Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Digombalin


__ADS_3

Zee menatap Zain yang sudah selesai menelepon.


" Kamu telepon sama siapa? " Tanya Zee


" Ada deh " sahut Zain sambil tersenyum manis.


" Dih rahasia-rahasian " cibir Zee


" emang kamu siapa aku mau tau semua urusan ku? " Tatap Zain ke Zee.


Zee jadi salah tingkah ditatap begitu.


" Udah ah yok katanya mau ajak aku keluar. " ajak Zee


" Bukannya kamu yang minta? " goda Zain.


" Iya iya aku yang minta ,ayok tunggu apa lagi " ujar Zee tak sabaran


" U Udah siap? mau bawa apa lagi? " tanya Zain


Zee terlihat berfikir, " minta tolong Sling bag ku aja Zain dekat meja rias disana " ucap Zee sambil menunjuk ke arah meja rias


Zain pun mengambilkan nya untuk Zee dan juga memakaikannya.


" Manis banget sikap dia hari ini " Bathin Zee lalu tersenyum.


Jam menunjukkan pukul 8 malam." Yuk sebelum kemalaman " ajak Zain.


Zain berjongkok menghadap membelakangi Zee lalu menepuk bahunya.


" Kenapa? " tanya Zee


" Naik kesini aku gendong cepat " ujar Zain..


" Sampai bawah? " Tanya Zee


" sampai depan pintu kamar trus balik lagi. " jawab Zain


" Ckk aku tanya seriusan " tanya Zee


Tanpa banyak bicara Zain mengambil tangan Zee untuk dikalungkan ke lehernya dan mengangkat pahanya sedikit lalu langsung digendong nya.


" Kalau kamu tanya aku seriusan apa ngga, aku lebih dari serius dan soal kuat apa ngga ini kecil di banding beban lainnya " Ujar Zain sambil berjalan menggendong Zee.


" Beban rindu " Bathin Zain eeeaaa


" Deg " hati Zee tiba-tiba berdebar kencang seperti mendapat kan pernyataan cinta dari seorang pria.


Saat Zain menggendong Zee dari bawah terlihat para pria dan wanita disana yang menuju senja senyum-senyum memandang 2 manusia yang sedang menuruni tangga.


Hanya Malik,Ryan dan Zahra yang memandang Zee penuh dengan rasa sedih tapi dipaksa tersenyum.


" Dek " Panggil Ryan ke Zain


" Iya bang " Jawab Zain menghampiri.


" Zee belum makan ya? ajak jalan-jalan sama makan kesukanya gih sana ,nih pakai kartu ini " Ryan memberikan kartu ke Zain tapi ditolak oleh Zain.

__ADS_1


" aku ada bang, gaji ku cukup dari Z-Corp dan uang ku hasil foto-foto juga ada " Zain menolak halus.


" Ini pemasukan mu dari Z-Corp Zain, aku sengaja memberikan kamu sedikit sampai hari ini, ini keuntungan perusahaan kita " Ucap Zahra.


" Untuk menyenangkan seorang wanita kita butuh uang banyak " bisik Ryan di telinga Zain.


Tanpa banyak bicara Zain mengambil kartu yang di berikan Ryan.


" Terima kasih bang, teh aku jalan ya mama papa semuanya Tante dan Om juga " ujar Zain pamit .


Semua mengangguk dan berpesan hati-hati.


" Dek ingat pesan Abang ya " ujar Ryan lagi.


" Iya bijak dalam menggunakan uang kan " ujar Zain


" Salah " Jawab Ryan cepat.


" Lalu? " tanya Zain bingung.


" jangan sampai bablas hahahah " Ryan tertawa dan semua juga tertawa.


" Inget Abang mu yang satu dulu ini yang mau nikah loh " Malik menimpali.


