Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 115


__ADS_3

Dengan langkah cepat vino pun akan kembali ke perusahaan untuk mengerjakan tugas yang begitu penting, saat ia sedang berjalan buru-buru keluar dari rumah sakit itu.


tak sengaja ia menabrak seseorang sampai terjatuh dengan barang-barang nya yang berserakan.


"kau lagi" teriak suara cempreng yang selalu membuatnya kesal setiap kali mereka bertemu.


"Kau kalau jalan itu pakai mata" bentak vino.


"dasar sabl*ng dimana-mana jalan itu pake kaki nggak ada jalan pake mata, sudah salah malah marah-marah bukannya minta maaf dasar manusia nggak ada akhlak" kesal Marissa sambil membereskan barang-barangnya yang terjatuh.


"ini semua gara-gara kamu jadi hancur kan makanannya" Marissa membuang semua makanan yang kotor ketempat sampah.


"kenapa kau menyalahkan aku jelas salah mu kenapa kau menabrak ku" jawab vino yang tak mau mengakui kesalahannya.


Marissa memutar bola matanya malas mendengar perkataan yang di ucapkan oleh vino, "orang salah nggak mau ngaku salah dasar pria aneh"

__ADS_1


"Kamu itu yang aneh ,dasar gadis aneh" vino pun menatap tajam ke arah Marissa yang masih membereskan barang-barang nya, vino hanya menatapnya saja tidak ada niatan sedikit pun untuk membantunya atau pun hanya sekedar berbasa-basi saja.


"Sekolah tinggi-tinggi tapi nggak tahu kata maaf itu buat apa" Marissa menyindir vino sambil berlalu pergi dari hadapannya, membawa sisa makanan yang masih bersih untuk sahabatnya.


"dasar gadis menyebalkan" geram vino meremas udara.


"untung masih bisa di selamatkan kalau tidak ibu hamil itu akan terus menelpon ku, dan gara-gara pria g*la itu aku pasti akan kena Omelan karena masakan yang ibu buat sudah hancur" Marissa terus saja menggerutu mengumpat vino dan sahabatnya, sambil terus berjalan memasuki rumah sakit itu.


vino yang mendengar umpatan Marissa pun sedikit merasa bersalah dan melirik sekilas pada makanan yang kini berada di tempat sampah, lalu pergi meninggalkan tempat itu.


"Aman demit disini baik semua" ucap seseorang yang mengagetkan Marissa.


Marissa yang terkejut pun langsung berlari terbirit-birit meninggalkan tempat itu tanpa melihat siapa yang sedang berbicara dengan nya.


"Dia itu kenapa?" ucap dokter indra yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"tapi kalau di lihat-lihat memang serem juga sih" dokter indra pun Langsung memindai sekelilingnya tiba-tiba ia pun ikut merinding, detik berikutnya dokter indra pun berlari meninggalkan tempat itu.


sampai di tempat parkir ia baru tersadar dengan kelakuan nya yang mengikuti gaya Marissa, "Ehh.. kenapa aku ikut-ikutan lari juga, aku kan seorang dokter sudah terbiasa dengan hal semacam itu" dokter indra pun terkekeh dengan tingkahnya sendiri.


lalu ia pun pergi meninggalkan halaman parkir rumah sakit menuju apartemen miliknya.


sedangkan marissa sampai di depan ruangan suami sahabatnya sengan nafas yang tersengal-sengal karena berlari,


Dengan perlahan Marissa mengetuk pintu ruangan itu, "Aran aku datang cepat buka pintunya" Marissa tidak ingin langsung membuka pintu ruangan itu karena takut mengganggu istirahat pasien, karena yang Marissa tahu bahwa suami sahabatnya masih terbaring koma.


ceklek


pintu pun terbuka menampakkan Revan dengan wajah pucat karena make-up yang ia pakai, membuat Marissa terkejut Hingga jatuh pingsan.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2