Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Aku Akan Rawat


__ADS_3

Tenang aja ini bukan perihal Pelakoran dan Pebinoran ya rederku sayang 🤗.


***


Sampai di ruang berkumpul, sanak saudara sebagian masih terlihat berbincang-bincang.


Untuk pertama kalinya Zahra dan Ryan berpencar disebuah kumpul keluarga untuk berbincang dengan kerabat keluarga.


" Tumben ga bareng istri tercinta Ry " goda Tante Maya.


" iya tant, lagi mau kesana Aranya " sahut Ryan


" biasa ga kamu lepas " ucap suami Tante Ara.


" Iya om hehe kasian biarin mungkin dia butuh privasi " ujar Ryan Lagi


" gitu dong kasian kan Ara-nya kali dia mau gosip ada kamu kan jadi ga enak " timpal Tante Luna.


????


" Ara mah ga suka gosip, ga kayak Tante " ujar Ryan.


" Hm iya deh iya " cibir Tante Luna.


Ryan melihat dari jauh Sang istri sedang berbincang denga Malik dan Popy.


Rasa khawatirnya muncul ,dan Ryan langsung mendekat ke arah Zahra dan sepasang pengantin baru itu.


" Gimana Lik? udah ? " goda Ryan.


" kasih tau sayang " Goda Malik lagi ke sang istri.


" ish apaan sih " Popy merona malu.


Ryan pun tertawa tapi tidak terbahak-bahak seperti saat bercandaan dengan Malik .


Malik mengambilkan minuman untuk Sang istri di meja buffet.


Ryan pun menyusul Malik.


" Lik " panggil Ryan.


" Ya Ry, gimana? kamu udah jelasin ke Ara? " tanya Malik.


" Gue belum berani Lik, gue takut Ara kecewa " Ryan menjawab dengan sendu.


Dari jauh terlihat Zahra memperhatikan sikap Ryan yang tidak biasa itu.


" Jangan sampai dia tau dari orang lain Ry, itu saran gue. " Ujar Malik.


" Tapi Lik, dia lagi hamil gue takut nanti efeknya ke kandungannya " ujar Ryan dan tanpa sengaja Zahra dan Popy muncul disana.


" Emang ada apa by? " Mata Zahra mengintai suaminya.


" eh em itu yank, Malik ngajakin bulan madu berjamaah kayak kita dulu gitu. tapi aku takut ada apa-apa sama kandungan kamu " ujar Ryan berbohong.


" Oh kirain ada apa " Zahra tersenyum.

__ADS_1


" Maaf ya bang, aku ga bisa pergi jauh-jauh,ini aja baru 5 bulan udah berat banget gini hehe." Zahra menjawab dengan cengiran dan itu membuat Ryan lega.


" Baiklah kapan-kapan kita pergi bersama ya " ujar Malik menepuk-nepuk kepala Zahra


Kalau biasanya Ryan marah Zahra diperlakukan begitu kali ini Ryan diam saja dan lebih banyak melamun.


Malik pun heran dengan perubahan sikap Ryan ,walau ia tau sebabnya tapi ia berharap Ryan tak berubah perasaan nya ke Zahra .


" Jangan gitu abang, Abang kan udah ada istrinya nanti Kak Popy marah loh ,lagian aku jadi seperti anak kecil gini kalau Abang memperlakukan aku begtu" ujar Zahra


" aku ga marah koq,kan kamu adiknya Abang, berati adik aku juga " Popy memeluk Malik.


***


Acara makan-makan dengan keluarga pun selesai. Semua sudah check out dari hotel.


Ryan dan Zahra pun sama, tadinya mau bberapa hari lagi di hotel itu . tapi karena pekerjaan Malik yang terbengkalai karena menikah, Ryan pun berinisiatif untuk masuk ke kantor saja mengurus semua pekerjaan.


.


.


Malik diberikan Ryan cuti selama dua Minggu, dan selama itu pula Ryan selalu pulang malam hari dan terlihat lelah


Hingga suatu Malam Zahra menggoda Ryan dan ingin melakukan penyatuan , Karena sudah seminggu lamanya Ryan jarang bertemu dengan Zahra setiap pulang Zahra sudah tertidur. dan pagi-pagi sekali Ryan sudah berangkat ke kantor


Zahra merasa sepi untung saja tinggal dimansion Mama Zen ,kalau tidak pasti terasa hampa sekali hidupnya tidak ada teman bercanda tawa.


Dengan Perut buncitnya Zahra menggoda Ryan dengan lingerie yang sudah lama tersimpan di lemarinya .


Ryan tergoda mencium Zahra dan memainkan aset-aset terbaik Zahra yang semakin membesar itu ,tapi Ryan kali ini egois, Zahra belum pelepasan Ryan sudah selesai dan tak mau menambah ronde seperti biasanya.


.


.


Pukul 10 pagi waktunya Zahra dan Mama Zain berbincang-bincang di taman bunga belakang mansion Mama Zen.


