Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 72


__ADS_3

Darah segar pun mengalir di tangan polisi zayn, dengan cepat arandita pun menghentikan polisi zayn yang terus memukuli batang pohon dengan tangan kosong.


"cukup! apa kau akan terus melukai tangan mu" teriak Arandita merasa sangat kesal dengan tingkah pria yang berada di hadapannya.


Zayn pun langsung menghentikan aksinya, lalu arandita pun dengan cepat mengambil kotak obat yang selalu ia bawa di jok motor nya, dan langsung mengobati luka zayn menghentikan darah yang keluar.


"Kau pikir kau itu jagoan, lihatlah tangan terluka, berpikiranlah dulu sebelum bertindak"


(berpikirlah dulu sebelum bertindak!)


kata-kata itu yang selalu terngiang-ngiang di telinga zayn, mengingatkan nya kembali pada gadis yang sangat ia cintai.


"kenpa kau ingin tahu tentang zia, siapa sebenarnya dirimu"


"Aku hanya ingin keadilan untuk zia saja"


"Apa maksudmu dengan keadilan"


arandita mengembungkan pipinya, ia merasa sangat kesal dengan pria yang berada di hadapannya itu.


Dia itu tidak peka atau bodoh, ingin sekali aku memukul nya saat ini.


hari ini mood arandita sangat kacau namun ia masih bisa menahannya dan mencoba untuk sabar.

__ADS_1


"Ceritakan apa yang membuat mu berpikir bahwa kekasih mu penghianat, seperti yang kau ucapkan tadi"


"Aku pernah mendapat kiriman foto intim zia bersama dengan seorang pria"


"dimana kau melihat nya" arandita terus mengintrogasi polisi tampan yang ada di hadapannya.


"seseorang mengirimkan nya pada ku"


"kapan?"


"Sebelum kecelakaan maut itu, dan di sana terdapat tespek garis dua dan aku yakin zia hamil dengan pria itu.


"kau seorang polisi, bagaimana kau memecahkan kasus orang lain sedangkan kasus yang di alami kekasih mu saja kau tidak bisa"


sedangkan arandita merasa sangat kasihan, dengan pria tampan yang berada di hadapannya sangat begitu rapuh.


"lalu bagaimana jika kau mengetahui bahwa kecelakaan maut yang di alami Zia adalah ulah seseorang, dan zia adalah hanyalah korban ''


"Aku akan menghukumnya" dengan spontan Zayn menjawab pertanyaan arandita dengan penuh semangat.


"baiklah, Kak berikan semua bukti bahwa kakak mu Zia tidak bersalah"


zayn terkejut saat arandita memanggil seseorang yang berada di belakangnya, entah sejak kapan ia berada di antara mereka, lalu zayn pun berdiri dari duduknya melihat ke arah pria yang kini berdiri tegak di hadapan nya.

__ADS_1


"vino" zayn tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


"halo kakak ipar, maksdku calon kakak ipar yang tidak jadi" vino tersenyum sinis meralat perkataan nya.


dengan santai vino pun memberikan berkas-berkas yang berada di tangannya pada zayn, Namun saat zayn akan mengambilnya vino kembali menariknya.


"Eits tunggu lebih baik kita masuk ke dalam mobil saja, di sini tidak terlalu aman" vino langsung terlihat waspada, dan memindai seluruh taman itu.


lalu mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil milik vino yang tak jauh dari sana.


kenapa perasaan ku tidak enak ya.


arandita merasa sidikit cemas namun ia juga bingung dengan perasaannya yang selalu berubah-ubah setiap waktu.


"Aran kau baik-baik saja" vino merasa aneh saat melihat gelagat istri sepupunya itu.


"Aku baik, hanya saja aku merasa ada yang tidak beres"


"apa itu" tanya vino menyelidik.


"Ah sudah lupakan saja" arandita kembali pokus pada misinya.


vino pun mulai menceritakan tentang kejadian itu dan memberikan semua bukti yang ia miliki.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2