
Setelah beberapa menit kemudian arandita pun keluar dari kamar mandi yang hanya memakai handuk saja dengan wajah segarnya, "sayang kau wangi sekali" revan memeluk istrinya dari belakang mengejutkan arandita.
"mas kau selalu saja mengejutkan ku" kesal arandita sambil mencubit pinggang suaminya dengan gemas.
"sakit sayang" revan meringis berpura-pura kesakitan agar mendapatkan perhatian dari istrinya.
"maaf" arandita merasa sangat bersalah dengan apa yang sudah baru saja ia lakukan.
cup
revan mengecup bibir istrinya sekilas, "bersiaplah aku akan membawamu ke suatu tempat" ucap revan sambil meninggalkan istrinya yang masih berdiri di tempatnya.
"kita mau kemana" tanya arandita dengan sedikit penasaran.
"ini adalah rahasia dan kejutan untuk mu sayang jadi aku tidak bisa mengatakan nya sekarang" ucap revan sambil mengedipkan sebelah matanya pada sang istri sebelum menutup pintu kamar mandinya.
"dia ini selalu saja membuat teka-teki" arandita pun hanya menggelengkan kepalanya lalu bergegas memakai pakaiannya dan keluar Dari kamarnya.
"selamat pagi nyonya muda" sapa para pelayan mansion.
"pagi" arandita membalas sapaan mereka dengan senyuman mengembang di wajahnya.
__ADS_1
"bibi sedang masak apa" tanya arandita dengan sangat sopan dan ramah.
"bibi akan membuat soto sesuai perintah nyonya Elisa" pelayan itu pun menjawab pertanyaan arandita sedang sangat ramah juga.
para pelayan dan pengawal di mansion itu sangat menyukai ke pribadian arandita yang ceria dan ramah, bahkan mereka tidak menyangka bahwa seorang arandita bisa melelehkan gunung es seperti revan Alexander.
"sayang kamu dimana" teriak revan sambil menuruni anak tangga dengan sedikit cepat.
"arandita sayang"
"aku di dapur mas" arandita pun langsung bergegas menghampiri suaminya, "ada apa"
"ayo ikut aku" ajak revan sambil menggandeng tangan istrinya.
revan melihat raut wajah sedih istrinya dan mengurungkan niatnya untuk mengajaknya pergi saat ini juga.
"sebentar aku telpon vino terlebih dahulu ya sayang" revan pun menelepon vino dengan sedikit menjauh dari istrinya.
arandita sedikit memicingkan matanya y
Saat melihat gelagat aneh suaminya, "aneh sekali dia hanya menelpon kak vino tapi seperti menelpon kekasihnya saja" arandita mencebikan bibirnya karena sedikit kesal pada suaminya yang terlihat menyembunyikan sesuatu dari nya.
__ADS_1
"terserah sajalah dia mau melakukan apapun sesuka hatinya" arandita pun tak mau memikirkan sesuatu yang tidak-tidak tentang suaminya.
"bagaimana apa sudah selesai" ranya Revan melalui sambungan teleponnya
[semuanya sudah siap untuk Acara nanti malam kau tidak perlu khawatir soal itu] ucap vino dengan suara khas bangun tidur nya.
"kerja yang bagus, alihkan ke sambungan Vidio sekarang juga"
tampa menunggu jawaban dari vino revan langsung mematikan sambungan teleponnya dan menggantinya dengan sambungan vidio.
"lama sekali dia mengangkat panggilan nya" ucap revan dengan sangat tidak sabaran.
"mas apa kau sudah selesai" tanya arandita yang sedikit berteriak.
"tunggu sebentar sayang" revan pun mematikan sambungan video nya saat sambungan itu terhubung dengan vino.
[kirimkan saja semua foto nya padaku] pesan pun terkirim ke ponsel vino.
revan datang menghampiri istrinya yang sedang menikmati soto bersama dengan mama elisa.
cup
__ADS_1
revan mengecup pipi istrinya yang sedikit berisi tepat di hadapan mama elisa. "mas" arandita merasa sangat malu pada mama mertunya yang kini sedang tersenyum melihat ekspresi wajah arandita yang terlihat malu-malu.
bersambung