Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 103


__ADS_3

Di dalam mobil revan masih memikirkan foto istrinya yang berada di dalam laci milik shella, "mengapa shella melakukan itu apa sebenarnya yang tidak aku ketahui tentang nya selama ini, aku harus segera membicarakan tentang ini semua dengan vino dan segera mungkin untuk memberikan keadilan untuk zia."


setelah beberapa menit kemudian revan kini sudah berada di kantor nya dan segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan nya.


"revan kau kemana saja dokter indra sudah menunggumu satu jam yang lalu" tanya vino.


"Ada hal yang harus aku kerjakan terlebih dahulu sekarang dimana dokter mesum itu" revan bertanya karena ia tidak melihat sahabat sekaligus dokter pribadinya.


"Seperti biasanya saat dia datang kemari buaya itu pasti sedang mencari mangsa menggoda para wanita di kantor ini" jawab vino sekenanya.


"siapa yang menjadi incaran nya kali ini"


"entahlah, apa aku harus memanggil nya kemari sekarang." tanya vino.


"tidak perlu Vino ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu"


"Soal apa?" vino mulai dengan mode seriusnya.

__ADS_1


"soal"


Aaaa.... teriak kesakitan seseorang dari luar ruangan "siapa itu vin" revan merasa terganggu dengan suara teriakan yang begitu keras itu.


"Biar aku cek dulu" vino pun keluar dari ruangannya, saat vino keluar ia melihat pemandangan yang tak biasa ingin sekali ia tertawa terbahak-bahak.


namun ia urungkan seperti biasanya jika di kawasan kantor vino akan bersikap dingin dan cuek biasanya, "Dokter Indra sedang apa kau duduk di lantai" tanya vino cuek seperti tidak melihat apapun yang terjadi sebelum nya.


"Vino kenapa bos mu memperkerjakan wanita bar-bar seperti dia, wanita itu sudah menendang pusaka ku bagaimana jika nanti aku tidak bisa ninu ninu lagi" tunjuknya pada seorang wanita yang sedang Duduk santai di kursi kerjanya.


"hei aku ini tamu disini apa kau tidak memarahi gadis itu atau sekedar memberikan sangsi atas perbuatannya pada ku" protes dokter indra.


"Ada apa ini" revan menghampiri sahabatnya nya yang sedang berdebat dengan vino.


dengan langkah sedikit tertatih dokter indra pun menghampiri revan, "Hai bro apa kau tidak salah memperkerjakan wanita bar-bar di perusahaan ini"


"memang kenapa aku rasa karyawan dan karyawati ku disini semuanya bekerja dengan sangat baik dan profesional"

__ADS_1


"Bro lihatlah wanita yang sedang duduk di sana dia sudah menendang aset berharga ku" dokter Indra mulai mengadu pada revan ia berharap mendapat pembelaan dari sahabatnya, dan memberikan pelajaran kepada gadis yang sudah menendang aset berharga miliknya


Namun sayangnya revan tak beraksi apapun walau dokter indra sudah mengadu dengan penuh drama di hadapan revan, "memang kau apakan dia" tanya revan dengan nada dingin nya.


"Aku hanya menggoda nya sedikit saja" jujur dokter indra dan langsung mendapat bogem mentah dari sahabatnya.


"hei.. apa yang kau lakukan Kenapa kau memukul ku" teriak dokter Indra tak terima.


"dia benar tuan revan harusnya anda tidak memperlakukan dia seperti itu bukan begitu dokter indra" dokter indra pun langsung mengangguk mengiyakan perkataan yang diucapkan oleh vino.


vino terseyum smirk "ya harusnya seperti ini saat ada pria mesum yang sudah berani menggoda nyonya muda Alexander"


bugh.. bughh.. bugh


dokter indra menahan rasa sakit di perut nya akibat pukulan dari vino, "nyonya muda Alexander apa dia itu" dokter indra membelalakkan matanya saat tersadar bahwa ia sudah menggali lubang kubur nya sendiri.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2