Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
11. Ke Kampung Bibik (2)


__ADS_3

Pagi hari cerah di kota Bandung, Nala bersama Bibik sudah kesana kesini setelah sarapan.


Fal dan Pak Kus supir kantor sudah bergegas sedari pagi.


Untuk Nala dan Bibik ada supir kantor Bandung yang bertugas mengantarkan mereka kesana kesini.


Karena berangkat sore hari kemarin jadwal pun berubah. Nala dan Bibik akan pulang ke kampung bibik duluan baru Fal menyusul bersama Pak Kus.


Nala sibuk membeli barang untuk hadiah anak dan cucu bibik, sedang Fal sendiri sibuk kesana kemari meeting disana sini.


" Bik dilihat lagi bawaannya, anak sama cucu bibik udah semua belum kita belikan hadiah ? " tanya Nala yang melihat Bibik sedang merapihkan barang-barang biar lebih mudah dibawa nya.


" Sepertinya sudah sih non " Ucap Bibik .


Saat Nala menuju mobil ke parkiran, Sling bag Nala di gunting dan diambil copet.


Nala menoleh sekilas dan ketakutan. Takut kalau copet itu menodongkan senjata tajam ke arah nya.


Tapi copet itu berlari sangat kencang.


Bibik yang sadar tas Nala di copet pun berteriak


" COPET COPEEEETT COPEEEETT "


Semua orang mengejar copet tersebut dan kebetulan sekali tertangkap oleh salah seorang pria yang ikut mengejar.


Copet itu pun habis dihajar oleh masa yang melihatnya. Nala,bibik dan Pak supir menghampiri copet tersebut.


Nala meringis melihat wajah copet itu sudah tak berbentuk.


" UDAH UDAH " teriak Nala


Tapi masa tidak mendengarkan dan malah ingin menghakimi sendiri.


" Uda udah ,saya gak apa-apa. " Teriak Nala lagi. Lalu mata Nala menatap salah satu pria yang ikut mengamankan copet tersebut.


" Udah jangan dipukuli lagi, kasihan " Ucap Nala sambil menangis. Ia memang di copet tapi ia tak tega melihat orang lain memukul sesama manusia.


Semua pun menghentikan aksinya.


Nala menghampiri copet tersebut sambil terisak..


" Kenapa kamu mencopet Mas ? " Tanya Nala.


" Anak saya butuh makan ,istri saya lagi hamil, " Ucap copet itu terbata-bata sambil memegang wajahnya yang kesakitan.

__ADS_1


" Kamu mau uang ini, nih ambil.Kalau kasih makan istri dan anak itu yang halal hiks hiks. itu aku kasih ikhlas asal kamu jangan copet lagi. Dan itu halal buat kamu "


Nala masih menangis lalu saat itu juga menghubungi kakak Fal.


" Kak Hiks minta orang kesini kak ke RS X ,tolong lihatin orang yang dipukulin disini "


Nala menjelaskan Pokok permasalahan dan meminta sang kakak mengirimkan orangnya untuk membiayai pengobatan dan memberikan uang atau pekerjaan untuk copet itu agar tidak mencopet lagi .


Fal yang sedang meeting pun menghentikan aktivitas nya dan mendengarkan cerita sang adik kesayangannya itu. Dan berjanji segera mengirim orangnya yang didekat lokasi Nala saat ini.


Setelah itu Nak menutuo telponnya.


Semua yang mendengar nya saat itu juga ingin menjadi copet tadi seperti nya. karena bukannya di laporkan ke polisi malah di beri uang sedompet-dompetnya sama Nala.


Nala mengucapkan terima kasih ke lelaki yang tadi menolongnya menangkap copet.


" Terima kasih ,maaf kamu jadi pukul-pukulan " Ucap Nala sambil membungkuk.


" Lain kali hati-hati " Ucap pria berkaos kerah warna navy itu yang dilengannya bekas ada jahitan. AQ


Pria itu bingung baru kali ini Anda copet dapat durian runtuh. dia pun segera pergi dan seperti terburu-buru melenggang dengan tas ransel di punggungnya.


" Non gak apa-apa ? " Tanya Bibik. setelah beberapa saat.


" Aman Bik. udah bisa kita tinggal orang itu Bik " Nala pun mengajak bibik pergi setelah diyakinkan Kak Fal kalau orangnya sudah sampai dan mengurus copet itu


Nala mengangguk-angguk , setelah itu ia membeli beberapa box roti dan donut yang box nya berwarna kuning .Ia pun meminta bantuan supir kantor Kak Fal untuk membawa.


Masih sesenggukan ,dan setelah dirasa cukup Nala dan Bibik langsung menuju rumah Bibik yang agak di pelosok kota Bandung. Sebut saja Desa Ciharum.


