Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 86


__ADS_3

Teriakan revan menggema di seluruh penjuru taman itu menyadarkan seseorang yang berada tak jauh dari tempat revan berada.


Arandita mendengar semua janji yang di ucapkan suaminya untuk dirinya, Arandita mencebikan bibirnya menatap tak percaya pada pria yang berstatus sebagai suaminya kini menangis memanggil namanya.


"Yang benar saja manusia es itu menangis" arandita menatap tak percaya dengan apa yang kini dilihatnya.


"Baru tahu ternyata manusia menyebalkan itu juga berhati hello Kitty" arandita masih nangkring dengan asyiknya di atas pohon, dan menikmati mangga muda dengan sambal rujak yang ia buat dengan cepat.


Ya, sebelum mama elisa pulang arandita sempat kembali ke dapur untuk membuat sambal rujak, ia ingin sekali menikmati rujak mangga muda langsung di atas pohonnya.


sebelum arandita kembali ke taman itu sebenarnya ibu juga sudah mengetahui bahwa putrinya tidak pergi kemanapun, karena arandita sudah berbicara dengan memakai kode atau bahasa tangan yang sering arandita gunakan kepada ibunya, karena itu lah ibu tidak terlalu terkejut dengan berita hilangnya arandita.


arandita tak menyia-nyiakan kesempatan untuk merekam video agar bisa menjadi bukti pada saat nanti ia menagih janji suaminya, agar tidak mengelak dan tetap menuruti apapun yang arandita minta sesuai dengan apa yang di ucapkan oleh revan.

__ADS_1


"misi selesai, semoga ini jalan adalah untuk membukakan pintu hati si manusia menyebalkan itu untuk melihat bagaimana kejamnya kekasih yang sangat ia percaya itu, Zia aku sudah berjanji padamu untuk secepatnya membuka kebenaran yang di sembunyikan oleh sahabat laknat mu itu." gumam arandita dengan api semangat yang membara.


Beruntung Revan duduk membelakangi pohon mangga itu hingga memudahkan untuk arandita turun tanpa di ketahui oleh revan, dengan perlahan arandita turun dari pohon dan memberi kode pada para pengawal yang melihat nya untuk tetap diam.


"Baru kali ini aku melihat tuan muda menangis, dan itu hanya karena wanita saja" bisik pengawal pada temannya.


"Kau benar, nona arandita adalah perempuan yang hebat bisa meluluhkan singa jantan seperti tuan muda" ucap pengawal lain membenarkan.


"Sttt... kalian berdua diamlah kalau sampai tuan muda mendengar perkataan kalian, habislah kalian berdua" ucap teman lainnya mengingatkan.


revan yang mendengar suara istrinya pun langsung menghapus air matanya dan memasang wajah datar tanpa ekspresi nya kembali.


Revan berbalik menatap tajam ke arah arandita, "Dari mana saja kau" tanya revan dengan nada dinginnya.

__ADS_1


"Dari sana, kesini" arandita sambil menggoyangkan kepalanya.


semua para pengawal ternganga yang melihat ekspresi tuan mudanya berubah seketika, "Aku sungguh tidak percaya dengan semua yang aku lihat ini" bisik pengawal yang suka bergosip.


"Ajaib" ucap pengawal yang berada di sebelahnya.


revan kesal mendengar para pengawalnya yang kini mulai berbisik-bisik menggosipkan dirinya.


"Apa kalian sudah tidak ingin bekerja dengan ku" tanya revan dengan nada tegasnya.


"Masih tuan" para pengawal itu pun menjawab serempak.


"Bubar!"

__ADS_1


dengan cepat para pengawal itu pun langsung berlari meninggalkan bosnya, suasana hati revan sering berubah-ubah semenjak dirinya sering merasa mual.


namun hanya satu penawar terbaiknya yaitu tetap dekat dengan istrinya, itulah mengapa revan terlihat panik saat ia tidak melihat arandita dimana pun.


__ADS_2