Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 73


__ADS_3

Benar saja apa yang arandita cemaskan saat vino berada di tengah-tengah misinya menceritakan tentang kematian Zia.


tiba-tiba terdengar suara teriakan histeris para pengunjung taman itu.


"kebakaran ... motor siapa itu cepat matikan api nya sebelum apinya menyebar kemana-mana" teriak salah satu pengunjung taman itu sambil menggendong anaknya yang tengah menangis karena ketakutan.


riuh suara teriakan membuat mereka bertiga tidak fokus, karena merasa penasaran arandita pun tercengang dengan apa yang ia lihat di sana.


"Pipi''


karena merasa terkejut arandita pun jatuh pingsan,


"Arandita" teriak vino.


untung saja zayn masih bisa menangkapnya, hingga arandita pun tidak langsung jatuh ke tanah.


arandita terkejut dan jatuh pingsan kerena melihat pipi terbakar, pipi adalah motor kesayangan arandita yang arandita beli dengan hasil kerja kerasnya saat menjadi guru taekwondo di sebuah sekolah dasar negeri di kota itu.


"Arandita sadarlah" vino menepuk-nepuk pipi arandita.

__ADS_1


sedangkan zayn mengurus semua kekacauan yang terjadi di daerah itu.


awalnya zayn menduga akibat motor arandita terbakar karena korsleting, namun saat zayn menelusuri motor yang kini sudah hangus zayn menemukan botol yang sudah sedikit terbakar.


zayn mengambil botol itu dan mencium aroma bensin.


ternyata benar ini adalah sebuah konspirasi , dan mungkin saja apa yang dikatakan oleh arandita dan vino bahwa kematian zia adalah ulah seseorang aku harus segera menemukan siapa pelakunya.


zayn adalah seorang komandan polisi jadi zayn sudah hapal betul dengan kasus seperti itu.


lalu zayn ingat dengan berkas-berkas yang mereka tinggalkan di dalam mobil.


zayn langsung berlari ke arah mobil dan memeriksa nya, dan benar saja semua berkas yang ada di mobil sudah lenyap begitu saja.


"Si*l" zayn memukul udara karena kesal.


tidak hanya zayn vino juga ikut menyaksikan nya, namun vino sudah menyangka bahwa hal itu pasti akan terjadi, karena ini bukan yang pertama kali nya bagi vino.


zayn merasa sangat kesal saat melihat vino hanya diam saja menyaksikan semua bukti tentang kematian zia hilang begitu saja.

__ADS_1


"Vino kenapa kau diam saja, bagaimana kita bisa membuat keadilan untuk zia jika semua bukti sudah hilang!" teriak zayn pada vino.


"Itulah zayn yang selama ini aku lakukan, aku selalu gagal di saat-saat terakhir ku, tapi tidak untuk saat ini karena tidak hanya keadilan untuk kakak tersayang ku, aku juga memperjuangkan hubungan suci pernikahan sepupuku"


vino tersenyum smirk lalu kembali masuk ke dalam mobilnya di ikuti zayn di belakangnya, karena zayn masih penasaran dengan apa yang sedang vino rencanakan.


"Tunggu dimana gadis itu" tanya zayn pada vino karena tidak melihat arandita berada di sana.


Sedangkan di tempat lain Arandita baru tersadar dari pingsannya ia masih sedikit syok dengan kejadian yang menimpannya di taman itu, ia harus kehilangan pipi motor kesayangan nya.


"Kau sudah sadar, ini minumlah" revan menyodorkan air mineral pada arandita.


arandita menatap tak percaya siapa yang berada di sampingnya, lalu ia baru menyadari bahwa dirinya kini sedang berada di dalam mobil.


Arandita memijit keningnya yang masih terasa pusing.


"Apa kita harus kerumah sakit sekarang" revan kembali bertanya kepada Arandita karena arandita tak kunjung mengambil air mineral yang ia sodorkan.


"tidak perlu, aku baik-baik saja"

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2