Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 107


__ADS_3

Setelah pulang bekerja arandita dan Marissa pun mampir ke toko pakaian yang tidak jauh dari tempat nya bekerja.


" ran ini pakaian apaan kok modelannya begini nerawang banget apa nggak masuk angin kalau pakek beginian" Marissa memperlihatkan lingerie merah kepada sahabatnya.


arandita hanya mengangkat bahu nya, " Entahlah aku juga baru lihat Baju jaman sekarang kok aneh-aneh"


"Mbak-mbak sini deh" Marissa memanggil karyawati toko itu.


"iya ada yang bisa saya bantu kak" tanya karyawati toko itu dengan ramah.


"Mbak ini baju apaan sih kok modelnya begini terus di buat apa untuk renang kah?" tanya Marissa penasaran.


"ini namanya baju har*m kak di pakai saat" karyawati itu menjeda ucapannya ia sedikit malu-malu untuk menceritakan kepada Marissa, pasalnya dia sendiri sebenarnya tidak pernah memakai pakaian seperti itu.


"sa ayo cepat kemari" arandita memanggil Marissa membuat karyawati itu bernafas lega dan pergi sedikit menjauh dari marissa, ia talut jika Marissa kembali bertanya lagi.

__ADS_1


"kamu mau beli yang mana sa tenang kali ini aku yang traktir deh"


"kitakan belum gajian ran tumben udah mau traktir aja" yang Marissa bingung.


"tenang saja bantu aku menghabiskan uang si tuan menyebalkan sebelum pelakor itu yang menghabiskan nya"


"tidak aku pakai uangku sendiri saja," tolak Marissa.


arandita mengerutkan keningnya, "tumben nggak mau yang gratisan"


percakapan dua sahabat itu pun sukses membuat para pengawal yang menyamar jadi pembeli itu pun ingin tertawaan namun mereka tahan, agar nyonya muda mereka tidak mencurigai keberadaan mereka.


"yasudahlah kalau begitu terserah padamu saja" ucap arandita sambil sibuk memilih daster dengan berbagai motif dan model.


setelah selesai berbelanja di toko pakaian kini mere pun mulai berbelanja makanan ringan karena mereka berdua sudah sepakat untuk nonton Drakor bareng.

__ADS_1


kini keranjang belanja mereka pun penuh dengan berbagai macam makanan ringan dan beberapa dus susu untuk ibu hamil, "sekarang kita pulang sa semua sudah selesai aku dah capek banget pengen istirahat" arandita mendorong kerjanng belanja nya menuju kasir.


namun tiba-tiba langkahnya terhuyung hampir terjatuh saat seseorang menyenggolny beruntung arandita masih bisa menyeimbangkan tubuhnya, "Arandita apa kau baik-baik saja tanya Marissa dengan wajah khawatir nya.


tak hanya Marissa saja semua pengawal yang sedang menyamar pun pangsung siap siaga saat nyonya muda nya di dorong seseorang, " cepat kejar orang yang sudah menyenggol nyoya" perintah perintah dari salag satu dari mereka.


"tenang aja aku baik-baik saja mungkin orang itu sedang terburu-buru jadi tidak sengaja menabrak ku" ucap arandita meyakinkan sahabatnya bahwa ia memang baik-baik saja.


"syukurlah kalau begitu yasudah ayo kita bayar aku sudah tidak sabar ingin menonton drakor terbari minggu ini" Marissa menarik tangan sahabatnya menuju kasir.


"bagaimana apa kau mendapatkan orang iru" tanya seorang pengawal melalui sambungan teleponnya.


"bagus kurung saja dia perkerat penjagaan nona sekarang juga kirimkan beberapa pengawal lagi untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, atau tuan muda akan murka pada kita nanti dan jangan lupa untuk memakai pakaian seperti biasa agar nyonya tidak mencurigai kita sesuai perintah tuan muda"


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2