Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 14


__ADS_3

"Arandita kau disini juga'' Sapa Airlangga dan langsung mendekati Arandita dengan senyuman manisnya.


"E.. pak Angga iya pak, saya sedang menikmati udara pagi''


"Ini di luar kampus, jadi kamu gak usah panggil pak juga, kesannya aku seperti pria beristri, panggil aku kakak atau mas atau mungkin yang lain" Ucap Airlangga sambil tersenyum kearah Arandita.


Arandita hanya tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Arandita merasa tidak nyaman jika berada di dekat Airlangga, pasalnya Angga selalu membuat hatinya deg-degan jika menatap wajah tampan Airlangga.


Ya sebenarnya Arandita juga menyukai Angga. Hanya saja ia merasa tidak sepadan dengan Angga, yang merupakan dosen terbaik dan terkaya di kampus nya.


"Iya pak, eh kak" Arandita merasa gugup saat Angga mulai menatapnya.


Arandita pun mulai memberanikan diri untuk menatap wajah tampan angga yang sedang tersenyum dan bicara sesuatu padanya, namun arandita merasa semua berjalan dengan lambat dan ia merasa terpesona dengan keindahan di depan matanya. Wajah tampan hidung mancung dan kulit yang bersih membuat Arandita semakin hanyut dalam lamunannya.


"Tampan" Ucap Arandita lirih menatap Angga penuh kekaguman.

__ADS_1


"Arandita apa kau baik-baik saja?'' Tanya Airlangga melambaikan tangannya dan mulai menyadarkan Arandita dari lamunan panjangnya.


"Duhh.. Malu sekali aku''


"Ada apa?'' Tanya airlangga kembali.


"Ehh tidak ada kak. Maaf seperti nya ini sudah siang masih ada perkejaan yang harus saya kerjakan saya permisi dulu'' Ucap Arandita beralasan.


Dengan cepat Arandita pun mulai bersiap untuk pergi meninggalkan Airlangga. Namun sebelum arandita menjauh, Airlangga langsung menarik tangan arandita hingga arandita jatuh pada dada bidang nya.


Kini tatapan mereka pun saling memandang satu sama lainnya, tanpa mereka sadari ada yang memotret kebersamaan mereka berdua dan mengirimkan nya pada seseorang.


"Arandita bisakah kita bicara sebentar saja aku mohon" Ucap Airlangga memohon pada Arandita yang kini hanya diam saja dan menundukan wajahnya karena malu.


Dengan berat hati akhirnya arandita pun mengiyakan nya, dan mencari tempat yang lebih nyaman untuk mereka mengobrol.

__ADS_1


Setelah duduk di taman di bawah pohon yang rindang, Airlangga pun langsung menggenggam erat tangan Arandita. Kini tatapan mereka pun terkunci satu sama lain.


"Arandita aku tahu, mungkin ini terlalu sulit bagi mu untuk mempercayainya, tapi ini lah kenyataan nya bahwa aku sangat mencintai dan menyayangimu, mau kah kau melengkapi setiap langkah bersamaku?''


Mendengar pernyataan cinta dosennya, Arandita merasa sangat bahagia karena cintanya tak bertepuk sebelah tangan, tapi ia tak mungkin bisa memiliki Airlangga sepenuhnya karena ia merasa tidak pantas bersanding dengan Airlangga.


Arandita menghela nafasnya secara perlahan dan menatap Angga dengan raut wajah yang tak bisa di artikan. "Tapi maaf kak, aku...''


"Aku tahu Aran lebih baik kau pikirkan saja dulu, aku akan siap menunggumu sampai kau siap."


Airlangga langsung menyela perkataan Arandita karena ia tidak ingin, jawaban yang tak ingin ia dengar karena terlalu terburu buru menurutnya.


"kalau begitu aku pergi dulu ya'' Airlangga pun lebih memilih pergi meninggalkan Arandita saat ini, karena ia yakin Arandita masih membutuhkan waktu untuk memikirkan pernyataan cintanya tadi.


Setelah Airlangga pergi menjauh dari pandangannya, Arandita langsung menepuk pipinya sendiri. "Aran kau tidak sedang bermimpi kan?" Tanya Arandita pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Lu nggak usah sok kecantikan deh, Norak!" Ucap seorang wanita yang sangat familiar di telinga nya.


"Sebenarnya, apa mau kalian?"


__ADS_2