Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Tante - Tante Ryan


__ADS_3

Ayah dan Bunda pun pulang hari ini dengan memakai mobil Ryan yang diberikan untuk dipakai oleh Zain agar bisa mengantar ayah dan bundanya pergi.


Zain dengan senang hati menerima pemberian calon Abang iparnya itu tak lupa Zain dan Ziva diberi uang saku oleh Ryan.


Setelah keluarga Zahra pulang ke Bandung tinggal Ryan dan Zahra dirumahnya.


Ryan pun mengajak Zahra ke pertemuan keluarga besarnya.


Sebelum mereka menikah Ryan ingin memperkenalkan Zahra ke keluarga besar nya karena semua penasaran siapa yang telah membuat Ryan jatuh hati dan siapa yang membuat trauma Ryan hilang.


Sampai di mansion orang tua Ryan,


" Assalamualaikum " ucap Zahra menyapa semua yang ada di ruang tamu mama Zen


" Eh mantu mama udah datang.. sini sayang mama perkenalkan kesemuanya. ini tante-tante nya Ryan " Mama memperkenalkan Zahra ke keluarganya.


Zahra menyalami semua orang yang ada disana, semua orang terkagum melihat kesopanan Zahra.


" Wahh soprannya calon mantu mu Zen " Ucap Tante Rita


" Iya,cantik pula " tambah Tante Luna


" Beruntungnya Ryan " ujar Tante Maya


Tapi ternyata tak semua orang menyukai Zahra, ada salah satu wanita yang bernama Tante Silvi menatap Zahra dengan sinis,


" Huh jadi ini yang membuat Anakku menjadi depresi " ujar Tante Silvi di depan wajah Zahra saa Zahra ingin menciun tangannya.


" Maaf, maksud Tante apa ya " Zahra bertanya sambil tetap tersenyum.


" Ya ,Kamu adalah pelakor diantara Ryan dan anakku Sandra "


" Eh " Zahra mengernyitkan dahinya lalu berusaha menormalkan kembali wajah kaget dan kesalnya karena ternyata sandra si Saiko adalah anak Tante Silvi ini.

__ADS_1


" Tolong jaga mulutmu Silvi " tegas Tante Rita


" Masih cantikan juga sandraku huhh " cibir Tante Silvi.


Ryan sudah mengeram kesal mendengar kalimat pedas Tante Silvi ke Zahra.


Lalu tangan Ryan digenggam erat oleh Zahra sambil berbisik " Tenang by, aku bisa mengatasinya " ucapnya sambil tersenyum.


Ryan hanya bisa menghela nafasnya panjang.


" Silvi tolong jaga sikapmu di depan menantuku " ujar Mama Zen


" Loh memang benar, dari tinggi,kulit serta wajah apa lagi pendidikan sangat jauh dengan Sandra.


sangat tidak ada apa-apa nya dengan anakku ,jauh,jauh sekali cih " ujarnya lagi.


" SILVI ,kau membuat kacau suasana .baiknya kau pulang saja. tanpa kau ada disini, acara ini tetap berjalan " ujar Tante Maya diangguki oleh Tante Luna dan Tante Rita yang memandang kesal ke arah Tante Silvi


Zahra masih berusaha tenang tak menanggapi.


Mama Zen sudah mendekati Zahra dan berusaha ingin mengenang agar tak terpancing dengan saudara tirinya yang tak tahu malu itu.


" aku ingin tau dan ingin menyelidiki apakah gadis ini hanya mengincar harta Ryan saja, apa kau tak bisa memilih pria lain yang setara denganmu,atau orang tuamu yang mengajarkan kamu untuk mencari pria kaya " sindir Tante Silvi lagi.


Dan pada saat itu Zahra mulai geram karena Tante Silvi itu sudah menyeret nama Ayah dan Bundanya


" Maaf Tante Silvi yang terhormat,saya memang orang biasa, dan Alhamdulillah saya diajarkan orang tua saya yang baik-baik dan saya juga diajarkan untuk menghargai sesama manusia.


Dan saya memang jauh sekali Sandra , karena Saya jauh lebih normal dibanding anak anda "


wusshhh ucapan Zahra spontan membuat Tante Silvi bungkam.


" Maafin Ara ya Ma,jika Ara tak seperti Sandra " Ucap Zahra sok memelas.

__ADS_1


" Oh Sayangku, mama Alhamdulillah kamu tak seperti Sandra , " Mama lalu memeluk Zahra.


" Kamu terbaik sayang, kamu pantas dengan Ryan " Ucap Tante Maya


" Percuma pendidikan tinggi tapi akhlaknya tidak tinggi nak " tambah tanya Rita


" Tante baru bertemu kamu, tapi tante sudah merasa kamu anak baik dan tulus. juga Sopan , Tak seperti anaknya Silvi huh " Ketus Tante Luna


" Diam ,tutup mulutmu Luna " Tante Silvi bernada tinggi


" Kau yang tutup mulut, tidak tau malu, tidak neneknya,ibunya,sama saja sukanya merebut punya orang " cibir Tante Luna.


" Sudah-sudah, Kau Silvi silahkan pulang maaf kau tak membuat calon menantu kami nyaman " Ujar tanya Rita.


" siapa kau menyuruhku pulang, Rendra saja tak menyuruh ku pulang " Ucap Tante Silvi maish bernada ketus.


" Paaahh " Panggil Mama Zen


" Silvi ,jika kamu masih ingin disini silahkan diam dan tutup mulutmu, Tapi jika kau tidak bisa diam silahkan pintu keluar ada disana " Ucap Papa Rend.


.


.


.


Menurut kalian Tante Silvi pulang ga genks??


.


.


Terima kasih dukungannya untuk othor yang polos ini.

__ADS_1


__ADS_2