
Karena ucapannya yang sering berbicara asal-asalan akhirnya Marissa Merasakan akibatnya kini ia harus membuktikan pada dua gadis pembuat onar, bahwa Marissa bisa dengan mudahnya mencium vino walau pun Marissa terlihat berjalan dengan santai dan anggun namun dalam hatinya ia merasakan gugup yang luar biasa.
"gue yakin dia itu hanya main-main saja dengan kita mana mungkin lah dia berani mencium tuan vino yang dingin dan tampan itu" siska tersenyum meremehkan.
"kau benar kita lihat saja dia pasti akan di tendang dan di permukaan di tempat ini" Jesica pun tak kalah sinisnya.
sedangkan Marissa kini sudah berada di hadapan vino, "Hai kau ada di sini juga" tanya Marissa sok akrab.
Namun vino tak menyahuti sapaan dari teman debat nya itu ia bersiap cuek seolah tak mengenal Marissa.
"Jual mahal sekali pria konyol dan menyebalkan ini ingin sekali aku mencakar wajah yang tak seberapa itu" geram Marissa dalam hatinya.
lalu Marissa pun melihat ke arah dua gadis di yang tak jauh dari tempat nya menatap Marissa dengan tatapan sinis dan mengejek, Marissa merasa kesal dan tidak terima jika ia berakhir kalah dan jadi bulan-bulanan dua gadis yang selalu mengganggu nya dan arandita.
"Hmm mereka berdua belum tahu siapa Marissa" dengan senyum smirk Marissa menarik tangan vino dan berjinjit mencium bibir vino.
__ADS_1
cup..
vino melebarkan matanya ia tak menyangka dengan apa yang Marissa lakukan padanya, begitu juga dua gadis yang berada tak jauh dari tempat mereka meresa tak percaya dengan apa yang sudah di lakukan oleh Marissa pada idola nya.
"OMG jes apa gue nggak salah liat kan" Siska mulai mengucek matanya, sedangkan Jesica masih menutupi mulutnya dengan tangan keduanya tangannya sendiri.
"jes, jes loe baik-baik aja kan" siska menggoyang- goyangkan tubuh Jesica yang terlihat shock.
"Apa yang kau lakukan" geram vino pada wanita yang berada di hadapannya yang sudah mencuri ciuman pertamanya.
tapi tidak untuk sekarang oke" Marissa berbicaralah dengan penuh senyum, lalu meninggalkan vino yang berdiri mematung di tempatnya dan masih mencerna perkataan yang diucapkan oleh Marissa.
Marissa berjalan dengan penuh rasa bangga melihat kedua gadis di depannya terlihat begitu shock, " bagaimana kalian berdua lihat sendiri kan bagaimana mudah nya seorang Marissa mendapatkan ciuman dari asisten yang tidak terlalu tampan itu.'' Marissa sambil menaik-turunkan alisnya.
"gue baru tahu ternyata loe memang jal*ng"
__ADS_1
ucap Jesica dengan raut wajah penuh emosi nya.
''what jal*ng kau tahu seberapa unggul nya seorang Marissa tapi kau berkata aku jal*ng wow" Marissa mengejek dan bertepuk tangan lalu melipat kedua tangannya di depan dada.
"Akui saja kalau kau jal*ng" ucap siska.
"Bilang saja kalian iri dengan ku" ucap Marissa cuek.
"Aku tidak iri pada gadis seperti mu apa kau pikir aku tidak bisa seperti mu, lihat saja aku juga bisa melakukan nya" kesal Jesica.
"Hmm.. lakukan saja"
sedangkan vino masih di tempatnya memegangi bibirnya yang sudah di Sentuh oleh Marissa, lalu ia pun mulai memindai seluruh ruangan untuk mencari keberadaan gadis yang selalu membuat nya jengek lalu ia melihat Marissa sedang bersama dengan dua gadis yang sebaya dengan nya.
"Mereka itu sedang mengobrol atau berdebat" gumam vino.
__ADS_1