Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 24


__ADS_3

Di dalam kamar apartemen revan ia sedang memijit kaki arandita yang terkilir.


"Tuan Aku mohon pelan-pelan saja"


"sebentar saja, nanti juga enakan tidak akan merasa sakit lagi"


"Ahhh, tuan sudah-sudah aku menyerah"


" rileks Arandita, tunggu sedikit lagi aku akan selesai"


krekk..


"Aahhh, kau itu ganas sekali tuan"


"tapi itu enak kan"


lalu arandita menggerakkan kakinya sudah tidak terasa sakit lagi.


mama Elisa yang mendengar percakapan mereka membuka mulutnya lebar, dan menutupnya dengan tangannya agar dia tidak berteriak.


"Apa yang mereka lakukan, ini tidak bisa di biarkan bagaimana jika nanti cucuku lahir sebelum mereka menikah"


lalu mama Elisa menelpon seseorang, sambil menunggu putranya keluar dari kamar.


setelah menunggu beberapa saat, revan dan arandita pun keluar dari kamarnya, arandita terkejut melihat tante Elisa.


berbeda dengan Revan yang bersikap biasa saja melihat mamanya.


karena bukan hanya sekali saja mama Elisa datang ke apartemen nya tanpa memberi tahu dulu.


"Revan, aran Duduk lah, mama mau berbicara sesuatu pada kalian"

__ADS_1


"katakan saja ma"


"sebaiknya kalian harus segera menikah"


"Apa??" revan dan arandita menjawab bersamaan.


"tapi tante'' sebelum arandita menjelaskan terdengar bel pintu berbunyi.


"Biar Revan buka dulu pintunya''


di sana terlihat wanita paruh baya, yang berdiri di depan pintu apartemen nya.


"Cari siapa?"


belum sempat wanita itu menjawab mama Elisa datang dari belakang nya.


"Winda kau sudah datang rupanya, Ayo masuklah"


ada rasa penasaran yang muncul di hati revan, ia pun segera menyusul mereka ke dalam apartemen nya.


"ibu"


"Arandita kau ada disini nak''


"iya mereka ada di sini ,maka dari itu aku menyuruh mu untuk datang kemari"


revan yang mendengar itu mengerutkan keningnya, dan masih menjadi pendengar yang baik.


berbeda dengan revan yang terlihat santai, sedangkan arandita merasa sangat cemas apa yang akan di katakan oleh tante Elisa pada ibunya.


"kita harus segera menikah kan anak kita secepatnya winda, aku tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk kedepan nya, lagi pula mereka sudah berpacaran selama satu tahun kan.''

__ADS_1


"benarkah, tapi kenapa arandita tidak pernah bicara apapun soal itu"


ibu kini beralih menatap putrinya,


"ibu tante sebenarnya kami tidak"


"dengar nak kami hanya ingin yang terbaik untuk kalian, sekarang pulang lah bersama ibumu dan bersiap lah malam nanti kamu akan datang melamar mu"


"Mama..''


" Diamlah anak nakal"


arandita kini menatap ibunya, namun ibunya hanya diam saja.


kini arandita dan ibunya sudah sampai di rumah mereka, sepanjang perjalanan ibu hanya diam saja tak berbicara apapun pada arandita.


"Ibu, ibu percaya aran kan, aran tidak melakukan apapun, sebenarnya aran juga tidak terlalu mengenal tuan revan bu"


"Sudahlah aran, ibu sedang tidak ingin berbicara dengan mu, ibu kecewa padamu aran, sekarang bersiaplah untuk menyambut kedatangan mereka''


ibu pun meninggalkan arandita sendiri.


ditempat lain revan merasa sangat kesal, namun ia juga tidak berani membantah mamanya.


dan keputusan mama Elisa sudah final, revan harus menikah dengan arandita.


berbagai macam persiapan untuk acara lamaran yang mendadak, kini mama Elisa pun tengah sibuk dengan berbagai macam hadiah untuk calon menantunya.


tak lupa ia juga sudah membelikan sepasang cincin edisi terbatas untuk acara pertunangan putranya.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2