Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 126


__ADS_3

Vino meremas gelas wine yang sedang ia pegang entah mengapa ia merasa sangat kesal melihat Marissa berdekatan dengan pria lain.


"tidak mungkin kan aku cemburu buta pada gadis bar-bar itu" sanggah vino sambil meneguk wine yang ada di tangannya.


sedangkan Marissa kini merasa sangat canggung berdekatan dengan zayn, kini Marissa pun memilih untuk diam dan fokus melihat sahabatnya yang sedang berdansa dengan suaminya.


Marissa menatap kagum pada sahabatnya, ia merasa sangat lega dan bahagia karena akhirnya sahabatnya mendapatkan kebahagiaan.


"mau berdansa dengan ku" ucap dua pria bersamaan dengan tangan yang menjulur di kanan dan kiri Marissa.


Marissa menatap ke arah pria itu satu persatu tiba-tiba tangan zayn di turunkan hanya tangan vino saja yang masih setia menunggu Marissa meraih tangannya.


"maaf Aku tidak ingin berdansa" ucap Marissa dengan cara halus agar ia tidak hilang marwah di depan zayn.


"kenapa?" tanya vino mengerutkan keningnya.


"karena aku tidak bisa berdansa"

__ADS_1


"bukan masalah yang serius aku akan mengajarimu berdansa" vino pun langsung meraih tangan Marissa dan membawanya menjauh dari tempat itu.


"ehh tapi"


vino langsung meletakkan jarinya di bibir Marissa dan memandang mata Marissa dengan sangat dalam, "sttt.. diamlah dan menurut saja"


seperti terhipnotis Marissa pun hanya mengangguk menuruti keinginan vino, kemudian vino pun menuntun Marissa ke lantai dansa.


dan mulai meletakkan tangannya di pinggang Marissa dan mereka pun mulai berdansa.


Arandita melihat kedua manusia yang selalu tak pernah akur itu pun sedikit terkejut melihat mereka kini berada di lantai dansa dan menari dengan begitu indahnya.


arandita hanya mengangguk saja sebagai Jawaban, Jujur arandita masih canggung dengan perlakuan suaminya itu yang bersikap itu.


tiba-tiba tubuhnya Terasa melayang di udara, revan menggendong nya ala bridal style.


"mas turunin malu di lihat orang" bisik arandita di samping telinga suaminya.

__ADS_1


namun bisikan arandita membuat hal lain yang terjadi di dalam diri revan, "sayang apa kau mau menggoda ku Tunggulah setelah kejutan yang lain datang untukmu"


"kejutan apa" tanya arandita dengan wajah penasaran nya.


"kalau aku beri tahu namanya bukan kejutan sayang" ucap revan dengan nada manjanya.


arandita hanya tersenyum melihat sisi lain suaminya, "ternya dia menggemaskan juga kalau lagi mode manja"


"mas kita mau kemana turunkan aku, aku ini berat lho mas" arandita terkejut saat suaminya membawanya pergi meninggalkan pesta itu.


"segemuk apapun tubuhmu akan terasa ringan bagiku" ucap revan mantap.


"yakin?" arandita Langsung menatap wajah tampan suami nya, membuat revan menjadi salah tingkah di buatnya.


"kalau begitu aku akan terus kenaikan berat badan ku saja" ucap arandita yang langsung spontan membuat langkah revan berhenti.


"jangan terlalu gemuk itu tidak baik untuk kesehatan sayang" dengan cepat revan pun membuka pintu ruangan nya dan membawa istrinya ke ruang istirahat lalu menidurkan nya dengan sangat perlahan.

__ADS_1


revan duduk di samping istrinya dan mengelus-elus perut arandita yang sudah terlihat buncit, "jadi kau yang membuat papa mu selalu mual muntah di lagi hari"


perkataan revan membuat arandita mengerutkan keningnya ia tidak mengerti dengan apa yang baru saja di katakan oleh suaminya.


__ADS_2