
setelah pergi mengantar sahabatnya mobil yang di tumpangi Marissa tiba-tiba saja mati di tengah jalan sepi, marisa bingung harus berbuat apa sedangkan ponselnya juga ikut mati.
"pake acara mogok segala, gimana cara benerin nya ya" Marisa mengotak-atik kabel mobilnya.
"Ahh menyebalkan kenapa harus mogok sekarang sih" Marissa kesal dan menendang ban mobilnya dengan sangat keras, detik berikutnya ia mengaduh merasa kesakitan di kakinya.
"Aduhhh... sekarang aku harus bagaimana" Marissa bingung sembari memegangi kakinya.
"Ayo cepat marissa pikirkan!"
tiba-tiba dari kejauhan tampak mobil hitam yang sedang sedang melaju ke arah nya, dengan cepat marisa merentangkan kedua tangannya untuk menyetop mobil tersebut.
cekiitttt
seseorang yang berada di mobil itu pun langsung mengerem mendadak melihat Marissa berada di tengah-tengah jalan menghadang mobil nya.
"hei.. apa yang sedang kau lakukan di depan mobilku apa kau sudah tidak waras!" teriak seorang pria yang langsung turun dari mobilnya.
Marissa sedikit terkejut dengan suara yang sangat familiar di telinga nya itu dan hampir terjatuh jika tidak di tangkap oleh pria itu.
"Lepaskan aku" reriak Marissa yang langsung melepaskan tangan pria yang menolongnya.
__ADS_1
"Apa sebenarnya mau mu, kalau kau ingin mati jangan di depan mobilku" bentak pria itu.
"kau itu memang pria tidak waras aku disini bukan untuk bunuh diri, aku hanya.. " Marissa tidak melanjutkan perkataannya karena percuma saja baginya, pria yang berada di hadapannya pasti akan menertawakan dirinya nanti.
"sudah lupakan saja pergilah kau dari sini" usir Marissa dengan nada juteknya.
"Kau itu perempuan menyebalkan"
"Kau pria yang menyebalkan" Marissa menyahuti dan langsung masuk ke dalam mobilnya tanpa memperdulikan keberadaan vino yang berada di hadapannya.
Karena kesal dengan sikap Marissa pada nya akhirnya vino pun meninggalkan tempat itu, namun saat ia sedikit menjauh dari tempat itu.
"Apa mobilnya mogok? dan tadi ia ingin meminta bantuan, kenapa gadis itu tidak memberi tahu aku, ah biarkan saja gadis menyebalkan itu memperbaiki mobilnya sendiri" vino langsung tancap gas meninggalkan tempat itu.
sedangkan Marissa merasa frustasi dan ia pun kembali membuka mobilnya mengambil tas dan handphone nya yang mati.
Marissa memilih untuk berjalan kaki saja meninggalkan tempat itu karena hari akan semakin larut tidak memungkinkan untuk Marissa terus berada di tempat itu.
sudah beberapa puluh meter Marisa meninggalkan mobilnya namun tidak ada satupun mobil yang melintas di jalan itu.
"haus banget mana masih jauh lagi" marissa dengan nafas tersengal nya.
__ADS_1
di saat marissa sedang berjalan dengan kaki lelahnya tiba-tiba sekumpulan pria brandal menghampiri nya.
"hai manis.. apa kau kelelahan sini biar abang gendong" goda salah satunya.
"jangan dekat-dekat" teriak marissa yang sedikit kekutan.
''Jangan takut sayang Abang adalah pria baik-baik" ucap pria itu lagi sambil mencolek dagu Marissa dengan genitnya.
"jauhkan tangan kotor mu dariku" teriak marissa.
mendengar teriakkan Marissa preman itu pun merasa sangat kesal dan terhina.
"kau berani berteriak padaku" geram preman itu.
" sudah sikat saja bos" ucap preman lainnya.
dengan kekuatan yang tersisa Marissa pun mencoba lari dari tempat itu, karena Marissa tidak pandai bela diri seperti arandita sahabatnya.
"cepat kejar dia" teriak preman itu pada anak buahnya.
bersambung..
__ADS_1