
Di apartemen milik nya shella sedang mengamuk melemparkan apapun yang berada di hadapannya, ia merasa sangat marah setelah mengetahui kehamilan arandita.
Ya, Shella Sudah mengetahui kehamilan arandita saat berada tempat parkir gedung pernikahan, awal nya shella hanya ingin mengambil salep di mobilnya untuk mengobati luka akibat cengkraman revan di pinggangnya.
Namun saat Shella Hendak pergi tanpa sengaja ia mendengar percakapan antara arandita dan sahabatnya yang sedang membicarakan tentang kehamilan arandita, Shella merasa sangat murka saat itu ingin sekali ia menghabisi arandita dengan bayi yang sedang di kandung nya saat itu juga.
Namun Shella masih memikirkan karirnya di dunia modeling ia tidak ingin membuat kesalahan di Depan publik yang akan merugikan dirinya sendiri, sebagai model yang sedang naik daun ia akan selalu menjaga image nya agar semua orang tidak mengetahui bagaimana sifat Shella sebenarnya.
kini Shella hanya bisa melampiaskan kemarahannya pada barang-barang yang ada di hadapannya.
"Dengar arandita kau boleh menjadi istrinya tapi kau tidak akan melahirkan keturunan untuk keluarga Alexander, hanya aku lah yang boleh melahirkan anak untuk revan, aku harus mencari cara lain agar revan mau meniduri ku "
Dengan senyuman iblis nya Shella mulai merencanakan sesuatu untuk mencelakai arandita dan bayi yang berada di dalam kandungan nya.
__ADS_1
"Aku harus mencari cara untuk memisahkan mereka lebih jauh lagi" gumam Shella yang tertawa dengan penuh rencana jahatnya.
*
di sisi lain revan baru sampai di mansion ia merasa sangat lelah dan bergegas untuk mencari keberadaan istrinya ia sudah tidak tahan lagi untuk tidak berdekatan dengan arandita, karena hanya saat bersama nya lah revan merasakan kenyaman.
kini ia membuka kamar miliknya namun ia tidak menemukan keberadaan istri nya di sana, lalu dengan cepat revan mengambil ponselnya dan mulai menelepon istrinya.
Namun lama menunggu arandita tidak menjawab panggilan telepon milik nya, "kemana dia? apa menginap di rumah ibu tapi itu tidak mungkin".
"Dasar gadis aneh bisa-bisanya dia mencuri ciuman pertama ku" gumam vino dalam hati.
"Vino apa kau tahu dimana gadis yang selalu bersama istri ku itu tinggal?", revan tiba-tiba muncul di hadapannya membuat vino terlonjak kaget.
__ADS_1
"Hehhh.. kau itu mengagetkan ku saja datang tiba-tiba seperti hantu" kesal vino sambil memegangi dadanya karena terkejut.
"Untuk apa kau mencari rumah gadis itu?" tanya vino menyelidik.
"Aku mencari nya karena aku ingin bertemu dengan istriku gadis itu sudah membawa istri ku pergi, cepat antar kan aku untuk pergi ke sana"
"Kita cari besok saja Sekarang sudah larut malam tidak baik bertamu ke rumah orang malam-malam begini" ucap vino dengan ceramah dadakannya.
"tidak bisa! aku harus membawa istri ku pulang saat ini juga cepat antarkan aku ke tempat gadis itu tinggal, Atau aku potong gajihmu dan bonus bulan ini hilang." ancam revan sambil berlalu pergi meninggalkan vino yang kini sedang mengumpat nya.
"Dasar bos nggak ada akhlak maen potong-potong gaji sembarangan"
walaupun kesal vino tetap mengikuti revan di belakangnya, karena vino tidak rela jika harus mengorbankan gaji dan bonus miliknya hilang begitu saja.
__ADS_1
bersambung.