Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
28. Takut Khilaf


__ADS_3

Okeh kita lanjut ya...


" kak " Panggil Anya tanpa menyebutkan nama membuat Anya dan Nathan menengok berbarengan..


" My Baby Belle Belle uugghhh lagi digendong sapa nih.. Papa ya? " Nala mencubit-cubit gemas pipi Belle.


Sasi hanya menatap nanar saja interaksi Anya,Belle ,Nathan dan Nala.


Nala cekikikan berbisik ke Nathan . " Itu Sasi kak ,yang tadinya buat gantiin Bibik, tapi nyatanya Kak Fal suka. Aku lagi kerjain abis dia tadi ditembak Kak Fal malah bingung hihi " Nala cekikikan.


" Sasi Kira Kak Nathan itu Kak Fal " Belum selesai Nala berbicara langsung di sela Nathan.


" Kamu nih dek, rusuh aja " Nathan pun menghadap ke Sasi.


Sasi tersenyum menunduk. Nathan sambil menggendong Belle menghampiri Sasi . Tangan satunya memegang tangan Anya.


Duh ngapain aku disamperin . Kalo nangis tiba-tiba gimana .


" Sasi ya? kenalin saya Nathan, saudara kembar Fal. udah tau kan kalau kami bertiga kembar ? " Sambil melirik ke Nala.


Sasi kaget kemudian tersenyum malu. " Iya saya Sasi " Sasi hanya mengangguk tanpa bersalaman dengan Nathan.


" Nah kalau ini Anya, dia calon istri saya " Nathan tersenyum hangat. Tangan Anya mengulur ke arah Sasi .


Mereka pun bersalaman.


Tidak lama mereka sudah berada di dalam sambil tertawa. Nala tersenyum senang berhasil mengerjai calon kakak iparnya itu.


" Oh ya Sasi, saya kurang paham nanti tugas kamu itu disini mengurus Fal atau apa. kita bicarakan setelah Fal pulang ya. Saya ga bisa ambil keputusan sendiri. " Ujar Nathan sambil memangku Belle yang tertidur.


" Iya Den " Jawab Sasi.


" Eh jangan panggil Den, panggil saya Nathan aja " ucap Nathan.


" Panggil Kak Nath aja Sas " ucap Nala menimpali.


" Kak Anya boleh dibangunin ga sih si gemoy aku ini " Nala yang gemas dengan Belle masih ingin bercanda tapi Belle malah tidur.


" Jangan dek, kasian nanti Belle pusing . Kamu aja KLO lagi tidur tiba-tiba dibangunin gimana? uring-uringan kan? " Nathan berucap sambil beranjak berdiri.


" Hmm posesif banget bapaknya Belle hiks. Ayo Sas aku Anter kamu istirahat di kamar aja. Kamarnya sebelah kamar Kak Anya aja ya ? apa dimana kak? " Tanya Nala ke Nathan.


" Tanya Fal aja. sekarang bawa ke kamar kamu atau kamar tamu aja " ucap Nathan sambil berlalu pergi dan menarik tangan Anya.


Nala hanya cekikikan lalu memfoto mereka dari belakang.


Cekrek.


Foto itu dikirim ke Mommy Ara.


" Nikahin aja tuh Mom, udah ga sabar Kak Nath "


Mommy Ara tidak lama membalas


" iseng aja kamu dek "


Setelah berkirim pesan ke Mommy nya ,Nala membawa Sasi ke kamar tamu.

__ADS_1


" Capek kan Sas? Ga usah ngapa-ngapain dulu ya.Tunggu Kak Fal . Kamu istirahat aja . aku hari ini ada ketemu klien sebentar sore .Sasi mau ikut ? " tawar Nala .


" Yang bisa ijinin aku keluar siapa Teh ? " Tanya Sasi jujur dia ingin sekali ikut Nala, ingin tau aktivitas diluar .


" Kak Nath, Aku , Kak Fal " jawab Nala.


" Terserah Teh Nala aja. " Jawab Sasi pelan.


" Oke, ikut berati. Sekarang kamu istirahat ya " Nala menutup pintu kamar Sasi dan segera keluar mengabarkan kak Fal kalau sore nanti Sasi ikut Nala kerja.


" Tunggu Kakak " hanya itu balasan dari Fal.


Nala pun tersenyum ia beralih ke kamarnya untuk merebahkan badannya yang lelah berjam-jam duduk di mobil.


***


Dikamar Nathan,


Nathan menaruh Belle didalam box yang sudah di kirim Dani tadi saat Anya dan Nathan pergi menemui Denis.


Saat ini posisi Anya sedang melihat Belle di dalam box nya . Sedangkan Nathan dari ruang ganti pakaian.


Selepas mengganti pakaian santai, Nathan menemui Anya yang sedang memandangi malaikat kecilnya.


" Sayangnya mas kenapa? ngeliatin Belle aja . Ada yang mau dibicarain ? " Nathan datang mengagetkan Anya karena langsun memeluk dari belakang.


Anya menggelengkan kepalanya lalu berbalik memeluk Nathan.


" Terima kasih ya Mas, sudah mau menerima aku dan Belle. Terima kasih aku jadi ga khawatir lagi tentang masa depan Belle " Pelukan Anya terasa erat, dan ia sedikit terisak mengatakannya ke Nathan.


