
Mak emak ku sayang,maapin othor yang polos ini.
Kemarin tuh kepala berat banget kayak ditiban gas 3 kilo. Badan panas, ngeri omicrom othor Mak...jadi istirahat dulu Alhamdulillah ini pagi udah enakan kita update pagi ya ❤️.
***
Nala sudah bergidik ngeri, tapi ia melihat tangan Sasi utuh, dia menengok ke samping kiri. Ternyata tangan yg digenggam adalah tangan Gerald 😌.
Sedang Gerald panas dingin, karena mata Fal setelah menatap Pak Sandi langsung menatapnya tajam.
" Ma maafin saya Pak Fal, saya tidak bermaksud begitu,saya tidak tau kalau nona ini calonnya Pak Fal. " Pak Sandi tertunduk lesu.
" Calon istri saya ini memang suka berpenampilan sederhana , jadi tolong jangan menilai orang dari luarnya saja " Tegas Fal memberi ultimatum ke Pak Sandi dan semua yang mendengarnya.
" Maafkan saya Nona ,eh Bu " Pak Sandi meminta maaf membungkuk kepada Sasi.
" Eh ngga gitu , saya ini " Sasi merasa harus meluruskan bagaimana bisa ada lelaki mengaku-ngaku calon istrinya dua kali pula .
Fal malah merekatkan posisi mereka menjadi lebih rapat lagi . " Kamu iya saja ,ikuti kata saya " bisik Fal ditelinga Sasi.
" Tapi kan , gimana kalau semuanya tau itu bohong a' " Bisik Sasi membalas omongan Fal.
" Itu ga bohong kalau kita teruskan dan jalani " Fal menjawab bisikan Sasi sambil tersenyum.
Tiba-tiba jantung Sasi bergemuruh, ada perasaan berdesir saat Fal mengucapkan itu.
Semua buruh pabrik yang melihat ke arah Fal dan Sasi merasa mereka sedang berbisik romantis padahal sedang berdebat.
" Kalau begitu saya pamit Pak Fal, Bu Fal ,Non Nala dan pasangannya " Pak Sandi undur diri.
Sadar akan ucapannya Pak sandi Nala dan pasangannya Gerald langsung sadar dan berusaha melepaskan tautan tangannya dengan Nala.
" Non ,tolong dilepas dulu saya takut sama tatapan tajam kakaknya Non " Kali ini Gerald yang berbisik ke Nala dan takut melihat ke arah Fal.
" Maaf Pak, saya ga tau ini kenapa tangan Non Nala ads ditangan saya " ucap Gerald berusaha membela diri.
Duh mulut ,, kenapa bilang gitu Ke kakaknya Nala. Ini juga Nala ga lepas-lepas tangannya.
Gerald panik.
" Kamu kalau jadi laki-laki yang gentle. Kamu lihat saya kan tadi? Saya kalau suka dengan orang ga bertele-tele.
Degh...
Apa ? Suka ? Sama saya? Eh koq gitu a' Fal.
Sasi bertanya-tanya dalam Hatinya.
" nngg itu saya ,itu saya " Gerald memang tidak pernah dekat dengan perempuan selain ibunya dan Sasi.
" itu saya itu saya apa? Ya udah ayok kita pulang dari sini , " Ujar Fal lalu meninggalkan Nala dan Gerald yang masih bengong, sedang Sasi tangannya sudah disambar oleh Fal agar segera mengikuti nya berjalan berdampingan.
__ADS_1
***
Lain di Bandung,lain di Jakarta.
Nath mengemudikan mobilnya menuju alamat kos-kosan Anya setelah membeli ponsel sesuai request sang adik tersayang.
Kosan Anya berada dibelakang pusat kota,daerah penuh dengan rumah-rumah padat dan yang sempit.
Mobil Nath hanya bisa sampai di gang depan dan di parkir di mini market.
Malam itu hanya disitu tempat yang paling aman mungkin menurut Nath.
Mereka turun dan Nath mampir masuk ke dalam membeli beberapa cemilan bayi karena beberapa hari lagi Belle berusia 6 bulan jadi sudah bisa makan cemilan bayi.
Nath juga membeli air mineral karena salivanya terasa kering saat berdekatan dengan ibu muda yang cantik dan mungil itu.
Sekalian ia tak enak hati jika hanya menitip mobil tanpa membeli sesuatu di minimarket itu.
Tak lupa ia memberikan uang muka duluan ke Abang parkir disana agar tidak marah karena lahan parkirnya setengah dipakai untuk mobil Nath.
" Bang, nitip sebentar ya mau Anter nyonya ke dalam " sapa Nath ramah sambil mengeluarkan uang 50rbuan.
" Wah siap Boss aman terkendali sama Bang Uta " Abang parkir itu menyebut namanya,mungkin biar dikenal.
