Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 111


__ADS_3

Brakkkk... brakkkk...


barang-barang itu pun hancur berkeping-keping di lantai karena ulah wanita yang kini sedang sangat murka karena rencananya telah gagal.


"Aku sudah membayar kalian semua dengan sangat mahal apa begini cara kalian bekerja mengurus satu wanita saja tidak bec*s"


"jaga bicaramu nona kami semua sudah sangat profesional dalam bekerja tapi jika anggota polisi sudah turun kami tidak ingin menanggung resikonya" ucap salah satu dari mereka yang tidak terima dengan ucapan Shella.


"Aku tidak ingin mendengar alasan apapun dari kalian sekarang kalian semua pergilah dari hadapan ku sekarang juga dan bawa wanita itu pada ku secepatnya" usir shella pada komplotan preman bayaran itu.


Setelah mereka semua pergi shella mengacak-acak rambutnya dengan kesal, "aku tidak akan membiarkan mu lolos begitu saja" dengan senyum menyeringai Shella pun mulai merencanakan misi berikutnya.


di sudut ruangan itu Megi sang asisten pribadi shella merasa sangat ketakutan dengan apa yang ia dengar dan lihat di hadapan matanya sendiri.


"aku tidak menyangka nona shella akan melakukan hal senekat itu kasihan sekali istri tuan Alexander ia sedang dalam bahaya aku harus segera memberi tahukah hal ini kepada tuan Alexander" gumam megi dalam hatinya.


"Megi..... " teriak shella memanggil asisten nya.

__ADS_1


"saya di sini nona" ucap megi sambil merapikan bajunya yang sedikit kusut


"kemana saja kau, ayo cepat bantu aku rias kembali wajahku.


"baik nona'' megi pun menghampiri shella dan mulai merapikan riasan wajahnya yang berantakan karena ulahnya sendiri.


*


*


di rumah sakit arandita masih menunggu suaminya dengan sangat cemas sudah beberapa jam berlalu namun ia tidak kunjung bangun dari tidurnya, dokter indra pun sudah beberapa kali mengecek kondisi nya saat ini.


"apa! ini tidak mungkin kan bagai mana bisa?" ucap arandita sedikit tidak percaya.


"tapi ini adalah kenyataan nya Nyonya sebaiknya ajaklah tuan muda berbicara tentang hubungan manis antara kalian berdua, aku yakin tuan muda akan cepat bangkit dari alam bawah sadarnya.


"Baiklah terimakasih" arandita sedikit lemas mendengar nya.

__ADS_1


setelah mendengarkan penjelasan dokter indra kini arandita pun mulai masuk kembali ke ruang rawat suaminya, karena sangat lelah arandita pun tertidur pulas di samping suaminya.


tanpa di sadari seseorang mengangkat tubuhnya dan memindahkan arandita untuk tidur di samping suaminya agar ia tetap nyaman saat berada di sana.


hari demi hari pun berlalu namun keadaan revan masih tetap sama tidak ada perubahan apapun pada nya, mama Elisa pun ikut serta menjaga revan.


"maaf ma ini semua karena kesalahan aran kalau mas revan tidak berusaha untuk melindungi aran semua nya pasti akan baik-baik saja" ucap arandita kembali bersedih.


"sudahlah nak tidak perlu mengalahkan dirimu sendiri karena semua ini sudah takdir"


"tapi ma"


"sudahlah sekarang kau sabarlah dulu nanti siang ibumu akan datang menemanimu disini, sekarang mama harus pergi karena mama ada pertemuan yang tidak bisa di batalkan.


arandita hanya mengangguk mengiyakan perkataan mama elisa.


"Yasudah mama pergi sekarang jangan lupa ajak terus suami ku itu berbicara agar dia cepat sadar seperti yang dokter indra katakan.

__ADS_1


"Baik ma, hati-hati di jalan" ucap arandita pada mama mertua nya, yang hanya di jawab senyuman manis oleh mama Elisa.


"sekarang aku harus bagai mana?" ucap arandita dalam hati.


__ADS_2