
Setelah berdebat dengan sahabatnya, arandita memutuskan untuk pergi ke kamarnya dan untuk melanjutkan kembali tidurnya yang tertunda.
Hari ini Arandita berencana untuk bermalas-malasan di rumah ibunya, Arandita merasa sangat lelah setelah melakukan perjalanan panjang dengan sedikit cerita menarik yang menyeret nya sampai ke kantor polisi.
Tanpa melihat kanan kiri arandita langsung, masuk ke dalam kamar nya dan membating tubuhnya di kasur empuk miliknya, Arandita merasa sangat nyaman tidur kamar nya, walau pun tak se'empuk ranjang milik suaminya di mansion.
Karena merasa sangat lelah dan mengantuk arandita pun langsung tertidur pulas dengan posisi mengkurap, hembusan nafas yang teratur pun kini terdengar lembut di telinga seseorang yang berada di kamar itu.
"Apa kau sangat begitu lelah?, hingga kau tidak menyadari bahwa ada orang lain selain dirimu di kamar ini" gumam revan, yang terus menatap wajah lelah istrinya.
Revan datang ke kediaman Ibu mertua nya, untuk memenuhi permintaan dari mama Elisa untuk segera menjemput menanatu kesasayangan nya, Mama Elisa mengatakan bahwa Arandita sudah kembali dari tugas kkn,Dan akan langsung kembali ke rumah ibu nya.
namun setelah revan tiba di sana, ternyata istrinya belum sampai di rumah ibunya hingga revan pun memutuskan untuk bermalam di rumah ibu mertua nya, menunggu sampai arandita kembali, dan membawa istrinya pulang ke mansion, sesuai permintaan mama Elisa.
__ADS_1
Revan terus memandangi wajah cantik istri-nya hingga ia pun terhanyut dalam lamunan panjangnya, kemudian ia kembali mengingat malam panas yang sudah mereka lewati beberapa hari yang lalu.
revan menatap leher jenjang istrinya, dengan refleks revan pun mengecvpnya dan membuat pergerakan arandita yang kini memeluk nya bagaikan sebuah guling.
Arandita pun menyembunyikan wajahnya di dada bidang Revan, kini jantung revan pun sedang tidak baik-baik saja.
tanpa sadar arandita pun menggesek-gesekkan hidung mancung nya di dada revan, membuat jantung revan kini berdetak lebih cepat dan pusaka nya pun kini terbangun karena ulah istri nakalnya.
tangan arandita pun tidak diam saja dan terus bergerak hampir memegang pusaka milik revan, jika tidak revan mencegah nya dan menjauhkan tangan arandita dari tubuhnya.
Dengan pasrah revan pun kini menjadi guling istrinya, walau sebenarnya posisi ini sangat menyiksa dirinya, revan tetap diam karena tidak ingin mengganggu tidur istrinya.
"Aran, aran!" teriak suara yang sangat revan kenal betul, siapa lagi kalau bukan gadis konyol sahabat istrinya.
__ADS_1
ceklek ...
Marissa masuk begitu saja ke kamar adandita seperti biasanya, Marisa terkejut dengan pemandangan yang berada di hadapannya.
Marissa langsung menutup mata, dan membalikkan badannya menutup kembali pintu kamar sahabatnya, dan pergi tergesa-gesa dari sana.
revan bernafas lega karena arandita tidak terbangun karena teriakan Marissa, karena saat ini revan sedang menikmati posisi ternyaman nya menjadi guling hidup istrinya.
sedangkan di ruang tamu marissa mengutuk dirinya sendiri, karena sudah masuk sembarangan ke kamar sahabatnya yang sedang bermesraan dengan suaminya.
"kan.. kan.. mata suci ku ternodai gara-gara sahabat laknat, melihat ke uwuwan mereka membuat jiwa jomblo ku meronta-ronta, ya Allah gusti dimanakah jodoh hamba saat ini?, datangkan lah dia saat ini juga yaallah." ucap marissa penuh drama.
setelah selesai berdoa meminta jodoh, tiba-tiba saja seorang pria berkacamata hitam, mengucapkan salam sebelum masuk ke rumah ibu winda.
__ADS_1
Marissa langsung menutup mulutnya melihat siapa pria yang datang setelah ia merapalkan do'a nya.
bersambung..