" Udah ah ga boleh sedih ,nanti Belle bangun di kira mas ngapa-ngapain sayang " goda Nathan dan berhasil membuat Anya tersenyum dan memukul dada Nathan pelan.


Nathan membawa Anya duduk di pinggir ranjang sambil memandangi Belle.


" Sayang mas tiduran juga ya sore ini jam 3 ada rapat di rumah sakit " Nathan memutar posisinya dan saat ini tengah berbaring .


" Iya mas tidur aja " Anya mengusap rambut Nathan dengan lembut sambil tersenyum.


" Sayang sini " Anya ditarik dan posisinya kini tidur berdekatan ,Natha berada di belakang Anya sambil memeluk.


" Sayang Mas udah urus pernikahan kita, besok kita Ke KUA disana kita nikah ya. Mas ga mau lama-lama " Ujar Nathan sambil mengusel-ngusel di belakang punggung Anya.


" Geli Mas " Anya tertawa kegelian.


" Tapi Mas suka " Sudah mulai pemaksa dokter tampan itu.


" Ngantuk juga Mas " Ucap Anya tiba-tiba.


" Ya udah sini Sayangnya Mas bobo tapi jangan belakangi Mas gitu ,ga enak ,ga bisa lihat wajah kamu " Nathan pun membalikan sang calon istri menjadi berhadapan dengannya.


" Nah gini kan enak, " Ujar Nathan memandangi wajah Anya yang imut-imut.


" Deg-degan tau mas kalo hadap-hadapan gini " Ujar Anya malu-malu dan menunduk .


Melihat Anya menunduk ke bawah ,Nathan iseng menggoda .


" Jangan nunduk lihat ke bawah gitu sayang, nanti ada yang bangun repot loh " Bisiknya Nakal ditelinga Anya .

__ADS_1


" Ish Mas jangan gitu ,aku malu jadinya " Anya memejamkan matanya dan tentu saja Nathan memanfaatkan kesempatan itu.


Dicium lembut bibir Anya, Anya kaget tapi tetap menikmati sentuhan lembut Nathan sambil matanya terpejam .


Nathan melepaskan ciumannya dari Bibir Anya.


" Emang sayangnya mas deg-degan KLO hadap-hadapan gini? " Tanya Nathan sambil mengelus pipi Anya.


Anya mengangguk " Nih kalau ga percaya Mas berasa ga? " Tangan Nathan yang ada di pipi Anya diarahkan ke dada kiri .


" Coba berasa ga ? " Anya yang polos malah mengarahkan ke sebelah kiri benda favorit Belle.


Nathan malah tersenyum, " Berasa, kamu berasa ga ? " Nathan bertanya balik dan kemudian malah berpindah agak turun ke bawah mendekati gundukan bagian pucuk.


Degh..


Tiba-tiba darah Anya berdesir merasakan sesuatu yang aneh. " Kamu yang taro disini loh " Bisik Nathan lagi dan Anya merasakan geli kembali.


" Tapi aku ga taruh disitu " Ucapan Anya tertahan.


" Hmm bukan disitu, dimana ya? disini bukan ? " Gerakan tangan Nathan malah seperti memijit pelan dada yang membusung itu.


Tanpa sadar Anya mengeliatkan badannya dan baru dipegang begtu saja sudah lembab dibawah sana . Maklum baru sekali merasakan karena sebelumnya saat diperkossa dahulu Anya diberi obat bius jadi tidak merasakan apa-apa. hanya sakit sesudahnya.


Tangan Nathan satu menyentuh bibir Anya dan disusul dengan ciuman lembut dari Nathan mendarat di bibir Anya.


" Hmmmmppph "


" Eeuunnggghh "


Perlahan di buka sedikit dress bagian dada depan Anya . Anya yang sedang terbuai itu pasrah saja.


" Cuma mau lihat " Ucap Nathan dan Anya mengangguk saja tanpa penolakan.


Saat dibuka terlihat dua bongkahan besar menggantung sempurna.


" Badannya sayang kecil, tapi ininya gede banget koq ya. Pantes Belle suka " Ucap Nathan yang membuat Anya bersemu merah.


" Cup , besok ini juga jadi punya papa ya Belle " Nathan mencium dua gundukan yang menempel itu sambil menggunam lalu ditutup kembali.


" Takut khilaf nanti, susu Belle habis lagi " Nathan menarik kembali resleting depan Anya.


" Mas bener mau nikahin aku? " Tanya Anya yang seperti belum percaya.


" Iya besok pagi .Dan sore ini , mas mau rapat , kamu ikut Nala keluar ya. sekalian ke butik. Maaf mas ga bisa temenin tapi mas bisa jemput koq " Nathan tersenyum sambil membelai rambut Anya.


Anya mengangguk. " Iya mas "


Kemudian ia mendekati wajah Nathan ,kemudian mencium bibir Natha seperti Nathan mencium bibirnya.


***


Diajarin sama Babang Nath terus ,Anya bisa pinter ini mah.


Maaf ya lama ga update.🙏.


Sehat-sehat ya untuk kalian semua 😘.

__ADS_1


__ADS_2