
Akibat sentuhan tak sengaja itu keduanya merasa canggung.
Belle seolah memberi kesenangan ke calon papa nya jadi enggan melepaskan sussu sang ibu.
Malam itu sebenarnya Nathan lelah, tapi ia belum bisa tidur. Belle pun entah mungkin merasa nyaman atau apa, jika diangkat dari ranjang Nathan malah nangis dan membuat Anya meringis malu.
Nathan sih senang saja mereka ada berdua di kamar, tapi masalahnya Nathan bingung harus tidur dimana.
Melihat Nathan yang mengantuk Anya pura-pura ingin keluar dari kamar Nathan.
" Mas boleh titip Belle sebentar, dia jika sudah tidur nyenyak sebenarnya tak akan bangun " Anya mengucapkan takut-takut kekasih dadakan nya itu tidak mau.
" Ah ya boleh, memang kamu mau kemana? " Tanya Nathan yang menangkap sinyal aneh dan gugup di Anya.
" Anya mau ke dapur mas,mau minum ,haus " ujar nya.
Nathan berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah kulkas yang ada di kamarnya.
" Kamu mau minum apa? disini banyak ambil saja " Nathan membuka kulkas satu pintu yang berisikan berbagai macam minuman dari air mineral hingga susu.
" Aku ke dapur aja ya mas mau ambil air hangat " Anya beranjak dan ingin membuka pintu.
" ah ya sudah " Sahut Nathan.
Saat Anya sudah membuka dsn menutup pintu kamar Nathan kembali, Anya dibalik pintu merasakan Dads yang berdetak lebih kencang dari biasanya.
Sedangkan dikamar nya, Nathan langsung mengetik pesan di grup keluarganya.
Group Message Nugroho Family :
Nathan : Mom,Dad,Oma, Opa,Kak (Axel)
Mommy : Yoha Mommy coming darling, ada apa dokter tempanku ? π
Oma : Tumben Cucu Oma chat , di indo pasti malam nih π
Nathan : Nathan mau nikah
Gercep ya Genks Babang Nath.
Daddy : Sama cewek ? π€
Opa : Gendeng Daddy mu Nathπ
Axel : Perempuan belahan bumi mana dek yang berhasil meluluhlantakkan hati kamu π€£
Alin : Ulu-ulu Adik cool kakak mau nikah π.
Daddy : Duo kembar lainnya mana nih belum muncul ? @Fal @Nala
Nathan : Lagi dikampung bibik, belum pulang.
Mommy : Menantu Mommy yang kemarin itu kak @nathan ? π₯°
Nathan tidak menjawab dengan tulisan tapi dengan foto.
Nathan : Lucu gak Mam @Mommy ?
Oma : Ya ampun gemeshh anak siapa itu Nath? π
Nathan : Anak aku Oma, cocok ga ? π
__ADS_1
Mommy : Mama nya calon kamu ?
Nathan : Mommy setuju kan ?π
Mommy : Of Course, Apapun pilihan kamu kami setuju asal dia bukan istri orang sayang @Nathan Udah di cek kan? π
Nathan : Saat ini Dia single parents Mam @Mommy.
Nathan pun menceritakan kisah Anya yang dia tau dari mulut Anya langsung dan dari anak buahnya yang ia turunkan untuk mengecek tentang Anya
Dia menceritakan dai awal bertemu sampai tadi dan berakhir di mansion.
Daddy : OK Daddy dan Opa juga setuju. Untuk nikah kalian mau disini apa di Indo ? Boleh ga kalau di sini aja biar sekalian honeymoon nanti kalau anaknya anteng biar dia sama Daddy dan Mommy mu . Biar kalian tidak merasa terganggu.
Daddy to the points aja lah dari pada anaknya jadi bujang ganteng kelamaan.
Nathan : I Love You All. Terima kasih atas support nya. Nanti aku kabari lagi ya β€οΈ
***
Setelah mengetikan chat yang terakhir Anya masuk kembali dan Nathan sedang berbaring di di samping Belle.
Anya membawa cemilan kentang goreng dan sosis yang ia beli tadi di mini market.
" Mau Mas ? " Tanya Anya sambil menunjuk ke arah Pring cemilan yang ia bawa.
" Ke Balkon yuk " tanpa menjawab Nathan malah mengajak Anya ke Balkon Kamar nya.
" Belle aman kan? udah aku halangi guling-guling .besok kita beli box nya " Ujar Nathan tanpa memberikan jeda untuk Anya menjawab.
Di balkon cukup terang dan view sangat memanjakan mata.
" Sini duduk " Ajak Nath sambil menepuk sofa kosong disebelah nya.
