Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 139


__ADS_3

Vino merasa sangat suntuk berada di mansion Alexander karena terus terngiang-ngiang percakapan singkat antara suami-istri yang tak lain adalah sepupunya sendiri, membuat otak dan pikiran nya terus menjurus ke hal yang sama membuat vino kerasa sangat frustasi karena nya.


lalu ia memilih pergi meninggalkan tempat itu untuk pulang ke apartemen nya sendiri namun, sebelum ia pulang ke apartemen ia mampir di caffe untuk sekedar nongkrong menghabiskan waktu nya sambil menikmati segelas kopi.


saat vino memasuki cafe tersebut ia melihat orang yang ia kenal sedang duduk manis di pojokan, "wah-wah enak sekali dia berdua-duaan disini"


vino pun menghampiri Marissa dan Zayn lalu duduk manis di antara dua manusia yang sedang melamun saling menatap dengan raut wajah yang berbeda.


"asyik sekali mereka saling memandang seperti itu dia juga sama kegenitan nya"


vino merasa sangat kesal melihat raut wajah Marissa yang memandang Zayn dengan senyuman penuh.


"hmm kalian disini juga ya" ucap dengan sedikit keras. membuat dua manusia yang berada di hadapannya langsung tersadar dari lamunannya.


Senyuman Marissa memudar saat melihat keberadaan vino di hadapannya, "dia lagi, dia lagi mengganggu pemandangan saja" gumam Marissa yang masih dapat di dengar oleh vino.

__ADS_1


namun vino hanya diam saja tak menyahuti perkataan yang di ucapkan oleh Marissa, bahkan ia terkesan cuek dan tidak perduli dengan kehadiran Marissa di sana.


"hay polisi zayn bagai mana kabar mu" ucap vino berbasa-basi untuk mengalihkan perhatian polisi tampan itu dari Marissa.


sedangkan Marissa hanya memutar bola matanya malas saat mendengar ocehan tak penting yang keluar dari mulut vino.


"kabar ku baik tuan vino sudah lumayan lama ya kita tidak bertemu" ucap zayn sambil tersenyum ke arah vino.


dan akhirnya kedua pria itu pun terlibat obrolan yang menjurus ke arah bisnis yang membuat Marissa sangat bosan mendengarnya.


saat setelah melihat Marissa yang sudah tertidur sangat pulas di sana barulah vino mulai beraksi, "rissa apa kau tertidur" tanya vino dengan lembut.


"tidurlah jangan pernah mendengar suaraku"


"sepertinya risa Sangat kelelahan polisi zayn kalau begitu aku permisi untuk mengantarkan nya pulang"

__ADS_1


"tidak perlu tuan vino biar saya saja yang mengantarkan nya pulang karena saya yang mengajaknya kemari" ucap Zayn


"kau tidak perlu khawatir polisi zayn saya akan mengantarkan nya dengan aman dan tidak akan kurang suatu apapun" ucap vino meyakinkan.


"tapi tuan vino" perkataan Zayn terpotong saat mendengar suara dering ponselnya berbunyi dengan nyaring.


zayn yang melihat panggilan telepon dari bawahannya pun langsung bergegas mengangkat nya.


[Hallo komandan ada kabar terbaru dari penjahat kelas kakap itu segeralah datang ke kantor kami menunggu kehadiran komandan di kantor]


[baik aku akan segera datang kesana]


zayn pun langsung menutup panggilan telepon dari anak buahnya dan kini menatap pada vino, '' tuan vino seperti nya saya harus pergi sekarang karena ada hal yang sangat mendadak saya titipkan Marissa pada anda tuan." ucap zayn sambil membereskan barang-barangnya.


"anda tidak perlu khawatir polisi zayn saya akan mengantarkan nya dengan selamat" Jawab vino dengan mantap.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2