
Zee menatap Zain yang sudah selesai menelepon.
" Kamu telepon sama siapa? " Tanya Zee
" Ada deh " sahut Zain sambil tersenyum manis.
" Dih rahasia-rahasian " cibir Zee
" emang kamu siapa aku mau tau semua urusan ku? " Tatap Zain ke Zee.
Zee jadi salah tingkah ditatap begitu.
" Udah ah yok katanya mau ajak aku keluar. " ajak Zee
" Bukannya kamu yang minta? " goda Zain.
" Iya iya aku yang minta ,ayok tunggu apa lagi " ujar Zee tak sabaran
" U Udah siap? mau bawa apa lagi? " tanya Zain
Zee terlihat berfikir, " minta tolong Sling bag ku aja Zain dekat meja rias disana " ucap Zee sambil menunjuk ke arah meja rias
Zain pun mengambilkan nya untuk Zee dan juga memakaikannya.
" Manis banget sikap dia hari ini " Bathin Zee lalu tersenyum.
Jam menunjukkan pukul 8 malam." Yuk sebelum kemalaman " ajak Zain.
Zain berjongkok menghadap membelakangi Zee lalu menepuk bahunya.
" Kenapa? " tanya Zee
" Naik kesini aku gendong cepat " ujar Zain..
" Sampai bawah? " Tanya Zee
" sampai depan pintu kamar trus balik lagi. " jawab Zain
" Ckk aku tanya seriusan " tanya Zee
Tanpa banyak bicara Zain mengambil tangan Zee untuk dikalungkan ke lehernya dan mengangkat pahanya sedikit lalu langsung digendong nya.
" Kalau kamu tanya aku seriusan apa ngga, aku lebih dari serius dan soal kuat apa ngga ini kecil di banding beban lainnya " Ujar Zain sambil berjalan menggendong Zee.
" Beban rindu " Bathin Zain eeeaaa
" Deg " hati Zee tiba-tiba berdebar kencang seperti mendapat kan pernyataan cinta dari seorang pria.
Saat Zain menggendong Zee dari bawah terlihat para pria dan wanita disana yang menuju senja senyum-senyum memandang 2 manusia yang sedang menuruni tangga.
Hanya Malik,Ryan dan Zahra yang memandang Zee penuh dengan rasa sedih tapi dipaksa tersenyum.
" Dek " Panggil Ryan ke Zain
" Iya bang " Jawab Zain menghampiri.
" Zee belum makan ya? ajak jalan-jalan sama makan kesukanya gih sana ,nih pakai kartu ini " Ryan memberikan kartu ke Zain tapi ditolak oleh Zain.
__ADS_1
" aku ada bang, gaji ku cukup dari Z-Corp dan uang ku hasil foto-foto juga ada " Zain menolak halus.
" Ini pemasukan mu dari Z-Corp Zain, aku sengaja memberikan kamu sedikit sampai hari ini, ini keuntungan perusahaan kita " Ucap Zahra.
" Untuk menyenangkan seorang wanita kita butuh uang banyak " bisik Ryan di telinga Zain.
Tanpa banyak bicara Zain mengambil kartu yang di berikan Ryan.
" Terima kasih bang, teh aku jalan ya mama papa semuanya Tante dan Om juga " ujar Zain pamit .
Semua mengangguk dan berpesan hati-hati.
" Dek ingat pesan Abang ya " ujar Ryan lagi.
" Iya bijak dalam menggunakan uang kan " ujar Zain
" Salah " Jawab Ryan cepat.
" Lalu? " tanya Zain bingung.
" jangan sampai bablas hahahah " Ryan tertawa dan semua juga tertawa.
" Inget Abang mu yang satu dulu ini yang mau nikah loh " Malik menimpali.
" ckk apaan sih kalian Abang ga ada akhlak. " ketus Zee
" Jangan dengerin dia Zain ayok jalan kamu ga keberatan emangnya gendong aku gini " Ucap Zee
" Nunggu kamu bertahun-tahun aja aku kuat apa lagi cuma gendong sebentar gini. " ucap Zain sambil berjalan keluar
" acieee cieeeee hajar Zain jangan lepas lagi " Goda yang lainnya.
