Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 75


__ADS_3

Sebenarnya mama Elisa sudah mendengar apa yang terjadi di dalam kamar anaknya, ia juga melihat saat revan mendorong arandita.


ingin sekali mama Elisa memberikan palajaran pada putranya itu, namun ia urungkan saat melihat kode dari arandita yang menggelengkan kepalanya.


ya arandita juga sudah tahu bahwa mama mertunya sedang menguping pembicaraan mereka berdua dari sejak awal revan membawanya kekamar mereka.


dan lebih mudah nya revan tidak menutup pintu kamar itu sehingga mama Elisa lebih leluasa untuk mendengarkan pembicaraan putra dan menantu kesayangan nya.


setelah melihat revan keluar dari kamarnya dengan wajah yang penuh amarah, mama Elisa keluar dari tempat persembunyian, dan langsung masuk menghampiri arandita yang sedang meringis kesakitan memegangi perutnya.


"Arandita apa kamu baik-baik saja nak" tanya mama elisa dengan penuh kecemasan.


"Aran baik-baik aja ma, mama nggak perlu khawatir" arandita berusaha tersenyum pada mama mertua nya, walaupun rasa sakit di perut nya masih terasa.


"Kamu yakin!" mama Elisa langsung meneliksik wajah cantik menantunya.


"beneran kok ma" ucap arandita meyakinkan mama mertua nya.

__ADS_1


Aku harap tidak terjadi apapun, seperti yang aku pikirkan yaallah semoga semuanya baik-baik saja, dan buka kan lah pintu hati putra hamba yaallah.


mama elisa berdo'a dalam hatinya, sambil mengusap-usap tangan menantunya.


*


Di tempat lain seorang wanita sedang mengamuk karena rencananya kali ini telah gagal.


Awalnya ia sangat senang karena dia sudah berhasil mencuri berkas-berkas yang berada di dalam mobil vino, tanpa satu orang pun yang tahu.


Shella sudah tahu rencana vino dan arandita dari mata-mata nya yang selalu mengikuti kemanapun mereka pergi.


Shella juga sudah tahu siapa istri dari revan Alexander karena setelah konferensi pers beberapa waktu lalu, shella langsung menyewa detektif handal untuk mencari tahu semua informasi tentang revan Alexander.


"Beraninya dia sudah menipuku" teriak Shella penuh dengan kekesalan.


Shella ingin shella membating semua barang-barang yang ada di hadapannya, namun semua itu di hentikan oleh managernya, karena hari ini shella akan melakukan pemotretan.

__ADS_1


sedangkan megi asisten Shella hanya diam di tempatnya tak berani mendekati Shella saat ia sedang mangamuk, karena pasti dialah yang akan jadi sasaran kemarahan Shella selanjutnya.


"cukup Shella hentikan kebiasaan burukmu itu bagaimana jika ada media yang melihat kelakuan mu itu, dan membocorkan nya ke publik Maka aku tidak akan bisa membantumu lagi" ancam manager lily.


mendengar acaman manager lily shella pun mengurungkan niatnya, karena ia tidak ingin semua yang ia dapatkan dengan susah payah akan hilang begitu saja.


"Baiklah apa yang harus aku lakukan sekarang" ucapnya ketus pada sang manager.


"siapkan dirimu kita akan melakukan pemotretan untuk brand terbaru yang sudah kau tanda tangani dua hari lalu" ucap manager lily mengingatkan.


Shela menghembuskan nafas kasar karena ia melupakan tentang kontrak perjanjian yang baru-baru ini ia tanda tangani.


"Baiklah, aku akan bersiap sekarang" lalu shella pun memberikan kode pada megi.


dengan cekatan megi pun langsung mempersiapkan apa saja yang Shella butuhkan untuk pemotretan, megi merasa lebih tenang karena kini shella sudah berada dalam mood yang baik.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2