" Ma hari ini aku mau ke kantor Mas Ry ya, " Ujar Zahra


" Iya sayang boleh, mau mama temani tidak ? tanya sang Mama mertua.


" aku sendiri aja ma, diantar Pak supir " Ucap Zahra.


" Baiklah mama juga ada acara bertemu dengan teman mama hari ini. kamu nanti hati-hati ya " ujar Mama.


" iya ma,aku siap-siap dulu aja sekarang " Ujar Zahra


" Iya sayang " Mama mengelus rambut Menantu kesayangan nya itu.


Zahra pun bersiap-siap .


***


30 menit di perjalanan, sampailah Zahra di kantor Ryan.


" Selamat pagi Nyonya Ara " sapa resepsionis .

__ADS_1


" Hai pagiii ,,ini untuk kalian " Zahra memberikan bungkusan makanan untuk karyawan suaminya itu


" Udah buncit aja nih nyonya " Ucap Salah satu dari mereka.


" ssstt ada tiga " bisik Ara lalu tersenyum senang dan beranjak menuju ke lift.


para Resepsionis pun terperanjak kaget mendengar istri Boss nya itu hamil kembar tiga.


Zahra menuju ruangan suaminya itu.diketuknya 2 kali lalu Zahra Masuk ke dalam ruangan dan terlihat wanita bernama Clara itu sedang menangis.


Terlihat Ryan membeku di tempat duduknya karena melihat kedatangan Zahra.


Sakit ,perih seperti luka yang berdarah ditaburi garam.


Zahra masuk ke dalam dengan tenang. Ia tak ingin keluar dan lari dari kenyataan, ia ingin menghadapi kenyataan yang terjadi saat ini.


Walau tangan dan hati bergetar dia siap terima apapun yang akan diucapkan oleh suaminya dan Clara itu.


" Hai Kak Clara apa kabar " Zahra tersenyum lalu duduk di sampingnya.


" Mohon maaf jika aku lancang, ada hubungan apa kak Clara dengan suami aku? " Zahra to the point dan menekan kata suami aku untuk mempertegas kalau ini adalah suami nya, miliknya ia tak ingin orang lain mengambilnya.


" Apa Ryan tidak memberi tahumu ? " tanya Wanita berparas cantik itu tapi sepertinya ia sedang sakit karena wajahnya pucat.


" Belum memberi tahu sepenuhnya kak, bisakah kakak ceritakan kepadaku mungkin ada beban yang kak Clara tanggung, bisa berbagi dengan ku kak " ujar Zahra yang masih berusaha tenang .


" Clar, " Panggil Ryan .


" Sudah By, biarkan dia menceritakan nya padaku kalau kamu berat mengatakan nya " ujar Zahra tenang .


Clara pun menceritakan tentang kisahnya dengan Ryan.


Ia dulu menyukai Ryan,tapi tak berani mengatakannya.


Hingga saat disebuah pesta perpisahan, Ia memberikan obat laknat ke Ryan, dan mereka melakukan itu pada akhirnya.


Ryan tak bisa menolak karena ia juga sambil meminum alkohol yang membuatnya mabuk.


Hingga pagi saat sadar Ryan marah besar terhadap Clara , dan satu bulan kemudian Clara memberitahukan kalau ia telat datang bulan.


Ryan tak ingin menikah dengan Clara karena dia tak menyukai Clara.


Tapi bagaimana pun jika memang bayi yang dikandung Itu adalah anaknya Ryan akan bertanggung jawab mengurus nya.


Tapi Clara tak ingin memberikan anaknya kepada Ryan, biarlah ia tak memiliki Ryan asal anaknya tidak diambil oleh Ryan.


Dan sejak kejadian itu Clara menghilang dari hidup Ryan, Clara berasal dari keluarga mampu jadi dia tak masalah untuk biaya membesarkan anaknya sendiri.


Tapi saat ini ,Clara menderita penyakit yang mungkin umurnya tidak akan lama lagi. terlihat dari wajahnya yang tirus dan badan yang semakin kurus.


Clara mendesak agar Axel dirawat oleh Ryan kalau misal Clara sudah tidak ada.


" Begitu Zahra kisahku, aku hanya memohon agar Axel dirawat oleh papanya. aku tak meminta apapun. aku sudah tak menginginkan apapun . hanya itu permintaan terakhirku agar Axel ada yang merawatnya " Terdengar Clara sesenggukan menceritakan nya.


" Jika kak Clara mempercayakan aku untuk merawat Axel, aku akan merawatnya untuk kakak seperti aku merawat anaku sendiri " ujar Zahra tersenyum dan memeluk Clara dengan hangat.


Ryan tersenyum lega tapi saat matanya menatap Zahra , Zahra memicingkan matanya tajam ke arah Ryan.

__ADS_1


****


Jangan lupa tetap dukung othor yang polos ini ya😌


__ADS_2