
Tidak sesuai dengan yang revan bayangkan yang ingin mendengar kejujuran dan ungkapan cinta dari istri nya, kini ia malah mendengar hal lain yang mengejutkan dan membuat nya ingin sekali tertawa karena ungkapan hati istri-nya itu.
"istri konyol ingin sekali aku menggigit pipimu saat ini " kekeh revan dalam hatinya.
"Hei manusia menyebalkan apa kau senang sekarang sudah membuat aku menjadi susah seperti ini, sudah berhari-hari aku selalu kelaparan di sini menunggumu yang hanya tertidur dengan nyaman di sana."
"tapi ini semua salahku karena aku kau menjadi seperti ini, andai saja kau tidak mengorbankan diri mu untuk ku kau mungkin akan baik-baik saja sekarang" arandita mulai mengangis mengungkapkan rasa bersalah yang ada di dalam hatinya.
tak hanya arandita, revan pun merasa sangat bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan saat ini ingin sekali ia memeluk dan menenangkan istrinya, namun ia urungkan saat mendengar arandita kembali berbicara.
__ADS_1
"Apa kau tahu pria menyebalkan, saat ini ada sesuatu yang sangat ingin sekali aku katakan pada mu namun aku sangat takut jika kau tidak akan mempercayai apa yang aku katakan'' Arandita mulai terisak saat ia ingin memulai mengungkapkan isi hatinya dan mengatakan apa yang harusnya ia katakan sejak lama, dan selalu membuat nya di hantui rasa bersalah.
arandita meraih tangan suaminya meletakan nya di atas perutnya yang kini terlihat sedikit buncit.
"apa kau tahu karena kesalahan satu malam itu disini ada bagian darimu yang sedang tumbuh, tapi aku tidak berani mengatakan nya pada mu aku takut jika kau tidak akan mengakuinya dan menyalahkan aku, karena yang aku tahu tidak pernah ada cinta di antara kita dan kau tidak mungkin mempercayai aku karena cinta mu hanya untuk wanita itu wanita yang sudah menghianati kepercayaan mu."
"Aku harap kau bisa percaya padaku saat itu saat dimana aku berbicara tentang kebenaran, namun kau tidak mempercayai aku saat itu kau mendorong ku dan aku hampir saja kehilangan bayi kita."
"Maafkan aku" revan pun ikut menangis memeluk arandita dengan begitu eratnya.
__ADS_1
"maaf, maaf" hanya kata itulah yang keluar dari mulutnya dengan deraian air mata yang membasahi pipinya.
"mas kamu sudah sadar" arandita merasa sangat senang melihat kini suaminya sudah baik-baik saja, ia pun mulai mengelus pipi suaminya dan kembali memeluknya dengan sangat erat hingga revan kesulitan untuk bernafas.
di depan pintu vino pun ikut meneteskan air mata nya karena terharu melihat sepasang suami istri yang berada di hadapannya.
vino pun tidak ingin mengganggu aktivitas mereka dengan perlahan ia pun kembali menutup pintu ruangan itu agar dua sejoli itu tidak menyadari keberadaan nya di sana.
kini vino pun lebih bersemangat untuk membongkar kejahatan shella terhadap kakak nya, di hadapan publik agar Shella tidak bisa berbuat apapun lagi untuk mengelak atas semua perbuatannya.
__ADS_1
"Aku akan menghancurkan mu bagai debu shella, karena kau bukan apa-apa lagi bagi sepupuku saat ini" vino pun tersenyum menyeringai meninggalkan tempat itu.
bersambung