlebih saat mendengar ocehan istrinya itu, Revan menghela nafas panjang nya dan menunggu arandita selesai mandi.


namun karena ia masih sangat lelah dan mengantuk akhirnya revan kembali tertidur dengan pulas, hingga ia tak menyadari bahwa istrinya sudah pergi meninggalkan kamarnya.


Arandita menuruni tangga menggendong tas besar di pundaknya, dan tas kecil di tangannya, mama elisa melihat menantunya turun seperti akan pergi meninggalkan rumah, ia merasa terkejut dan takut.

__ADS_1


"Arandita, kau mau pergi kemana nak?" mama Elisa menghampiri menantu kesayangan nya.


"Aran ada tugas kkn sebelum wisuda nanti ma"


mama Elisa pun bernafas lega karena apa yang ia pikirkan ternyata salah, lalu mama elisa meneliksik menantunya, setelah ia melihat apa yang ingin ia lihat, lalu ia tersenyum.


"baiklah, ayo kita sarapan dulu" ajak mama Elisa.


"Maaf banget ma, tapi aran nggak bisa ikut sarapan bareng mama, aran udah di tunggu Marissa di depan, Aran berangkat dulu ya" arandita mencivm tangan mama mertua nya dan pergi meninggalkan mansion, karena Marissa sudah mengklakson mobilnya berulang kali.


Arandita sedikit berlari menghampiri mobil sahabatnya, walaupun ia masih merasa sakit di bagian intinya.


"Tumben amat , seorang arandita telat" Marissa menelisik wajah sahabatnya.


"telat dari Hongkong, ini masih pagi risa baru juga jam delapan, kita kumpul aja jam sepuluh kan, masih ada dua jam lagi risa" jawaban arandita membuat Marissa cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Yaudah ayo kita berangkat, jangan lupa baca do'a dulu" Marissa menjalankan mobilnya meninggalkan mansion Alexander.

__ADS_1


Arandita pun berdo'a di dalam hatinya agar mereka selamat sampai tujuan san kembali pulang dengan selamat pula.


di dalam perjalanan Arandita hanya menatap ke arah jalanan yang ramai, sedangkan marissa pokus mengendarai mobilnya.


tiba-tiba saja terdengar suara perut arandita yang berbunyi nyaring sampai ke telinga sahabatnya.


"Kamu nggak sarapan ran?" Marissa menengok sekilas ke arah sahabatnya.


Arandita hanya tersenyum menampakkan barisan putih giginya, lalu merubah ekspresi wajah nya kembali melebarkan matanya sambil bercak pinggang.


"Tahu gak ini semua karna kamu yang mengklakson beberapa kali tadi, jadi aku buru-buru dan nggak sempet sarapan deh, padahal kan masih ada beberapa jam lagi kita kumpul di kampus"


Marissa yang melihat arandita yang tengah bercak pinggang di sampingnya, ia hanya mengacungkan dua jarinya saja sambil tersenyum manis ke arah sahabatnya, lalu bergegas mencari restoran terdekat.


bersambung


Hy bestie terimakasih sudah mampir di karya autor,❀️

__ADS_1


jangan lupa di like dan tinggalkan jejak kalian di komentar, sekalian juga tips hadiahnya.🀭😁 karena jempolmu semangat ku.πŸ’•


selamat membaca, dan selamat beraktivitas hari ini πŸ’ͺπŸ’ͺ


__ADS_2