
Berbagai macam umpatan yang keluar dari mulut Marissa untuk pria yang sudah mencuri ciuman pertamanya, Marissa terus menggosok bibirnya dengan agar bisa menghilangkan jejak vino.
"mau sampai kapan gadis itu terus mengumpat ku di dalam toilet ini apa aku salah bahkan aku tidak sengaja menciumnya tadi" ucap vino di balik pintu toilet yang sedikit terbuka.
flashback
musik romantis mengalun dengan indah membuat setiap pasangan di lantai dansa itu terhanyut dalam lagu itu, begitu pula dengan vino dan Marissa mereka menari dengan indahnya.
namun Marissa tak sengaja menginjak gaunnya sendiri dan menyebabkan ia hampir terjatuh, namun pegangan tangan vino membawanya ke dalam pelukan pria itu dan saat vino menarik tubuh Marissa mereka tak sengaja beradu bibir.
Marissa sangat terkejut dan lebih terkejut lagi saat vino tidak melepaskan tautan bibir mereka dan malah menikmati nya dan memperdalam ciuman itu.
Marissa merasa sangat malu saat menjadi tontonan para tamu di sana, ia pun mendorong tubuh vino dan berlari meninggalkan pesta itu.
flashback end
karena terlalu lama berada di toilet Marissa pun mulai merapikan riasannya kembali dan bersiap kembali ke pesta itu walaupun hatinya masih merasa sangat kesal, namun ia tidak ingin membuat sahabatnya bingung mencari keberadaan nya saat ini.
"acara puncak sudah dimulai arandita pasti mencari ku" Marissa pun menghela nafasnya dan pergi keluar dari toilet itu.
__ADS_1
vino bersembunyi ssat melihat Marissa yang akan keluar dari sana.
Marissa memasang wajah ceria nya kembali ia tidak ingin melihat sahabatnya mengkhawatirkan dirinya di tengah kebahagiaan arandita malam ini.
Marissa berjalan dengan anggun ke dalam pesta itu ia melihat betapa bahagianya arandita malam ini, Marissa juga ikut bahagia karena nya dan menghampiri sahabatnya untuk mengucapkan selamat.
"rissa dari mana saja kamu" arandita langsung menghampiri sahabatnya yang sudah seperti saudara baginya.
"biasalah cuci mata" ucap Marissa sambil menaik turunkan alisnya.
"cuci mata lah konon, gimana udah dapet belom" goda arandita.
"dapet apaan"
"yang mana yang tampan" ucap revan dengan nada tidak sukanya.
mampus gue.
"hmm aku cuma"
__ADS_1
kayaknya udah mulai bucin akut nih kadal baguslah kalau begitu, mendingan gue kabur aja lah dari pada jadi sasaran mereka berdua.
"ran aku mau ngambil minum sebentar ya haus banget soalnya" ucap Marissa beralasan dan langsung berjalan setengah berlari pergi dari tempat itu.
dasar sahabat laknat main di tinggalin begitu aja gue di sini awas kau ya marissa.
"jadi mana pria yang tampan" tanya revan menatap tajam ke arah istrinya.
arandita merasa di kuliti oleh tatapan itu ia pun menghela nafasnya dan memasang wajah ceria nya, "tentu saja suamiku yang paling tampan" arandita langsung memeluk lengan suaminya. dan memberanikan diri untuk mencium pipi revan sekilas.
"apa kau menggodaku sayang" bisik revan di telinga istrinya.
"tidak" arandita dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"dengar aku bisa membuat mu tidak bisa berjalan besok pagi" ucap revan.
"kenapa kau jahat sekali ingin memotong kakiku karena hal sepele saja" arandita pun mulai menangis mendengar perkataan suaminya.
revan menatap tak percaya dengan apa yang istrinya katakan, arandita pun langsung meninggalkan revan yang berdiri di sana.
__ADS_1
"sayang tunggu bukan itu maksudku"
bersambung..