" ckk apaan sih kalian Abang ga ada akhlak. " ketus Zee


" Jangan dengerin dia Zain ayok jalan kamu ga keberatan emangnya gendong aku gini " Ucap Zee


" Nunggu kamu bertahun-tahun aja aku kuat apa lagi cuma gendong sebentar gini. " ucap Zain sambil berjalan keluar


" acieee cieeeee hajar Zain jangan lepas lagi " Goda yang lainnya.


" Yah kenapa ga naik motor " Zee kecewa.


" Kamu suka motoran? " tanya Zain


" Huum rasanya enak bebas seperti terbang langsung kena angin gitu ." ujar Zee tersenyum.


Setelah Zee di dudukan di bangku penumpang ,Zain masuk ke bangku kemudi.


" Bisa pasang Seat belt nya ? " tanya Zain


" Udah jago bukan bisa lagi " Ucap Zee.


Mobil pun melaju ditengah malam yang tenang itu. Zain mengarahkan mobilnya ke pantai .


***


60 menit berlalu sampailah Mereka di pantai.


Zee tersenyum senang,lalu ia turun dari mobil digendong oleh Zain seperti tadi.


Mereka memilih duduk di batu-batuan dan langsung melemparkan pandangannya ke pantai yang luas itu.


Entah sejak kapan tiba-tiba mata Zee meneteskan air mata dan terisak membuat Zain refleks membawa kepala Zee ke dadanya.


" Menangislah sampai kamu puas, " Zain menepuk2 punggung Zee karena Zee berbalik memeluk tubuh kekar Zain.

__ADS_1


Zee pun menangis hampir 15 menit ia menangis dan tangisannya mulai mereda.


" Katanya Mau teriak " goda Zain


Zee berdiri lalu membawa tangannya ke arah pipi lalu berteriak kencang sekencang-kencangnya..


"AAAARRRRRGGGHHHHHHH "


" AAARRGGHHHHHHH"


" Dua kali cukup? " tanya Zain


Zee mengangguk lalu tersenyum samar.


" boleh peluk lagi ga? " tanya Zee malu-malu


Tanpa kata Zain merentangkan tangannya .


Zee saat ini berada dipelukan Zain, Zain mengusap - ngusap punggung Zee .


" Kalau kamu butuh teman cerita ,cerita aja sama aku, aku dengerin tapi kalau ga mau cerita sama aku juga gak apa-apa. kamu bisa cari orang lain yang bisa kamu ajak untuk bercerita dan tukar pikiran , senyaman nya kamu aja hmm " ujar Zain


Zee mendongakkan wajahnya ke arah Zain lalu menundukkan wajahnya kembali . membenamkannya di dalam dada Zain.


" Makasih ya Zain " ucap Zee sambil memeluk erat lagi.


Zain membiarkan Zee melamun sebentar


" Ckk udah melamun nya ,nanti kesambet si manis jembatan flyover " goda Zain


Perlahan Zee mengendurkan pelukannya. dan memandang ke arah pantai lagi .


" Zain " panggil Zee


" Ya " jawab Zain


" Aku nyaman sama kamu, boleh cerita sama kamu aja ? "


" Silahkan tuan putri, pangeran tampan ini akan siap mendengarkan " Zain menggoda Zee . entah dapat dari mana itu kalimat . Zain yang cool menjadi romantis begitu.


" Ckk lagi sedih aja d gombalin, lagi ngambek ga digombalin " gerutu Zee tapi sambil tersenyum.


" Ya udah itu pertama dan terakhirnya aku gombalin cewek " ujar Zain datar lagi .


" udah susah payah juga ,malah digituin ,emang ga malu apa " Bathin Zain


" Jangan, aku mau digombalin terus aja please hehe " Cengir Zee pun muncul lagi ..


Zain mencubit pipi Zee gemas.


" Ceritalah, aku siap mendengarkan " ujar Zain. sambil membawa Zee ke pelukannya lagi


***


Babang Zain ngambil kesempatan aja peluk-pelukan .


Othor kan juga mau di peyuukkkk..

__ADS_1


Othor juga mau serakah ah..


jangan lupa dukungannya yaa kesayangan-kesayangan akooh 😘


__ADS_2