Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 81


__ADS_3

Kini apa yang sudah di pesan arandita sudah tertata rapi di hadapan nya, dengan sangat lahap arandita pun mulai memakan nya.


sedangkan marissa hanya duduk diam menjadi penonton saja melihat sahabatnya makan dengan lahap.


"Sa kamu nggak makan?" tanya arandita karena ia hanya melihat Marissa diam dan menonton nya saja.


"Aku masih kenyang ran"


"Yakin?, ini masih banyak lho sa kemungkinan nggak abis juga"


karena arandita terus memaksa dan sedikit mengancam sahabatnya akhirnya mereka pun makan bersama-sama, dan setelah arandita dan marissa selesai dengan acara makan siangnya arandita pun pulang setelah membayar makanan yang mereka makan di restoran itu.


Dan kini mereka sudah sampai di mansion Alexander, "Ran aku langsung balik ya" ucap marissa setelah melihat sahabat nya turun.


"Nggak mampir dulu sa" tanya arandita lagi.


"Lain kali saja, bye-bye" Marissa melambai-lambaikan tangannya.

__ADS_1


"Bye hati-hati di jalan" teriak Arandita sambil melihat mobil sahabatnya yang hilang di balik gerbang mansion.


Arandita langsung menuju ke kamarnya dan berniat untuk membersihkan diri karena mereka lengket setelah seharian beraktivitas, Arandita tersenyum mengingat bahwa kini dirinya tengah berbadan dua.


saat arandita sedang asyik dengan lamunannya tiba-tiba seseorang langsung memeluknya dari belakang, betapa terkejutnya arandita dan ingin segera menghajar orang yang sudah berani berbuat kurang ajar padanya.


"Siapa kau lepaskan aku " arandita mulai memberontak.


"Ini aku suamimu, diamlah sebentar saja aku hanya ingin memeluk mu saja"


Dua puluh menit sudah berlalu namun revan takut kunjung membuka pelukannya dari tubuh istrinya.


revan begitu menikmati aroma tubuh istrinya ia merasakan kenyamanan yang luar biasa dan rasa mual nya pun hilang begitu saja.


"Apa kita akan terus berdiri sepanjang waktu disini?, kakiku sudah sangat lelah aku ingin duduk" rengek arandita karena kakinya Merasa kesemutan terlalu lama dalam posisi yang sama.


mendengar perkataan istrinya revan pun baru tersadar dengan apa yang sudah ia lakukan, " maaf ayo kita duduk di sofa"

__ADS_1


revan langsung mengangkat tubuh istrinya ala bridal style.


"Mas turunkan Aku ini berat bagai mana kalau jatuh" arandita berkata sambil terus mengeratkan pelukannya karena takut terjatuh.


"Tenanglah aku tidak akan menjatuhkan mu" revan pun mendudukkan tubuh istrinya di sofa dengan langkah cepat ia pun meletakkan kepalanya di atas pangkuan istrinya.


"Apa yang kau lakukan" arandita terkejut dengan tingkah laku aneh suaminya.


"Aku hanya ingin tidur di pangkuan mu sebentar saja" revan memohon dengan wajah yang begitu menggemaskan di mata arandita.


hingga membuat arandita tak mampu untuk menolaknya, namun saat wajah revan berhadapan langsung dengan perutnya arandita merasa sangat was-was bagaimana jika suaminya tahu bahwa ia tengah mengandung buah hati mereka.


" hubungan antara kita tidak lah seperti layaknya suami-istri yang seharusnya, lalu apakah kau menerima anak yang aku kandung ini sebagai anak mu nanti" arandita berkata dalam hatinya


"semoga wajah tampan ini akan menurun pada baby kita nanti agar seluruh dunia tahu bahwa dia adalah keturunan mu, tapi dia akan pemberani seperti aku" arandita menutupi mulutnya tertawa geli.


karena merasa mengantuk akhirnya arandita pun bikut tertidur pulas di sofa dengan posisi duduk menyandar.

__ADS_1


__ADS_2