Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 37


__ADS_3

Di dalam perjalanan Revan dan Arandita hanya diam saja, suasana yang hening membuat Arandita bosan, tapi diantara mereka tidak ada yang mau memulai pembicaraan terlebih dahulu.


Namun kemudian ponsel Arandita berbunyi menandakan bahwa ada pesan masuk, Arandita melihat siapa yang mengirimkan pesan singkat padanya dan membaca apa isi pesannya,


"Arandita bisakah kita bertemu nanti malam di cafe mawar ada yang ingin aku sampaikan kepada mu, aku mohon datanglah walau hanya untuk sebentar saja."


Setelah membaca pesannya Arandita mengerutkan keningnya, dan memembalas pesan yang dikirimkan orang tersebut padanya.


Sedangkan Revan yang sedang mengemudi di sebelah arandita merasa sangat penasaran, siapa yang mengirimkan pesan pada istri kontrak nya.


"Apa itu pesan dari kekasihnya? haahhh terserah saja lah dia mau bersama siapapun aku tak perduli," pikir Revan dalam hati dan tetap fokus mengendarai mobilnya.


Setelah beberapa saat berlalu kini mobil yang mereka tumpangi pun sudah memasuki halaman panti. Disana sudah ada ibu Winda dan mama Elisa yang berdiri di depan pintu menyambut kedatangan putra putri mereka.


Mama Elisa sudah pulang dari luar negri dan langsung menuju ke panti setelah mendapat panggilan telpon dari Vino, dan ternyata di sana juga sudah ada sahabat karibnya sekaligus besannya.


Saat Arandita akan turun, revean melarang nya turun terlebih dahulu. Lalu Revan terlebih dahulu dan memutari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Arandita. Sejenak Arandita terkejut dengan apa yang dilakukan oleh suaminya setelah selama dua bulan pernikahan baru pertama kali nya Revan bersikap manis pada nya.

__ADS_1


Kini Arandita mulai berpikir apakah Revan mulai membuka hati untuk nya, namun siapa sangka Revan bersikap demikian karena ada orang tua mereka di sana.


Sedikit demi sedikit Arandira mulai menerima pernikahan atas dasar kesalah pahaman ini, ia ingin memperjuangkan pernikahan nya bukan hanya karena takut ibunya terluka tapi sedikit demi sedikit nama Revan masuk ke dalam hatinya.


Arandita percaya suatu hari nanti semuanya akan baik-baik saja, lain di hati Arandita lain pula di hati Revan yang masih tetap menunggu kekasihnya walaupun Revan tidak suka melihat Arandita bersama dengan pria lain. Namun ia selalu menepisnya.


"Cepat berikan tangan mu!" titahnya pada sang istri.


Arandita mengerutkan keningnya bingung. Namun dengan cepat Revan memegang tangan Arandita dan membisikkan sesuatu padanya, yang membuat rasa sesak di hatinya.


Revan memegang tangan Arandita dengan jari-jari mereka saling bertautan, terlihat begitu mesra bagi orang yang melihatnya. Tapi hanya Arandita dan Revan yang tahu bagaimana hubungan mereka berdua saat ini.


"Mama kapan pulang, kenapa nggak ngabarin Aran?" Kemudian arandita menyalami ibu nya dan ibu mertua nya.


"Kan mama tadi sudah memberi tahu Revan, kalau mama pulang dan langsung menuju ke panti karena tadi Vino juga bilang kalian mau kemari."


Arandita tersenyum menyembunyikan rasa kesalnya, lalu ia menekan kuku panjang nya pada kulit tangan Revan, karena jari-jari tangan mereka yang masih bertautan membuat Arandita dengan mudahnya menyalurkan rasa kekesalan nya pada Revan.

__ADS_1


"Ayo kita masuk acaranya akan di mulai sebentar lagi." Ajak ibu Winda.


"Mama dan ibu dulu saja," jawab Revan dengan cepat.


Revan ingin berteriak karena tangannya terasa sangat sakit karena ulah kuku Arandita,kini Revan pun melingkarkan tangannya pada pinggang Arandita dengan sangat erat.


Terlihat begitu mesra di mata kedua orang tuanya, mama Elisa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku putra nya yang begitu posesif pada sang istri.


"Bersikaplah dengan sopan!" bisik Arandita di telinga sang suami. Membuat Revan merasakan hawa yang luar biasa pada saat Arandita berbisik di telinganya, dengan cepat ia pun mulai mengeratkan pelukan pada pinggang arandita.


"Kenapa? bukankah aku ini suami mu sayang!" ujar Revan sedikit menggoda istri kontraknya.


Arandita merasa malu sendiri dan melepaskan tangan Revan dari pinggang nya dan berlalu pergi meninggalkan Revan begitu saja.


"Ternyata kau ganas juga ya bro haha..'' Vino tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah kesal sepupunya.


"Diam kau! mulau besok lembur sampai malam!''

__ADS_1


"Apa? tidak bisa begitu dong!" protes Vino yang langsung merasa sangat menyesal karena telah menertawakan sepupu sekaligus bosnya. Vino pun langsung berusaha membujuk saudara sepupunya, namun Revan terus berjalan dan tidak menghiraukan ucapan vino yang sedang mengumpat nya saat ini.


Bersambung..


__ADS_2