" Siap bang Uta sebentar aja koq " Nath tersenyum dan mata Anya terbelalak melihat dokter tampan itu membayar parkir 50rbu.
Nath mengeluarkan stroller dan paperbag belanjaan Nala dan yang dirinya beli tadi dengan santai. Lalu menatap Anya. " Yuk dimana Nya kosan kamu " Tanya Nath membuyarkan lamunan Anya.
Anya menelisik wajah Nathan yang tampak biasa saja tidak ada tampang jijik atau apa.
" Masuk sini Mas " Anya mengarahkan ke kiri dan terlihatlah kamar kos kandang burung.
" Kamar kamu yang mana ? " Tanya Nath dengan suara khasnya membuat semua yang sedang berkumpul disana menoleh ke arah Anya dan Nath.
Para wanita sedang berkumpul mengepul asap rokok.Berpakaian minim, dan ber make up tebal.
" Nya, sejak kapan kamu bawa mangsa kesini " tanya salah satu orang disana yang berpakaian minim.
Astaga mangsa,bisa mikir apa ini mas Nath.
Anya meringis mendengar wanita entah bernama siapa itu berbicara hal yang tidak pantas.
" Permisi " Nath malah menyapa dengan sopan mengatakan permisi membuat Anya menoleh kepadanya.
Benar-benar tidak risih dan jijik mas Nath ini.
" Bawa lah ke hotel Nya, jangan kesini kasian gak cocok dia disini kalau berdessah dessah nanti kita dengarnya malah pengen loh " Ujar wanita beralis tebal sambil memegang rokok itu.
" Mas jangan dengerin, itu orang ga bener semua ". bisik Anya ditelinga Nath.
" Dimana kamar kamu ? " tanya Nath lagi.
__ADS_1
" Itu disana dilantai dua " jawab Anya sambil menunjuk ke arah kamarnya.
Nathan membawa stroller dengan cara melipat nya dulu.Anya menawarkan ingin membawa salah satu paperbag tapi ditolak oleh Nathan.
" Sudah saya aja kamu cukup gendong Belle jangan sampai terjatuh " Ucap Nathan dengan penuh perhatian.
" Ah so sweet " Ujar Seorang wanita lagi yang sedang dipangku seorang pria hidung zebra sepertinya karena melihat Anya seperti singa lapar.
Anya dan Nathan tidak mendengarkan mereka malah langsung ke kamar yang ditunjukkan Anya itu.
KREK !!!
Anya membuka pintu kamarnya.
" ini kamar aku Mas " jawab Anya . Nathan bingun koq tidak dikunci.
" Nya ini ga dikunci ? " Tanya Nathan kaget saat Anya langsung membuka tanpa memakai kunci atau gembok.
" Ngga Mas, disini yang paling murah diantara yang lainnya. lagi juga ga ada barang berharga aku kalau aku tinggal dagang . " Jawab Anya biasa saja.
Nathan memijit pelipisnya .
" Tapi kalau malam dikunci dari dalam bisa? " Tanyanya lagi penasaran.
" Bisa " Jawab Anya dan Nathan bernapas lega.
" Tapi saat ini sedang rusak " Tambah Anya.
" Hah ?? " Nathan kaget dan langsung pening tiba-tiba bagaimana bisa wanita secantik Anya tidur tidak dikunci.
Belum selesai pusing Nathan reda ia mendengar suara lenguhan dan dessahan dari kamar persis disamping kamar Anya.
" Euungghh ,, terus Yank.. "
" Akkkhhhhhh "
Nathan sontak mendekat ke Anya, Anya yang sudah biasa mendengar itu hanya biasa saja tapi sedikit canggung karena ada Nathan saat ini .
Nathan semakin mendekat dan Anya mundur takut-takut ,jujur ia takut Nathan terpancing mendengar suara lakknat itu.
Saat Nathan mendekat Anya kira Nathan ingin berbuat apa, dadanya udah deg deg ser.. Tapi taunya Nathan hanya ingin menutup telinga Belle. Membuat Anya lega. Ia khawatir Nathan akan diluar kendali.
" Kasihan Nya dia harus mendengar itu diusia yang masih kecil ini. Kita pergi kerumah ku dulu malam ini. besok kita cari tempat yang lain untuk kamu dan Belle. ok ya. " ujar Nathan tanpa meminta persetujuan Anya lagi.
Jujur ia tak tahan mendengar suara lakknat itu. Menonton tanpa suara aja bisa berdesir apa lagi mendengar live hiks..
***
Salam dari Nala, dia bilang update kisah kakak kembar kesayangan nya dulu aja yang dijakarta.
Minta kopinya dong kakak dan mak sayang, othor ngantuk bet ini.
__ADS_1