Desa Ciharum berada di pelosok Bandung Barat, Desa itu nyaris belum tersentuh oleh pemerintah karena memang sangat terpencil,tapi beruntung listrik sudah masuk karena pernah diurus oleh kepala desa.


Jalan yang masih penuh kubangan itu harus dilalui dengan ekstra hati-hati. Nala agak khawatir karena supir kantor Kak Fal sudah agak berumur.


Dia dan Bibik berdoa semoga segera sampai. ditambah jalanan licin karena hujan belum lama turun.


Tak terasa 1 jam berlalu mobil kantor Kak Fal pun sampai di perkampungan Bibik.


Nala mengusap dada lega.Ia sampai tidak sempat meng-upload atau membuat konten saat perjalanan tadi. ditambah masih shock dengan kejadian di parkiran . sehingga mood nya masih belum naik.


" Akhirnya sampai juga Bik. "


" Iya Non "


Mereka pun turun tetangga kiri kanan bibik heboh ,mobil mewah siapa yang datang , tuan tanah mana lagi yang ingin membeli sawah ditempat mereka.

__ADS_1


Saat semua memperhatikan ke arah mobil, turunlah seorang wanita cantik memakai kaos dan celana kulot dibawah lutut yang mereka pikir seperti bidadari turun dari langit.


" Assalamualaikum " Bik Sum turun dengan wajah sumringahnya dan menyapa para tetangganya itu.


" Waahh Teh Sum, pulang ? Tetangga Bibik pun menyalami Bibik dan menyambut nya.


" Wah bawa oleh-oleh banyak nih " Celetuk salah satu tetangga yang kepo lihat-lihat ke mobil .


" Wah nanti lah kapan-kapan kalau aku ke kota lagi ya ,aku bawakan hadiah " Ucap Bibik tak enak hati karena Nala mendengar ocehan para tetangganya.


" Untuk saat ini oleh-oleh roti dan donat dulu ya Bu ibu. nanti kalau Nala kesini lagi Nala janji beliin daster yang lagi viral yah " Janji Nala ke para ibu-ibu di desa Bibik sambil menyerahkan beberapa kotak roti dan donat yang satu naungan itu.


" Wah yang bener neng "


" Iya , nanti tapi yah kalau kesini lagi " Cengir Nala.


" Eh Teh Sum, ini teh anak majikan kamu yang dikota itu? Yan model ? yang suka lenggak-lenggok di panggung sama tipi ? " tanya Salah satu ibu-ibu dikerumunan itu.


" ah eh iya ini Neng Nala, tapi tolong jangan di cubit-cubit ya kasihan atuh nanti kulit mulusnya biru-biru " Bibik langsung menghalangi Nala. Ia khawatir Nala di gemas-gemasin oleh para ibu-ibu disana.


" Ih itu mah yang cubit-cubit norak atuh, Saya mah mau doain aja kalau punya cucu mau cantiknya seperti neng Nala " ujar salah satu ibu.


" Amiin semua mengamini "


" Aku juga atuh kalau mau punya mantu seperti Neng Nala ajah "


" Saya juga ih.. mau seperti neng Nala " tiba-tiba disana ada makhluk amfibi membuat Nala cekikikan. Kirain hanya ada di kota aja.


" Ya Allah Deden... Malu saya mah ih ada makhluk seperti Deden Disni " gerutu salah satu Ibu.


" Hey ibu manjah, jangan gitu ya sama Dena, Ibu masih punya hutang loh waktu minta make up in anak kesayangan ibu nikah. lupa hah lupa. Aku mah baik ga nagih-nagih tapi masih aja di gosipin huh " cibir Deden yang meminta dipanggil dengan nama Dena .


" Udah sih sesama ingin lihat artis ga usah saling menyikut gitu, aku mah teh pasrah kalian mau cibir apa juga " ujar Deden lagi alias Dena dengan gaya sok manjah nya itu.


Nala cekikikan mendengar ocehan makhluk amfibi itu .


" Sudah - sudah kami mau masuk dulu ya kasihan Non Nala nya capek dari kemarin anterin saya " Ujar Bibik seraya pamit ke tetangganya itu.


Perlahan dan pasti mereka pun bubar ,kecuali si makhluk jadi-jadian itu dan seorang perempuan yang baru datang .


" Assalamualaikum Bik " Sahut wanita mungil putih bersih dan cantik tanpa sapuan make up.


" Sashi ya ampun repot-repot nak " Tangan Bibik disalamin oleh Sashi dan ia pun berkenalan dengan Nala.


***

__ADS_1


jangan lupa ritual nya ya kak Shay 😘


__ADS_2