Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 91


__ADS_3

Arandita dan Marissa Merasa sangat lelah berkeliling di sekitar kampus untuk mencari keberadaan ibunya.


"Ran sebenarnya ibu mu itu nyangkut dimana sih? apa di culik berondong kampus ini ya?" tanya Marissa.


Arandita langsung menonyor kening sahabatnya, "Lu ya kalau ngomong sekate-kate ye, lagian mana ada berondong yang suka sama ibu.''


" bisa jadi bukan berondong yang suka sama ibu tapi sebaliknya ran, coba liat itu di sana" Marissa menunjuk pada wanita paruh baya yang sedang ayik mengobrol dengan pria idaman kampus ini, siapa lagi kalau bukan Airlangga dosen yang paling populer di hati para mahasiswi.


"yaallah gusti tobat deh" arandita langsung menepuk keningnya sendiri.


"saingan mu berat bestie" goda Marissa sambil cekikikan.


dengan langkah cepat arandita pun menghampiri ibunya, "ibu ada di sini rupanya, ayo pulang" ajak arandita.


"jadi dia ibumu aran?" tanya Airlangga pada arandita.


"iya pak Angga terimakasih sudah mengajak ngobrol ibu saya, kami permisi" Arandita memakai bahasa formal nya membuat angga Sangat tidak menyukai itu.

__ADS_1


"ibu itu cuman ngobrol biasa kenapa kamu bawa ibu kayak gini sih" protes ibu.


"bukan gitu bu, Aran udah capek kita pulang yu, Aran udah laper banget ini" ucap arandita sambil mengusap-usap perutnya.


"kan tinggal beli di kantin beres"


"tapi cucu ibu ini pegen makan masakan neneknya" arandita langsung memasang wajah sedihnya.


"oke-oke ayo kita pulang sekarang" ajak ibu sambil menuntun tangan putrinya.


"Bu risa ikut" teriak Marissa.


setelah sampai d rumah Marissa dan arandita langsung merebahkan tubuhnya di kamar nya, ia merasa sangat lelah dengan serangkaian kegiatan yang ia lakukan hari ini.


"ran kamu yakin mau datang di acara pernikahan mak lampir itu?" tanya Marissa.


Arandita mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari sahabatnya, "lha kenapa memangnya sa"

__ADS_1


"ya secara dia kan nikah sama dosen angga"


"Masalah nya apa?" tanya arandita lagi.


"kamu udah nggak ada rasa sakit hati gitu" Marissa langsung duduk di samping sahabatnya yang sedang rebahan sambil memejamkan mata nya.


"Rasa cinta itu sudah nggak ada lagi semenjak aku bersama dengan suami ku sa, tapi sayang mungkin pengorbanan ku sia-sia untuk mendapatkan cinta dari suami ku banyak jalan yang harus aku lalui dan.." arandita tak meneruskan perkataannya lagi, ia merasa sangat lelah dengan sikap dingin dan arogan suaminya.


lalu Arandita mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan, "sudahlah tak perlu di bahas lagi itu semua masalalu, sekarang aku hanya akan fokus sama calon buah hati ku saja" ucapnya sambil tersenyum mengelus perutnya yang masih rata.


"tenang bestie aku masih bersama mu di sini" Marissa tersenyum pada sahabatnya.


di balik pintu kamar ibu sedang menguping pembicaraan putri nya, ia merasa sangat kasihan dengan nasib percintaan anaknya.


ingin sekali ibu menangis dan memeluk putrinya namun ia urungkan karena itu semua akan menambah beban di hati putri nya.


"ibu harap semua akan baik-baik saja nak, suatu saat kau akan mendapatkan semua kebahagiaan yang tiada habisnya, sehingga kau lupa bagaimana cara untuk bersedih lagi" gumam ibu lirih sambil meninggalkan pintu kamar anaknya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2