Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Malik Pindah Tugas


__ADS_3

Meeting pun segera dimulai tanpa kehadiran Manager Pemasaran yang entah sedang kemana atau sedang apa.


" Baiklah Pagi semua, Seperti biasa kita akan melakukan meeting bulanan untuk melaporkan segala pekerjaan kalian. Sebelumnya perkenalkan ini Zahra sekertaris baru saya dan Zahra bekerja mulai hari ini .


Jika ada yang berkepentingan dengan saya silahkan melalui Zahra dulu, segala bentuk laporan,ide atau tentang pekerjaan lainnya silahkan kalian melaporkan kepada Zahra" jelas Ryan


" Lalu Tuan Malik bagaimana Tuan Ryan? " Salah satu manager produksi bertanya dengan sangat berani


" Malik aku pindah tugaskan " jawab Ryan


" Hah apa?? " semua yang ada di ruang meeting kaget termasuk Malik sendiri. Karena ini tanpa sepengetahuan dirinya maupun dewan direksi lainnya.


" Maksudnya Tuan ? " tanya salah satu manager Keuangan berbicara


" Taun Malik aku pindahkan ke .. " Hening seketika


" Hiks Tamat lah riwayat ku sekarang ,karena aku harus ke Antartika " tangis Malik dalam Hatinya


" Adik angkat ,kau baik-baik ya disini , kita akan bertemu kembali setelah si Tembok hidup itu mencabut perintahnya " Ujar Malik sedih


Melihat Zahra dan Malik sok akrab Ryan melanjutkan lagi kalimat yang menggantung itu .


" Mulai saat ini Malik akan menjadi wakil CEO di RN Group, " ucap Ryan lagi


" Eh Apa?? , apa aku mimpi? " mata malik berbinar dan senyum kelegaan terlihat di wajah para peserta meeting.


" Alhamdulillah kirain Tuan malik dipindah ke cabang lain " ucap syukur Amanda kepala team pemasaran.


" Kalau tidak ada Tuan Malik kita pasti bisa langsung kena marah Tuan Ryan jika ada kesalahan dalam laporan pekerjaan kita " ucap Meli salah satu team pemasaran lainnya


" Alhamdulillah"


" Leganya "


" Syukurlah "

__ADS_1


" Oh buat jantungku hampir berhenti berdetak "


berbagai macam ucapan syukur dan lega dari team lainnya


Ya karena Malik adalah satu-satunya orang yang paling bisa menghandle Tuan Ryan.


Dan sekarang Tuan Ryan mempercayakan Zahra sebagai sekertaris merangkap asisten Tuan Ryan,


Bisakah gadis itu menghandel Boss nya?


Bisakah meredam amarahnya ?


Bisakah menenanginya jika ada masalah urgent?


Sepertinya hati para karyawan belum tenang Sepenuhnya.


" Baik lah apa ada yang di tanyakan lagi? bisa kita mula meeting nya? " tanya Ryan.


Sebelum para peserta meeting menjawab siap, tiba-tiba pintu diketuk dan terbuka.


" Hmm dari mana saja kau baru datang jam segini? " tanya Ryan sambil melihat pergelangan tangannya yang terpasang salah satu brand merk Jam terkenal di dunia


" Maaf Tuan ,anu Tuan tadi saya " Rio Manager pemasaran menjawab dengan nada gemetar


Tiba-tiba tangan Zahra menyentuh lengan Ryan , Ryan terdiam dan dadanya gemuruh seperti habis lari marathon. ",Hmm ada apa dengan dadaku " gunam Ryan


Zahra membisukan sesuatu ditelinga Ryan " Tuan, sepertinya Manager itu sedang terjadi sesuatu yang menyedihkan ,biarkan dia duduk dulu ,karena tadi Bang Malik bilang ini project besar ,berati dia salah satu team sukses project tersebut bukan? "


" Hmm baiklah terserah padamu, karena kau sekarang asisten + sekertaris ku ,tapi aku Tak akan biarkan jika dia berulah lagi " ujar Ryan pelan dan datar


" Baiklah Nona Zahra apa ada yang ingin kau sampaikan ,mengingat Meeting akan dimulai ?" tanya Malik


" Boleh perkenalkan dirimu juga Ra ,agar mereka lebih mengenalmu lagi karena kau akan berhubungan dengan mereka langsung mengenai pekerjaan " tambah Ryan


" Baiklah Tuan terima kasih atas waktu dan kesempatannya,

__ADS_1


Perkenalkan saya Azahra Zakira , boleh memanggil saya dengan Zahra atau Ara saja tidak apa."


tiba-tiba Ryan menyela Zahra .


" Kalian bisa memanggilnya nona Zahra, bukan Ara. karena ini dunia kerja jadi panggilah panggilan yg formal ,karena dia sekertaris ku dan posisinya ada diatas kalian "


" Hmm ya ya ya terserah maumu Tuan " Gunam Malik yang heran ada apa dengan Ryan,tak biasanya banyak bicara sekali orang satu itu.


" Lanjutkan Ra" ujar Malik


" Jujur saja saya baru lulus sekolah dan Alhamdulillah saya bisa langsung diterima bekerja di perusahaan ini. Dan seperti yang diduga saya masih minim pengalaman, jadi saya mohon dan berharap bantuan dan kerja sama nya. saya juga akan bekerja dengan sepenuh hati dan semaksimal mungkin agar tidak mengecewakan perusahaan ini. Terima kasih. " ucap Zahra sambil membungkukkan badannya


" ah iya satu lagi, Pak Manager Pemasaran, maaf saya bisa memanggil anda dengan siapa pak. " tanya Zahra ke Rio sang manager pemasaran yang telat tadi


" Nona bisa panggil saya Rio saja " sahur Rio


" Baik Pak Rio , apapun yang sedang terjadi di diri Pak Rio saat ini, saya harap Pak Rio diberikan jalan keluar yang terbaik dalam segala permasalahannya.


Semoga Pak Rio tetap fokus ya Pak saat meeting karena saya masih baru dan butuh info yang penting untuk saya catat di meeting ini, karena lanjut tidaknya saya sebagai sekertaris Tuan Ryan adalah di hasil meeting ini hehe "


Akhirnya keluar lagi sisi kekanakan yang membuat seisi ruang meeting tertawa dan tersenyum melihat tingkah Zahra yang terkadang dewasa tapi ternyata tak hilang sisi kekanakan nya.


Suasana yang tegang pun menjadi cair.


" Baik Tuan Ryan dan Tuan Malik, cukup sekian perkenalan diri saya " Ujar Zahra lagi sampai tersenyum manis.


Meeting pun dimulai


.


.


.


Gimana? masih menarik untuk dibaca ga ceritanya mami ini?

__ADS_1


sebagian cerita ini adalah kolaborasi dari kisah nyata dan dibumbui kehaluan yang hakiki ya shay..


__ADS_2