Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Buryam


__ADS_3

Ryan dan Zara masuk ke kamar Ryan sesuai keinginan para reder.


Agak h*t dikit gapapa ya.


.


.


.


" By aku kan ga bawa baju ganti, baru sadar aku belum ganti baju " ucap zahra.


" Ada yank buka aja lemari kanan " Sahut Ryan


" Hah baju siapa aja ini By " tanya Zahra. kaget karena di pintu lemari ujung banyak baju wanita " kamu suka berubah by kalo malem" goda Zahra.


" hmm nakal ya nyonya satu ini. itu Baju kamu yank, jangan curiga itu masih ada lablenya cek aja " Ryan lalu menghampiri Zahra


Memeluk Zahra dari belakang.


kepala dan dagunya menempel di bau Zahra.


ia menghirup aroma Zahra.


" By sana ah aku gerah mau mandi,ganti baju nih,jangan mancing deh. " kesal Zahra


Zahra memilih celana panjang dan kaos oblong ,untuk tidur .


Dia lalu mandi dan segera mengganti pakaiannya .


" sini yank tidur, " ajak Ryan


Zahra lalu beranjak menuju ranjang


" By inget ga boleh ngapa-ngapain ya, kamu janji cuma peluk loh. " ujar Zahra


" Iya yank , pria itu yang dipegang janjinya " ucap Ryan.


" Masssaaa ?" ucap Zahra sambil naik ke ranjang Ryan.


" Heem yank, pengennya sih pegang ini tapi sama kamu kan ga boleh " ujar Radit sambil memegang pabrik Milk nya Zahra.


" haissh udah ah tidur yok by aku ngantuk " ucap Zahra sambil menepis tangan Ryan yang diam tak bergerak di depan pabrik.


" good night cup. " ucap Zahra memberikan ucapan selamat malam


" Good night sayangku cup,cup cup " Ryan mengecup kening dan pipi kiri kanan Zahra.


Mereka akhirnya tidur dan ditengah malam pukul 00.30


Zahra menggerakkan kakinya diatas paha Ryan. Saat ini Zahra memeluk Ryan seperti guling..


Ryan terbangun dan kuda kecilnya pun bangun. " akh kamu mah Yank ,nyesel aku ngajak tidur bareng kalau bikin aku tersiksa " omel Ryan malam-malam


Kaki Zahra yang diatas paha Ryan makin ke atas makin ke atas lagi dan bertengger tepat di ujung kuda kecilnya nya lalu tegang seketika


" Oh sayang kamu menyiksaku "


Ryan buru-buru kabur ke kamar mandi untuk menidurkan kuda kecilnya yang terbangun tidak tau waktu.


" Ah legaaa.. " Ryan pun mengguyur tubuhnya dengan air dingin di tengah malam.


Setelah ritual pacuan kuda solois selesai dia kembali lagi ke ranjangnya lalu tidur memeluk Zahra dari belakang


Tak lama Ryan terlelap kembali dengan nyaman.


Setelah beberapa jam tertidur ,kali ini tangan Zahra yang berulah. Ryan bangun seketika melihat tangan Zahra bermain dengan kudanya


Entah Zahra sedang bermimpi apa , karena tangan nya menggemgang erat kuda kecilnya seperti tak mau dilepas.


" oh **** " Ruang menggeram lagi.


Dan untuk kedua kalinya ia lari ke kamar mandi menidurkan kembali sang kuda yang ingin memuntahkan isi nya.


Ritual selesa,Ryan melihat Jam di kamarnya menunjukkan pukul 03.30

__ADS_1


Saat ini sulit sekali ia memejamkan mata karena khawatir Zahra akan berulah lagi, tadi Kaki, barusan Tangan , ah apakah nanti mulutnya yank akan disini.


Memikirkan dan melihat wajahnya Ryan jadi ngeri sendiri kalau untuk mandi yang ketiga kalinya.


Akhirnya ia memilih tidur di kamar tamu dibawah, Ryan membiarkan Zahra tidur di kamar nya sendiri hingga pagi tiba.


Pagi ini Zahra terbangun lalu ia bingung kenapa kamarnya berbeda,


ah iya dia lupa kalau menginap di mansion Mama Zen.


"Eh tapi mana Ryan ? " Matanya melihat sekeliling, lalu beranjak ke kamar mandi


Tapi dia tidak menemukan Ryan.


Apakah sudah berangkat ke kantor?


tapi ini weekend pikir Zahra. ah biarlah akhirnya Zahra bangun merenggangkan ototnya sebentar lalu ke kamar mandi membersihkan diri lalu ia turun ke dapur.


" pagi Bik Sum " ucap Zahra menyapa ART mama Zen yang sedang berkutat di dapur.


" Pagi non, sudah bangun saja non padahal kan libur " tanya Bik Sum


Zahra hanya tersenyum, lalu menawarkan diri untuk membantu Bik Sum membuat sarapan.


Bik Sum menggeleng, khawatir Tuan Mudanya marah jika melihat Zahra di dapur.


" Bik ada kerupuk atau emping ga? " tanya Zahra


" Ada non dua-duanya " sahut Bik Sum


" aku mau buat bubur ayam Bik, boleh ya " izin Zahra


" Ya ampun non,silahkan masa pake izin segala hehe " mana mungkin kan dilarang pikir Bik Sum.


" kebetulan Nyonya tadi minta beliin bibik Buryam non , kebenaran Non Ara mau buat Buryam . pasti nyonya senang "


" Bik Sum udah kayak anak zaman now aja singkat2 nama hehe " ujar Zahra


" Okeh Bik aku proses ya " lanjut Zahra lagi langsung eksekusi bahan-bahan buryam nya.