Anya pun menurut sambil duduk di sebelah Nathan.
" Anya sini lihat chat keluarga aku " Nathan memperlihatkan seluruh chat tadi dan Anya terperangah . Segitu seriusnya Nathan terhadap dirinya.
Tapi ada yang menelisik hatinya . Anak buahnya Nathan menyelediki .
" Anak buah Mas menyelidiki Anya apa? " Tanyanya penasaran.
" Aku hanya ingin tau dimana rumah mu, karena kamu bilang kan kamu dikos-kosan, aku pikir kamu ga mau berhubungan sama aku . taunya memang benar kamu di kosan. " Jawab Nathan santai.
" Atau kamu ga percaya seperti yang lainnya kalau aku memang tidak di perkosa? " Anya menelisik mata Nathan ingin tau apa kekasihnya itu berbohong atau tidak.
" Aku percaya, aku tau yang mana orang berbohong dan tidak . Itu terlihat dari gestur tubuhnya " Nathan memegang tangan Anya dan mengarahkan wajahnya berhadapan.
" Will You Marry me ? " Tanya Nath menatap Anya bersungguh-sungguh.
" Terlalu cepat Mas " jawab Anya.
" Aku memang ingin cepat-cepat . Belle harus ada kata sah nya Nya " Ucap Natah tulus.
" Mas "
" Iya Bagaimana? "
" Mas serius ingin jadi Papa Belle ? "
" Tentu "
__ADS_1
" Mas Gak Malu ? "
" Nggak "
" Walau Anya belum cinta sama Mas Nath? "
" Lama-lama kamu juga cinta sama Mas "
Saat Nathan berbicara terdengar suara cekikikan entah dari mana asal muasalnya. Anya sempat celingak celinguk kesana kesini .
Tapi tidak mendapati suara itu .
" Walau Rasa itu tumbuh nya lama ,mas sanggup ? " Tanya Anya lagi.
Tanpa menjawab lagi Nath langsung semakin mendekat ke Anya.
Hingga satu kecupan bibir dari Nathan mendarat di bibir kenyal Anya yang berwarna pink itu.
CUP
Tidak mendapat penolakan Nathan mencobanya lagi, tapi kali ini bukan hanya kecupan, tapi disertai dengan lummatan lembut. Tengkuk Anya ditahan oleh tangan kiri Nathan, sedang tangan kanannya meraih pinggul Anya.
Anya terlihat pasrah tapi tidak membalasnya. Nathan juga baru sekali itu berciuman sebenarnya keduanya sama-sama amatir tapi entah naluri atau titisan Daddy Ryan merasuk ke Nathan.
Nathan berhasil membuat ciuman lembut untuk Anya.
Nathan melepaskan pagutannya.
" Itu ciuman pertama Mas, Mas berikan kepada mu. "
" Haruskah Anya berterima kasih ? " tanya Anya .
" Tidak perlu, kamu cukup rasakan perasaan ku saja "
Anya mengangguk dan tersenyum malu.
" Dan cobalah terus membuka hati untuk Mas. Karena entah kapan atau bagaimana, tapi Mas sudah jatuh hati dan Mas tekankan hari ini juga. ,Mas akan terus mencintaimu walau kamu belum cinta sama Mas. "
Mendengar itu Anya langsung memeluk Nathan.
" Terima kasih " hanya itu ucapan yang keluar dari bibir mungil Anya.
" Sama-sama sayang nya Mas " Nathan memeluk erat Anya.
" Mas ,jika memang kita nanti menikah .. Ki "
Belum sempat Anya melanjutkan Omongan sudah dipotong oleh Nathan.
" Kita pasti menikah " Tekan Nathan lagi
Anya mengangguk.
" Jika kita nanti punya anak, Mas tolong jangan mengungkit tentang Belle yang bukan anak kandung Mas ya " Ucap Anya di dalam pelukan Nathan.
" Mas tidak akan membedakan, Mas Janji, dan pegang janji Mas ini " . Nathan meraih kedua pipi Anya dengan tangannya.
Anya mengangguk tersenyum, Nathan langsung melummat bibir mungil Anya lagi. Karena Posisi tubuh yang sangat berdekatan membuat jantung mereka berdetak seolah saling bersahutan.
" Dadanya koq berdegup kencang sayang, udah mulai sayang Mas ya? " Nathan yang selalu serius itu kali ini menggoda Anya.
Anya malah menjauh ingin pergi tapi keburu ditahan oleh Nathan. " Jangan pergi, selesaikan dulu "
***
__ADS_1
Hmm Babang Nath agak agresif ya ternyata , Buah emang ga jauh dari batangnya π.