" Yah kenapa ga naik motor " Zee kecewa.
" Kamu suka motoran? " tanya Zain
" Huum rasanya enak bebas seperti terbang langsung kena angin gitu ." ujar Zee tersenyum.
Setelah Zee di dudukan di bangku penumpang ,Zain masuk ke bangku kemudi.
" Bisa pasang Seat belt nya ? " tanya Zain
" Udah jago bukan bisa lagi " Ucap Zee.
Mobil pun melaju ditengah malam yang tenang itu. Zain mengarahkan mobilnya ke pantai .
***
60 menit berlalu sampailah Mereka di pantai.
Zee tersenyum senang,lalu ia turun dari mobil digendong oleh Zain seperti tadi.
Mereka memilih duduk di batu-batuan dan langsung melemparkan pandangannya ke pantai yang luas itu.
Entah sejak kapan tiba-tiba mata Zee meneteskan air mata dan terisak membuat Zain refleks membawa kepala Zee ke dadanya.
" Menangislah sampai kamu puas, " Zain menepuk2 punggung Zee karena Zee berbalik memeluk tubuh kekar Zain.
__ADS_1
Zee pun menangis hampir 15 menit ia menangis dan tangisannya mulai mereda.
" Katanya Mau teriak " goda Zain
Zee berdiri lalu membawa tangannya ke arah pipi lalu berteriak kencang sekencang-kencangnya..
"AAAARRRRRGGGHHHHHHH "
" AAARRGGHHHHHHH"
" Dua kali cukup? " tanya Zain
Zee mengangguk lalu tersenyum samar.
" boleh peluk lagi ga? " tanya Zee malu-malu
Tanpa kata Zain merentangkan tangannya .
Zee saat ini berada dipelukan Zain, Zain mengusap - ngusap punggung Zee .
" Kalau kamu butuh teman cerita ,cerita aja sama aku, aku dengerin tapi kalau ga mau cerita sama aku juga gak apa-apa. kamu bisa cari orang lain yang bisa kamu ajak untuk bercerita dan tukar pikiran , senyaman nya kamu aja hmm " ujar Zain
Zee mendongakkan wajahnya ke arah Zain lalu menundukkan wajahnya kembali . membenamkannya di dalam dada Zain.
" Makasih ya Zain " ucap Zee sambil memeluk erat lagi.
Zain membiarkan Zee melamun sebentar
" Ckk udah melamun nya ,nanti kesambet si manis jembatan flyover " goda Zain
Perlahan Zee mengendurkan pelukannya. dan memandang ke arah pantai lagi .
" Zain " panggil Zee
" Ya " jawab Zain
" Aku nyaman sama kamu, boleh cerita sama kamu aja ? "
" Silahkan tuan putri, pangeran tampan ini akan siap mendengarkan " Zain menggoda Zee . entah dapat dari mana itu kalimat . Zain yang cool menjadi romantis begitu.
" Ckk lagi sedih aja d gombalin, lagi ngambek ga digombalin " gerutu Zee tapi sambil tersenyum.
" Ya udah itu pertama dan terakhirnya aku gombalin cewek " ujar Zain datar lagi .
" udah susah payah juga ,malah digituin ,emang ga malu apa " Bathin Zain
" Jangan, aku mau digombalin terus aja please hehe " Cengir Zee pun muncul lagi ..
Zain mencubit pipi Zee gemas.
" Ceritalah, aku siap mendengarkan " ujar Zain. sambil membawa Zee ke pelukannya lagi
***
Babang Zain ngambil kesempatan aja peluk-pelukan .
Othor kan juga mau di peyuukkkk..
__ADS_1
Othor juga mau serakah ah..
jangan lupa dukungannya yaa kesayangan-kesayangan akooh 😘