" Mama halu apa ya Pa, perasaan seperti bau bubur ayam, tapi mama kan minta dibelikannya setelah Bik Sum selesai buat sarapan bukan jam segini." ujar Mama Zen ke Papa Rend uang sedang membetulkan pakaiannya .


" Ayok keluar Pa, jadi ga sabar makan bubur ayam " ujar Mama Zen lagi.


" Mama minta beliin berapa ? Papa juga jadi pengen Ma cium baunya gini " ujar Papa Rend


" Ayo kita keluar makanya pa, mama tadi minta beli 2 takutnya Ara juga mau "


" Semoga Ara ga mau biar buburnya buat Papa " harap Papa Zen.


Dua orang tua yang sudah ingin menimang cucu itupun keluar dari kamarnya menuju dapur.


" Bik, bibik udah beli buryam nya ya, sajikan sekarang saja Bik. lalu tolong bangunkan Ara dan Ryan ajak sarapan ,ehh... Ara kamu di dapur mama kira masih tidur " ucap Mama Zen kaget melihat Ara di dapur berkutat dengan panci bubur.


" Oh sayang kamu buat bubur " ujar Mama Zen berbinar.


" Iya Ma, tapi ga tau nih enak apa enggak hehe "


" Pasti enak sayang,baunya aja udah harum begini . mama kira ini Bik Sum beliin buat Mama taunya kamu yang buat ,Papa pasti Senang nih . Pa .. Papa.. " Mama Zen keluar dapur memanggil suaminya.


" kenapa teriak-teriak Ma, " ujar Papa.


" Ayo makan bubur , ternyata Ara buat buryam Pa " Mama Zen menarik tangan Papa Rend ke Dapur.


Terlihat bubur ayam dipanci kecil dengan penghangat dibawahnya sudah tertata rapih dan menarik menggugah selera yang melihatnya.


" Mama mau aku sajikan Ma? " tanya Zahra.


" mau sayang tapi tolong panggilkan Ryan dulu ya sayang,kita sarapan Sama-sama " ujar Mama


" Mas Ry nya dimana ya Ma " tanya Zahra


" Loh bukannya dikamar ya? " tanya mana kaget


" Hmm ga ada Ma, semalem sih masih ada tapi tadi pagi ga ada pas aku bangun.

__ADS_1


" Di kamar tamu sepertinya " ucap Papa Rend.


" Oh gitu. ya udah nanti aku bangunin Pa. " Sahut Zahra.


" Biar bibik saja yang bangunin non "


" Tak perlu Bik, biar Zahra saja yang bangunin ucap Papa "


" kenapa ? " tanya Mama .


" mama Kepo " ujar Ryan yang terlihat berjalan ke arah meja makan.


" morning para orabg tua cup,cup " Ryan mencium pipi kedua orang tuanya.


" Pap belum tua masih gagah ,ya kan ma " jawab Papa yang menaikan alisnya ke atas ke bawah .


" Hais Papa, malu Pa Ada Ara " ucap Mama yang sudah berumur tapi masih tetap awet muda.


" Gak apa, nanti juga Ara akan terbiasa melihat seperti ini " ujar Papa.


" Hmm " sahut Mama malu .


" Morning sayang ,cup.jangan protes nanti nenek sama kakek depan kita itu juga akan terbiasa melihat kita begini ," ujar Ryan Santai.


Zahra wajahnya merah menahan mu dengan tingkah dan perbuatan Ryan di depan orang tuanya.


" Kamu kenapa pindah semalem Ry " Tanya sang papa menggoda anak tampannya


" Gak kenapa-kenapa " Sahut Ryan cuek


" Kalian ga lagi berantem kan? " tanya Mama.


" Ngga koq Ma " Jawab Ryan diangguki Zahra.


" bukannya semalem ngebet banget ngajak Zahar istirahat malah ditinggal koq Ry " tanya Mama sang kepoers sejati


" Gak apa-apa mama sayang, " ujar Ryan sambil mengambil emping di depannya


Zahra menyajikan bubur ayam ke piring papa dan Mama .


" Ugh menggugah selera " ujar sang Mam.


" Eh jangan-jangan hahahah uhuk uhuk " papa tertawa lalu terbatuk.


Mama memberikan air minum ke Papa " Ga udah tertawa lebar-lebar Pa, inget umur kesedak kan jadinya " ujar Mama.


" hahaha bukan gitu ma, sepertinya papa tau kenapa Ryan pindah kamar "


" Wzwzwzwzwz " Papa membisikan sesuatu ke Mama.


" Oh hihihi " mama jadi ikut tertawa


" Ma ga elegen ketawanya serem gitu " ujar Ryan bangkit dari tempat duduknya


" Mau kemana by " tanya Zahra


" Aku ga mau makan bareng orang tua ga ada akhlak " sahut Ryan


" iya iya ga digodain lagi, sini makan nak " ajak Mama


" Ga ah aku mau dikamar aja " Ryan ke atas menuju kamarnya.


" Kamu sarapan bareng Ryan di kamar sana Ra, merajok tuh dia merajok hahaha " ledek Papa yang membuat Zahra bingung.


" Udah sana,baikin gih sepertinya mood nya kurang baik" ucap Mama lagi sambil cekikikan tertawa.


.


.


.


ini yang ga ada akhlak otornya sebenarnya


Pagi rederrr... Jangan lupa sarapan ya biar kuat menghadapi kenyataan

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan Vote nya yup 😘


__ADS_2